Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Hamil Anak Kedua, Indah Permatasari Mengaku Ingin Olahraga Terus

4 min read
Hamil Anak Kedua, Indah Permatasari Mengaku Ingin Olahraga Terus
Instagram/@indahpermatas
  • Indah Permatasari mengumumkan kehamilan anak kedua bersama Arie Kriting melalui Instagram dan mengaku ingin terus berolahraga, termasuk mencoba coaching tenis untuk pertama kali.

  • Ibu hamil tanpa komplikasi dianjurkan beraktivitas fisik intensitas sedang 150 menit per minggu, tetapi tenis perlu perhatian karena gerakan cepat dan risiko kehilangan keseimbangan.

  • Tenis saat hamil perlu disesuaikan dengan kondisi dan persetujuan dokter. Jaga hidrasi, hindari cuaca panas, gunakan perlengkapan nyaman, serta hentikan aktivitas bila muncul gejala bahaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar bahagia datang dari pasangan artis Indah Permatasari dan Arie Kriting yang kini tengah menantikan kehadiran anak kedua. Kabar kehamilan tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadi Indah, @indahpermatas, pada Sabtu (17/10/2026).

Di tengah kehamilan keduanya, Indah mengungkapkan keinginannya untuk terus aktif berolahraga. Ia bahkan baru mencoba coaching tenis untuk pertama kalinya beberapa hari lalu. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cara Indah menyalurkan keinginannya untuk tetap bergerak selama hamil.

Namun, apakah ibu hamil boleh bermain tenis? Yuk, simak penjelasan yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama berikut ini.

  1. Indah Permatasari Mengaku Ingin Terus Olahraga saat Hamil Anak Kedua

    Hamil anak kedua, Indah Permatasari mengaku ingin olahraga terus
    Instagram/@indahpermatas

    Keinginan untuk tetap aktif selama hamil diungkapkan oleh Indah Permatasari melalui Instagram Story. Ia bercerita bahwa beberapa hari sebelumnya dirinya baru mencoba coaching tenis untuk pertama kalinya.

    “Beberapa hari lalu coba coaching Tennis untuk pertama kali,” tulis Indah.

    Ia juga mengungkapkan bahwa kehamilan keduanya membuat dirinya semakin ingin berolahraga.

    “Hamil kedua ini bawaannya pengen olahraga mulu,” lanjutnya.

    Keinginan Indah untuk tetap aktif selama kehamilan sejalan dengan anjuran olahraga bagi ibu hamil yang memiliki kondisi kesehatan baik. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kebugaran tubuh dan mendukung kesehatan selama kehamilan.

    Meski begitu, tidak semua jenis olahraga cocok untuk setiap ibu hamil. Jenis aktivitas, intensitas, serta kondisi kehamilan perlu dipertimbangkan agar olahraga tetap aman bagi Mama dan janin.

  2. Apakah Ibu Hamil Boleh Bermain Tenis?

    Hamil anak kedua, Indah Permatasari mengaku ingin olahraga terus
    Pexels/RDNE Stock Project

    Olahraga selama kehamilan umumnya diperbolehkan selama kondisi kesehatan ibu mendukung dan aktivitas dilakukan dengan aman. The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganjurkan ibu hamil tanpa komplikasi untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu.

    Namun, tenis perlu mendapat perhatian khusus karena melibatkan gerakan cepat, perubahan arah, dan risiko kehilangan keseimbangan. Saat hamil, perubahan pusat gravitasi tubuh dapat meningkatkan risiko terjatuh, terutama ketika usia kehamilan bertambah.

    Ibu hamil yang sudah terbiasa bermain tenis sebelum hamil mungkin dapat melanjutkan aktivitas tersebut dengan menyesuaikan intensitas permainan dan kondisi tubuh. Sebaliknya, jika baru ingin mencoba tenis saat hamil, sebaiknya pilih olahraga yang lebih aman terlebih dahulu dan konsultasikan dengan dokter kandungan.

    Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas fisik selama kehamilan juga dapat memberikan sejumlah manfaat, seperti membantu mengendalikan kenaikan berat badan, mengurangi risiko diabetes gestasional, serta meredakan nyeri punggung.

    Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Physical Activity and Health juga membahas hubungan aktivitas olahraga dengan kepadatan tulang selama kehamilan. Namun, temuan tersebut tidak berarti tenis menjadi pilihan olahraga yang aman untuk semua ibu hamil.

    Oleh karena itu, sebelum bermain tenis, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan jenis dan intensitas olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan.

  3. Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil saat Bermain Tenis

    Hamil anak kedua, Indah Permatasari mengaku ingin olahraga terus
    Pexels/Ahmed

    Jika dokter memperbolehkan Mama berolahraga dan kondisi kehamilan mendukung, beberapa hal berikut tetap perlu diperhatikan agar aktivitas fisik terasa lebih nyaman dan aman.

    Menurut United States Tennis Association (USTA), berikut beberapa hal yang bisa menjadi perhatian Mama saat berolahraga selama kehamilan, termasuk bermain tenis.

    1. Minum air yang cukup. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Kekurangan cairan dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan meningkatkan risiko gangguan akibat panas. Oleh karena itu, Mama sebaiknya tidak menunggu hingga merasa haus untuk minum.
    2. Perhatikan kondisi cuaca. Hindari bermain tenis di bawah terik matahari, terutama saat cuaca panas dan lembap. Ibu hamil lebih rentan mengalami kepanasan sehingga penting untuk memilih waktu olahraga yang lebih sejuk, beristirahat secara berkala, dan segera berhenti jika merasa pusing atau terlalu lelah.
    3. Pilih pakaian dan sepatu yang nyaman. Gunakan pakaian yang ringan, menyerap keringat, dan tidak membatasi gerakan. Mama juga perlu memilih sepatu yang nyaman serta memberikan dukungan dan kestabilan saat bergerak. Selama kehamilan, ukuran kaki dapat berubah sehingga sepatu yang biasa digunakan mungkin terasa lebih sempit.

    Selain memperhatikan ketiga hal tersebut, Mama juga perlu menghindari gerakan yang berisiko menyebabkan jatuh atau benturan. Segera hentikan aktivitas jika mengalami perdarahan, nyeri perut, pusing, sesak napas sebelum beraktivitas, atau kontraksi yang terasa teratur, lalu hubungi tenaga kesehatan.

    Nah, itu dia cerita Indah Permatasari yang ingin terus berolahraga selama hamil anak kedua. Ibu hamil tetap bisa aktif bergerak, asalkan memilih olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More