Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Tata Cara Bayar Fidyah Puasa Ibu Menyusui

Tata Cara Bayar Fidyah Puasa Ibu Menyusui
Freepik.com/jcomp
Intinya Sih
  • Fidyah adalah pengganti puasa bagi yang tidak mampu berpuasa, seperti ibu menyusui, dengan memberi makan atau uang kepada orang miskin sesuai ketentuan Al-Baqarah ayat 184.
  • Ibu menyusui boleh tidak berpuasa jika khawatir pada keselamatan diri atau anaknya; fidyah wajib dibayar bila kekhawatiran hanya pada anak atau janin.
  • Pembayaran fidyah bisa berupa makanan seberat 1 mud hingga 1,5 kg per hari, atau uang senilai Rp60.000 per hari menurut ketetapan BAZNAS tahun 2023.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Islam memudahkan semua umatnya, termasuk urusan membayar hutang puasa. Bagi ibu menyusui, kamu bisa membayar fidyah. 

Fidyah sendiri merupakan cara mengganti hutang puasa tanpa berpuasa, bagi beberapa orang tertentu. Menurut istilahnya, fidyah merupakan harta benda yang dalam kadar tertentu wajib diberikan pada orang miskin sebagai pengganti ibadah yang ditinggalkan, demikian menurut BAZNAS. 

Beberapa orang yang bisa membayar hutang ibadah dengan fidyah adalah orang yang sakit parah, orang tua renta, dan ibu hamil serta menyusui. 

Lalu, bagaimana cara bayar fidyah puasa ibu menyusui? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

 

Table of Content

1. Ayat tentang fidyah

1. Ayat tentang fidyah

Pexels/Thirdman
Pexels/Thirdman

 

Perlu diketahui, aturan fidyah sendiri sudah ditentukan di dalam Alquran. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di Alquran surat Al-Baqarah ayat 184. 

Artinya: 

(yaitu) Dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

2. Ketentuan membayar fidyah dan puasa untuk ibu menyusui

Pexels/Ivan Samkov
Pexels/Ivan Samkov

Bagi perempuan yang tengah hamil dan menyusui, ada aturan tersendiri mengenai fidyah. Mereka diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadan jika merasa dirinya kesulitan saat dipaksakan puasa dan khawatir dengan keselamatan anaknya. 

Namun menurut Syekh Ibnu Qasim al-Ghuzzi dalam Fath al-Qarib Hamisy Qut al-Habib al-Gharib mengatakan bahwa seorang ibu hamil dan menyusui tidak wajib membayar fidyah jika khawatir akan keselamatan dirinya atau dirinya beserta anaknya. Sedangkan jika hanya khawatir terhadap keselamatan anak atau janinnya, maka sang Mama wajib membayar fidyah. 

3. Jenis pembayaran fidyah

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Dari BAZNAS, ada dua jenis cara membayar fidyah yang bisa dipilih. Pertama, membayar dengan makanan dan yang kedua adalah dengan uang. 

Jika dengan makanan, maka hal ini sudah tertera dalam Al-Baqarah ayat 184. Cara ini disetujui oleh Imam Malik dan Imam As-Syafi'i. Sedangkan membayar fidyah dengan uang disetujui oleh kalangan Hanafiyah. 

 

4. Cara membayar fidyah dengan makanan

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Menurut Imam Malik dan Imam As-Syafi'i, fidyah dengan makanan harus menggunakan aturan tersendiri. Besarannya sendiri adalah 1 mud gandum atau setangkup tangan gandum untuk 1 hari puasa yang ditinggalkan. 

1 Mud bisa diartikan setara dengan 6 ons atau 675 gram atau 0,75 kg. 

Kalau Ulama Hanafiyah mengatakan bahwa besaran fidyah dengan makanan adalah 2 mud atau setara 1/2 sha gandum. 1 Sha gandum setara dengan 4 mud atau sekitar 3 kg. Berarti setengah sha adalah 1,5 kg. Untuk hitungan yang ini biasanya diberlakukan untuk mereka yang ingin membayar dengan beras. 

 

5. Cara membayar fidyah dengan uang

Pixabay/iqbalnuril
Pixabay/iqbalnuril

Di kalangan Hanafiyah, membayar fidyah bisa dilakukan dengan bentuk uang. Sedangkan nominalnya ditentukan yaitu sebanding dengan harga kurma atau anggur seberat 3,25 kg per hari puasa yang ditinggalkan. 

 

6. Ketentuan bayar fidyah dengan uang menurut BAZNAS

Ilustrasi - Pexels/Ahsanjaya
Ilustrasi - Pexels/Ahsanjaya

BAZNAS sendiri punya besaran untuk membayar fidyah dengan uang. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 07 Tahun 2023 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta dan Sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang adalah sebesar Rp 60.000. 

Harga tersebut adalah untuk 1 orang di 1 hari puasa yang ditinggalkannya.

 

7. Kepada siapa fidyah akan diberikan?

Freepik/Atlascompany
Freepik/Atlascompany

Masih berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 184, fidyah bisa diberikan pada orang miskin. Kemudian, ada juga hadis dari Abdullah bin Abbas RA yang mengatakan,

(Ayat ini) tidak dihapus. Ia untuk orang tua renta, nenek yang tidak mampu berpuasa, maka keduanya memberi makan untuk setiap harinya seorang miskin. (HR Bukhori, 4505) 

Orang miskin ini bisa dicari yang di sekitar tempat tinggal atau di tempat domisili. 

Nah, sudah jelas kan tentang cara bayar fidyah puasa ibu menyusui, Ma?

FAQ Seputar Tata Cara Bayar Fidyah Puasa Ibu Menyusui

Berapa rupiah bayar fidyah 1 hari?

Untuk 1 hari, bayar fidyah sekitar Rp 60.000 hingga Rp 65.000 (sesuai ketetapan BAZNAS 2026), namun bisa bervariasi tergantung wilayah dan harga bahan pokok setempat, mulai dari sekitar Rp 30.000 - Rp 45.000 di daerah lain, atau setara 1,5 kg makanan pokok (seperti beras) per hari jika mengikuti mazhab Hanafi, atau 1 mud (sekitar 0,6 - 0,75 kg) jika mengikuti mazhab Syafi'i.

Bagaimana cara membayar fidyah yang benar?

Cara membayar fidyah yang benar adalah dengan menghitung jumlah puasa yang ditinggalkan, menyiapkan makanan pokok (atau uang setara) sebesar satu porsi makan per hari puasa, lalu menyalurkannya kepada fakir miskin sambil membaca niat karena Allah SWT, baik secara langsung maupun melalui lembaga amil zakat terpercaya seperti BAZNAS. Penyaluran bisa dilakukan setiap hari atau sekaligus di akhir Ramadhan, dan bisa juga diberikan untuk satu orang miskin untuk semua hari puasa yang ditinggalkan.

Bolehkah bayar fidyah di Cicil?

Ya, bayar fidyah boleh dicicil sesuai kemampuan, bahkan bisa dibayar setelah Ramadhan, karena Islam memberikan kemudahan dan keringanan, terutama jika jumlahnya besar atau tidak mampu membayar sekaligus, jadi Anda tidak perlu berhutang fidyah. Pembayaran bisa dilakukan secara bertahap (misalnya setiap hari atau setiap beberapa hari) atau dibayar sekaligus, tergantung kondisi keuangan Anda, dengan memberikan makanan pokok atau uang kepada fakir miskin.

Share
Topics
Editorial Team
Irma ediarti mardiyah
Erick akbar
Irma ediarti mardiyah
EditorIrma ediarti mardiyah
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More