Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Efek Samping Kehamilan dan Cara Mengatasinya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Kehamilan memicu berbagai efek samping seperti mual, kelelahan, nyeri tubuh, sering buang air kecil, kram kaki, perut gatal, dan sakit kepala akibat perubahan hormon serta perkembangan janin.

  • Setiap keluhan memiliki cara penanganan, mulai dari menjaga pola istirahat, mengatur pola makan ringan dan sering, hingga melakukan peregangan atau senam ringan sesuai anjuran dokter.

  • Perawatan seperti penggunaan pelembap kulit, posisi tidur nyaman, serta konsultasi medis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh mama, tak jarang juga menimbulkan efek samping seperti mual, cepat lelah, pusing, hingga sering ingin buang air kecil. Keluhan ini merupakan hal yang wajar, terutama pada awal kehamilan karena tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan hormon serta perkembangan janin di dalam kandungan.

Meski tergolong normal, berbagai efek samping tersebut tentu bisa membuat Mama merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan pada beberapa kondisi, keluhan ini dapat memengaruhi mood hingga kualitas istirahat.

Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum efek samping kehamilan dan cara mengatasinya.

1. Mual dan muntah di pagi hari

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mual dan muntah di pagi hari (morning sickness) merupakan salah satu keluhan paling umum pada awal kehamilan. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan hormon kehamilan, seperti hormon hCG (human chorionic gonadotropin) dan estrogen yang meningkat cukup cepat.

Perubahan hormon ini dapat memengaruhi sistem pencernaan dan pusat pengatur rasa mual di otak, sehingga Mama menjadi lebih sensitif terhadap bau, rasa, atau makanan tertentu. Meski disebut morning sickness, keluhan ini tidak hanya terjadi di pagi hari saja, tetapi bisa muncul kapan pun, termasuk siang atau malam.

Cara mengatasinya:

  1. Pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup karena kelelahan dapat memperparah rasa mual.

  2. Hindari perut kosong terlalu lama. Usahakan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, misalnya setiap 2–3 jam. Cara ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga rasa mual bisa berkurang.

  3. Pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna seperti biskuit, roti tawar, nasi hangat, atau buah-buahan. Beberapa ibu hamil juga lebih nyaman mengonsumsi makanan dingin atau makanan dengan aroma yang tidak terlalu menyengat, karena bau yang kuat dapat memicu rasa mual.

  4. Jika mual dan muntah terasa sangat berat hingga mengganggu asupan makan dan minum, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Kelelahan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Banyak ibu hamil merasa tubuh lebih cepat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini bisa muncul sejak trimester pertama dan bisa berlanjut hingga trimester berikutnya dengan tingkat kelelahan yang berbeda-beda pada setiap ibu hamil.

Pada beberapa ibu hamil, kelelahan bahkan bisa terasa sepanjang hari dan membuat aktivitas terasa lebih berat dari biasanya. Meski tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, kondisi ini tetap bisa dikelola dengan baik agar tidak terlalu mengganggu keseharian Mama.

Cara mengatasinya:

  1. Biarkan tubuh mendapat waktu Istirahat yang cukup. Mintalah bantuan pasangan untuk mengambil alih beberapa tugas agar Mama bisa mendapatkan waktu istirahat tambahan atau tidur siang.

  2. Tetap melakukan aktivitas ringan atau olahraga yang aman sesuai kondisi kehamilan setelah berkonsultasi dengan dokter, karena dapat membantu tubuh terasa lebih segar dan tidak terlalu lesu.

3. Sakit dan nyeri tubuh

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sakit dan nyeri tubuh, terutama pada area punggung, pinggul, dan panggul merupakan efek kehamilan yang wajah. Kondisi ini terjadi karena perubahan postur tubuh serta tekanan tambahan dari perkembangan janin. Rasa nyeri tidak hanya muncul saat beraktivitas di siang hari, tetapi juga dapat mengganggu waktu istirahat di malam hari.

Cara mengatasinya:

  1. Gunakan posisi istirahat yang lebih nyaman, seperti setengah duduk atau bersandar, untuk membantu mengurangi tekanan pada punggung dan pinggul.

  2. Coba gunakan bantal penopang tambahan saat tidur, baik untuk menopang perut maupun punggung agar posisi tubuh lebih stabil.

  3. Jika bantal tidur biasa kurang membantu, Mama bisa mencoba bantal sandaran untuk membantu tubuh tetap nyaman saat beristirahat.

  4. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan terapi seperti kiropraktik prenatal jika nyeri terasa cukup mengganggu.

  5. Hindari diam dengan posisi yang terlalu lama.

4. Sering buang air kecil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sering buang air kecil saat hamil terjadi akibat perubahan hormon yang meningkatkan aliran darah dan cairan ke ginjal, sehingga produksi urine pun menjadi lebih banyak dari biasanya. Selain itu, pertumbuhan janin juga dapat menekan kandung kemih, membuat ibu hamil jadi lebih sering merasa ingin buang air kecil.

Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat sedang beraktivitas di luar rumah atau saat tidur malam karena harus bolak-balik ke kamar mandi.

Cara mengatasinya:

  1. Kurangi minum menjelang waktu tidur untuk mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari, namun tetap pastikan kebutuhan cairan terpenuhi di siang hari agar tidak dehidrasi.

  2. Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda karena dapat meningkatkan produksi urine.

  3. Condongkan tubuh sedikit ke depan saat buang air kecil agar kandung kemih dapat kosong lebih maksimal.

  4. Lakukan senam Kegel secara rutin untuk membantu menguatkan otot panggul dan mengontrol kandung kemih.

  5. Jika terdapat darah pada urine atau keluhan terasa tidak normal, segera konsultasikan ke dokter karena bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih.

5. Kaki kram

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kaki kram saat hamil terjadi karena perubahan hormon yang menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Cairan ini kemudian cenderung terkumpul di area kaki akibat pengaruh gravitasi, sehingga kaki menjadi lebih bengkak dan lebih mudah mengalami kram. Selain itu, tekanan dari pertumbuhan janin juga dapat memengaruhi sirkulasi darah di tubuh bagian bawah.

Cara mengatasinya:

  1. Lakukan peregangan kaki secara perlahan dengan meluruskan kaki dan mengendurkan jari-jari kaki.

  2. Cobalah berjalan ringan sekitar 15 menit untuk membantu melancarkan peredaran darah, tentunya sesuai dengan anjuran dokter.

  3. Pijat bagian kaki yang kram secara perlahan untuk membantu meredakan ketegangan otot.

  4. Kompres kaki dengan air hangat atau gunakan botol berisi air hangat untuk membantu mengurangi ketegangan pada otot.

  5. Mandi air hangat juga bisa menjadi cara tambahan untuk membantu merelakskan tubuh dan mengurangi kram pada kaki.

6. Perut gatal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Perut gatal biasanya terjadi karena kulit perut yang terus meregang seiring bertambahnya usia kehamilan. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga turut memengaruhi kondisi kulit sehingga membuat rasa gatal semakin mudah muncul. Meski tidak berbahaya, rasa gatal pada perut bisa membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, terutama saat kulit terasa semakin kering atau tertarik.

Cara mengatasi:

  1. Hindari paparan panas berlebihan, seperti sinar matahari langsung atau mandi dengan air yang terlalu panas, karena dapat membuat kulit semakin kering dan gatal.

  2. Gunakan pelembap secara rutin pada area perut untuk menjaga kelembapan kulit dan mengurangi rasa gatal.

  3. Pilih pakaian yang longgar dan berbahan lembut agar tidak menambah iritasi pada kulit perut.

  4. Jangan menggaruk terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

7. Sakit kepala

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sakit kepala pada ibu hamil biasanya muncul akibat perubahan hormon, peningkatan volume darah, serta perubahan aliran sirkulasi di dalam tubuh. Pada sebagian ibu hamil, keluhan ini cenderung berkurang ketika memasuki usia kehamilan enam bulan terakhir.

Cara mengatasinya:

  1. Istirahat yang cukup untuk membantu tubuh kembali rileks dan mengurangi ketegangan yang memicu sakit kepala.

  2. Lakukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran lebih tenang, seperti beristirahat di ruangan yang nyaman atau menarik napas dalam.

  3. Jika diperlukan, ibu hamil dapat mengonsumsi paracetamol, namun tetap harus sesuai anjuran dan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait dosis yang aman.

Nah, itu dia efek samping kehamilan dan cara mengatasinya. Semoga membantu, ya, Ma!

Editorial Team