Telah disinggung sebelumnya bahwa Mama disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum berpuasa. Dokter biasanya akan melarang ibu hamil berpuasa ketika memiliki riwayat penyakit diabetes gestasional, anemia, dan Mama maupun janin memiliki berat badan kurang.
Saat berpuasa, Mama pun harus memantau kesehatan diri sendiri secara berkala. Segera batalkan puasa apabila Mama mengalami mual dan muntah, mudah haus, demam, sakit kepala, hingga kontraksi dini. Gejala tersebut menandakan terjadi masalah pada kehamilan atau pertumbuhan janin dalam kandungan.
Untuk Mama yang memiliki berat badan normal dan sudah menerapkan pola hidup sehat, umumnya berpuasa tetap diperbolehkan. Pasalnya, puasa hanya mengubah jam makan dan tetap aman dilakukan selama Mama mengikuti tips aman berpuasa.
Demikian informasi terkait keadaan janin saat ibu puasa. Semoga informasi di atas membuat Mama lebih tenang dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan, ya.
Apakah puasa mempengaruhi janin? | Puasa merupakan salah satu kewajiban bagi umat Muslim. Namun, secara umum, ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa karena dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan janin. Apalagi, mengingat kekurangan asupan selama puasa bisa berisiko pada pertumbuhan janin. |
Ketika ibu hamil lapar, apakah janin juga lapar? | Janin memang 'makan', tetapi melalui aliran nutrisi dari ari-ari (plasenta) yang terhubung ke pusar janin lewat tali pusat. Proses janin makan ini berlangsung secara alami, sehingga janin tidak akan merasa kelaparan selama Bumil memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil. |
Kapan ibu hamil harus berhenti puasa? | Segera batalkan puasa dan periksakan diri ke dokter jika Bumil mengalami kondisi berikut ini: Mual dan muntah. Gejala dehidrasi, seperti merasa sangat haus, lemas, lebih jarang buang air kecil, serta urine menjadi berwarna gelap dan beraroma tajam. |