Pexels/RDNE Stock Project
Olahraga selama kehamilan umumnya diperbolehkan selama kondisi kesehatan ibu mendukung dan aktivitas dilakukan dengan aman. The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganjurkan ibu hamil tanpa komplikasi untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu.
Namun, tenis perlu mendapat perhatian khusus karena melibatkan gerakan cepat, perubahan arah, dan risiko kehilangan keseimbangan. Saat hamil, perubahan pusat gravitasi tubuh dapat meningkatkan risiko terjatuh, terutama ketika usia kehamilan bertambah.
Ibu hamil yang sudah terbiasa bermain tenis sebelum hamil mungkin dapat melanjutkan aktivitas tersebut dengan menyesuaikan intensitas permainan dan kondisi tubuh. Sebaliknya, jika baru ingin mencoba tenis saat hamil, sebaiknya pilih olahraga yang lebih aman terlebih dahulu dan konsultasikan dengan dokter kandungan.
Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas fisik selama kehamilan juga dapat memberikan sejumlah manfaat, seperti membantu mengendalikan kenaikan berat badan, mengurangi risiko diabetes gestasional, serta meredakan nyeri punggung.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Physical Activity and Health juga membahas hubungan aktivitas olahraga dengan kepadatan tulang selama kehamilan. Namun, temuan tersebut tidak berarti tenis menjadi pilihan olahraga yang aman untuk semua ibu hamil.
Oleh karena itu, sebelum bermain tenis, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan jenis dan intensitas olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan.