Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Selain Telat Haid, Ini 7 Ciri Fisik Pembuahan Berhasil
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Tujuh perubahan fisik awal yang dapat muncul setelah pembuahan meliputi flek implantasi, suhu basal tetap meningkat, serta payudara lebih sensitif atau berubah warna.

  • Gejala lain mencakup tubuh mudah lelah dan mengantuk, mual yang dapat terjadi kapan saja, peningkatan keputihan normal, serta kram ringan di perut bawah.

  • Tanda-tanda tersebut tidak selalu dialami setiap perempuan dan dapat menyerupai gejala pramenstruasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ciri fisik pembuahan berhasil bisa menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan bagi Mama yang sedang menantikan kehadiran si Kecil. Selain terlambat menstruasi, ternyata beberapa perempuan juga merasakan perubahan pada tubuh di awal kehamilan.

Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan perubahan hormon setelah pembuahan dan pada awal kehamilan. Namun, ciri-ciri ini tidak selalu dialami oleh setiap perempuan dan sebagian gejalanya juga mirip dengan tanda pramenstruasi. 

Penasaran apa saja ciri-cirinya?

Berikut Popmama.com merangkum tujuh ciri fisik yang dapat muncul setelah pembuahan berhasil. Yuk, simak penjelasannya, Ma!

1. Muncul flek implantasi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Salah satu perubahan yang mungkin dialami adalah munculnya flek implantasi, yaitu bercak darah ringan yang dapat terjadi ketika hasil pembuahan menempel pada dinding rahim. Flek ini umumnya muncul sekitar 6–12 hari setelah pembuahan dan jumlah darahnya lebih sedikit dibandingkan menstruasi.

Warna flek biasanya merah muda atau kecokelatan dan dapat berlangsung singkat. Meski begitu, tidak semua perempuan mengalaminya. Jika perdarahan cukup banyak, disertai nyeri hebat, atau membuat Mama khawatir, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Suhu basal tubuh tetap meningkat

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Suhu basal tubuh merupakan suhu tubuh saat beristirahat, yang biasanya diukur segera setelah bangun tidur dan sebelum beraktivitas. Setelah ovulasi, suhu basal tubuh dapat meningkat sedikit akibat perubahan hormon progesteron.

Jika kehamilan terjadi, suhu tersebut bisa tetap berada di atas suhu sebelum ovulasi selama lebih dari dua minggu. Namun, perubahan ini perlu dipantau secara rutin agar dapat dibandingkan dengan pola suhu sebelumnya, sebab suhu basal tubuh yang meningkat saja belum cukup untuk memastikan kehamilan.

3. Payudara terasa lebih sensitif

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat membuat payudara terasa lebih penuh, bengkak, atau nyeri ketika disentuh. Mama juga mungkin merasakan payudara menjadi lebih sensitif dibandingkan biasanya, bahkan saat mengenakan pakaian atau bra.

Selain itu, area di sekitar puting atau areola dapat mengalami perubahan warna dan tampak lebih gelap. Meski perubahan payudara bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan, kondisi serupa juga dapat terjadi menjelang menstruasi sehingga perlu dilihat bersama tanda lainnya.

4. Tubuh lebih mudah lelah dan mengantuk

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mama mungkin merasa lebih cepat lelah meskipun tidak melakukan banyak aktivitas. Pada awal kehamilan, peningkatan hormon progesteron dapat berkontribusi terhadap rasa kantuk, sementara tubuh mulai mengalami berbagai perubahan untuk mendukung kehamilan.

Kondisi ini bisa membuat ibu hamil ingin tidur lebih lama atau membutuhkan waktu istirahat lebih banyak dari biasanya. Jika rasa lelah muncul, cobalah memenuhi kebutuhan tidur, menjaga asupan makanan, dan menyisakan waktu untuk beristirahat.

5. Muncul rasa mual atau morning sickness

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mual merupakan salah satu gejala yang cukup dikenal pada awal kehamilan. Meski sering disebut morning sickness, rasa mual tidak hanya muncul pada pagi hari, tetapi juga bisa terjadi pada siang atau malam hari. Gejala ini umumnya mulai dirasakan beberapa minggu setelah kehamilan terjadi.

Perubahan hormon, termasuk peningkatan hormon hCG, diduga berperan dalam munculnya mual selama awal kehamilan. Tingkat keparahannya pun berbeda pada setiap perempuan. Ada yang hanya merasa sedikit mual, sementara yang lain bisa mengalami muntah atau lebih sensitif terhadap aroma tertentu.

6. Keputihan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Pada awal kehamilan, sebagian perempuan mengalami peningkatan jumlah keputihan akibat perubahan hormon dan aliran darah di area panggul. Keputihan yang normal umumnya berwarna bening atau putih susu, bertekstur agak encer, dan tidak disertai bau menyengat maupun rasa gatal.

Perubahan ini merupakan salah satu respons alami tubuh yang membantu menjaga lingkungan vagina. Namun, keputihan saja tidak dapat memastikan terjadinya kehamilan. Jika keputihan berubah menjadi kuning kehijauan, berbau tidak sedap, atau disertai gatal dan nyeri, Mama sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

7. Muncul kram ringan di perut bagian bawah

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Sebagian perempuan merasakan kram ringan di perut bagian bawah pada awal kehamilan. Sensasinya bisa menyerupai kram menjelang menstruasi, seperti rasa tertarik atau tidak nyaman yang datang dan pergi. Pada beberapa orang, keluhan ini juga dapat muncul bersamaan dengan flek ringan.

Meski begitu, kram perut bukan tanda khusus bahwa pembuahan berhasil karena keluhan serupa juga bisa terjadi menjelang menstruasi. Jika Mama mengalami nyeri hebat, terutama pada satu sisi perut, perdarahan banyak, pusing berat, atau sampai merasa ingin pingsan, segera cari pertolongan medis.

Nah, itu dia tujuh ciri fisik yang bisa muncul setelah pembuahan berhasil. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!

Curated For You

Editorial Team

Related Article