7 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil saat Sahur

Saat menjalani ibadah puasa, ibu hamil perlu lebih selektif dalam memilih makanan saat sahur agar kesehatan dirinya dan janin tetap terjaga. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya bernutrisi seimbang untuk menjaga energi sepanjang hari dan menghindari risiko kesehatan.
Namun, ada beberapa jenis makanan yang justru sebaiknya dihindari karena dapat memicu gangguan pencernaan, lonjakan gula darah, atau bahkan membahayakan perkembangan janin.
Beberapa di antaranya mungkin sering dikonsumsi sehari-hari, tetapi kurang aman jika dikonsumsi saat sahur dalam kondisi hamil. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari agar tetap sehat dan nyaman selama menjalani puasa.
Berikut Popmama.com berhasil rangkum daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil saat sahur beserta alasannya.
Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil saat Puasa

Ibu hamil membutuhkan tambahan sekitar 350 kalori per hari dibandingkan saat tidak hamil. Jika kebutuhan kalori harian sebelum hamil adalah 2.000 kalori, maka saat hamil meningkat menjadi 2.350 kalori karena semua nutrisi yang dibutuhkan janin sepenuhnya berasal dari ibu.
Jika ibu mengalami kekurangan vitamin dan mineral, janin akan mengambilnya dari cadangan tubuh ibu, termasuk dari tulang. Hal ini juga berlaku untuk kalsium, yang sangat penting bagi pertumbuhan tulang janin. Jika asupan kalsium ibu tidak mencukupi, janin akan menyerapnya dari tubuh ibu, meningkatkan risiko osteoporosis.
Maka dari itu, Mama perlu lebih cermat dalam memilih asupan makanan saat sahur dan berbuka agar kebutuhan nutrisi terpenuhi, baik untuk kesehatan diri sendiri maupun tumbuh kembang si Kecil di dalam kandungan.
Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil saat Sahur

Memilih makanan sahur bisa menjadi tantangan bagi ibu hamil, karena Mama perlu memperhatikan tidak hanya kebutuhan diri sendiri, tetapi juga kesehatan dan keselamatan calon bayi. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur oleh ibu hamil:
1. Karbohidrat sederhana
Kue kering, sereal manis, roti putih, dan permen mengandung banyak gula sederhana yang memberikan energi instan, tetapi rendah serat. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti oleh penurunan energi yang dapat membuat Mama mudah lelah dan lebih cepat lapar saat berpuasa.
Sebagai alternatif, Mama bisa memilih karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau oatmeal agar lebih kuat dalam menjalankan puasa.
2. Gorengan
Makanan yang digoreng dan tinggi lemak dapat memperlambat pencernaan serta meningkatkan risiko gastritis, yang menyebabkan perut terasa tidak nyaman.
Selain itu, konsumsi gorengan juga bisa membuat Mama merasa lebih haus sepanjang hari. Sebaiknya pilih makanan yang dipanggang atau dikukus agar tetap sehat dan nyaman diperut saat berpuasa.
3. Camilan asin
Keripik, kerupuk, atau makanan tinggi garam memang terasa lezat, tetapi dapat menyebabkan retensi cairan dan dehidrasi.
Hal ini bisa membuat Mama merasa lebih cepat haus dan tidak nyaman selama puasa. Sebagai gantinya, konsumsi camilan sehat seperti kacang-kacangan tanpa garam atau buah-buahan segar.
4. Makanan pedas
Makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan asam lambung naik, yang bisa memicu ketidaknyamanan selama puasa.
Selain itu, makanan ini juga dapat meningkatkan rasa haus. Jika Mama ingin tetap menikmati makanan dengan rasa yang kuat, coba pilih makanan dengan rempah-rempah yang lebih ringan seperti jahe atau kunyit.
5. Buah kering dalam jumlah berlebihan
Meskipun buah kering kaya akan serat dan nutrisi, namun beberapa di antaranya mengandung gula pekat yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko dehidrasi.
Jika ingin mengonsumsinya, pastikan dalam jumlah sedang dan imbangi dengan minum air putih yang cukup.
6. Sayuran cruciferous
Sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kubis memang kaya nutrisi, tetapi dapat menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan sehingga bisa membuat Mama merasa tidak nyaman saat berpuasa.
Jika tetap ingin mengonsumsi sayuran ini, pastikan Mama memasaknya dengan baik untuk mengurangi efek gas yang ditimbulkan.
7. Makanan Olahan
Makanan olahan seperti sosis, nugget, dan makanan instan umumnya rendah nutrisi tetapi tinggi garam dan pengawet. Konsumsi makanan ini dapat menyebabkan dehidrasi serta kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan ibu hamil.
Sebaiknya pilih makanan segar dan alami untuk sahur yang lebih sehat dan bergizi.
Takaran Makan Sahur untuk Ibu Hamil

Saat sahur, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi seimbang, yaitu 50% karbohidrat (seperti nasi atau gandum), 30% protein (dari daging, ayam, tahu, atau tempe), serta 10–20% lemak sehat.
Selain itu, penting untuk menambahkan serat dari sayur dan buah serta mencukupi kebutuhan cairan agar tubuh tetap terhidrasi dan energi tetap terjaga sepanjang hari.
Nah, itu dia informasi seputar makanan yang dilarang untuk ibu hamil saat sahur. Jika Mama sudah terlanjur mengonsumsi makanan tersebut saat sahur, mulai sekarang yuk perbaiki pola makan demi kesehatan Mama dan calon bayi.
Semoga bermanfaat, Ma!



















