Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Aman Olahraga Lari Menjelang Waktu Melahirkan
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Lari ringan menjelang persalinan dianjurkan bagi ibu yang sudah terbiasa, karena dapat membantu kesehatan mental, tekanan darah, kekuatan otot panggul, dan stamina.

  • Gunakan sepatu berbantalan serta sport bra yang menopang, lalu pilih lintasan datar dan tidak ramai untuk mengurangi risiko tergelincir, tersandung, atau terjatuh.

  • Kurangi kecepatan, jaga postur dan napas, lakukan pemanasan-pendinginan, cukup minum, serta segera berhenti bila mengalami nyeri panggul, pusing, kram, atau sesak napas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang hari perkiraan lahir (HPL), menjaga kestabilan stamina dan kesehatan fisik menjadi kunci penting agar proses persalinan berjalan lancar. Olahraga ringan seperti lari sangat dianjurkan untuk Mama yang sudah terbiasa berlari sebelum hamil. 

Aktivitas fisik ini efektif membantu menjaga kesehatan mental, mengontrol tekanan darah, serta membuat otot-otot panggul dan stamina Mama lebih siap menghadapi persalinan.

Meski punya banyak manfaat, olahraga lari saat menjelang waktu melahirkan tidak boleh dilakukan sembarangan. Berikut Popmama.com telah rangkum dari website tommy’s terkait tips lari yang aman untuk Mama simak!

1. Gunakan sepatu lari dan sport bra yang menopang

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat sendi dan ligamen Mama menjadi lebih longgar, menggunakan sepatu lari yang memiliki bantalan empuk penting untuk mencegah risiko tergelincir serta mengurangi benturan pada sendi panggul. 

Selain alas kaki, payudara yang terus membesar juga memerlukan perhatian saat Mama beraktivitas fisik. Gunakan sport bra khusus yang mampu menopang payudara dengan kokoh serta nyaman tanpa menekan area dada terlalu ketat. 

Dengan memilih perlengkapan yang tepat bukan hanya soal gaya, melainkan faktor keselamatan utama saat olahraga lari.

2. Pilihlah lintasan lari yang datar

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Perut yang semakin membesar secara alami akan mengubah pusat gravitasi dan keseimbangan tubuh, kondisi ini membuat Mama lebih rentan tersandung jika berlari di permukaan jalan yang berlubang, licin, atau tidak rata. 

Maka, sangat disarankan untuk menghindari jalur off-road saat berlari. Mama dapat memilih lintasan lari yang aman seperti treadmill, trek lari khusus di stadion, atau trotoar taman yang permukaannya benar-benar rata. 

Tempat berlari yang aman akan meminimalkan risiko terjatuh, selain itu pastikan juga area lari tidak terlalu ramai dari lalu lalang kendaraan.

3. Kurangi kecepatan dan fokus ke teknik berlari

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Saat ini tujuan utama dari lari bukanlah memecahkan rekor jarak tempuh, karena kecepatan lari Mama akan melambat seiring bertambahnya beban tubuh dan usia kehamilan. 

Maka, fokuskan perhatian Mama pada teknik berlari yang benar dengan postur tubuh tegak serta ritme nafas teratur. Selalu lakukan pemanasan sebelum mulai berlari dan pendinginan sesudahnya untuk menyiapkan serta memulihkan otot-otot tubuh. 

Jika saat berlari mulai terasa berat, segera turunkan kecepatan menjadi jalan cepat yang santai. Menjaga tempo tubuh tetap rileks merupakan kunci agar manfaat olahraga dapat dirasakan lebih maksimal.

4. Pastikan tubuh tidak dehidrasi

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Suhu tubuh Ibu hamil akan meningkat lebih cepat saat berolahraga, terutama saat menjelang waktu melahirkan. Kondisi overheating ini tidak baik untuk keselamatan janin dalam kandungan, sehingga pilihlah waktu lari pagi saat udara masih sejuk.

Mama juga wajib membawa botol air minum dan mengonsumsinya secara berkala sebelum, saat, dan sesudah berlari. Karena dehidrasi bisa memicu kontraksi dini yang akan membuat Mama merasa pusing di tengah jalan.

5. Dengarkan sinyal dari tubuh

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Tips paling penting saat berlari di akhir masa kehamilan ialah selalu mendengarkan sinyal yang diberikan oleh tubuh, jadi jangan berlari hingga kehabisan napas. 

Jika Mama merasakan gejala yang tidak biasa seperti nyeri panggul, pusing, kram perut, atau sesak napas, segera hentikan lari. Duduklah di tempat yang aman, minum air putih, dan istirahatlah hingga kondisi tubuh membaik kembali. 

Itulah tips lari saat menjelang waktu melahirkan, kini Mama bisa lebih tenang selama berolahraga setelah mengetahui tipsnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article