Begini Hukum Puasa bagi Ibu Hamil Menurut Islam

Bagaimana sebenarnya hukum puasa bagi ibu hamil? Temukan jawabannya di sini, Ma

21 April 2020

Begini Hukum Puasa bagi Ibu Hamil Menurut Islam
Pexel/mentatdgt

Tak terasa, sebentar lagi kita akan menyambut kedatangan bulan yang paling dinanti-nantikan umat Muslim di seluruh dunia. Apalagi kalau bukan bulan Ramadan. Kewajiban umat Muslim di bulan Ramadan adalah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. 

Saat berpuasa, seseorang harus menahan lapar dan haus setidaknya selama 12 jam dan kondisi ini bisa memengaruhi kondisi tubuh Mama.

Meskipun diwajibkan, akan tetapi ada kondisi-kondisi khusus di mana seseorang mendapat pertimbangan untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Salah satunya adalah ibu hamil. Lalu, seperti apa sih hukum puasa bagi ibu hamil menurut Islam?

Ibu hamil, wajib puasa atau tidak?

Ibu hamil, wajib puasa atau tidak
Freepik

Di agama Islam sendiri, ibu hamil diberikan keringanan untuk tidak berpuasa. Terutama jika sang ibu mengkhawatirkan kondisi kesehatan dan janin yang sedang dikandungnya.

Dilihat dari segi hukum Islam, ibu hamil yang tidak berpuasa tetap wajib mengganti amalan puasanya di bulan Ramadan dengan meng-qodho' puasa atau membayar fidyah di hari-hari setelahnya. 

Sementara itu, dari sisi kesehatan, para ahli kesehatan menganjurkan agar ibu hamil tidak berpuasa terlebih dahulu apabila usia kandungan masih menginjak trimester pertama.

Ini dikarenakan di trimester pertama ini organ tubuh janin masih mengalami pembentukan secara signifikan sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang banyak dari sang Mama. Apabila sang Mama tetap berpuasa di trimester pertama ini, dikhawatirkan janin akan lahir dengan berat badan rendah.

Lepas dari trimester pertama yang sangat krusial, ibu hamil biasanya sudah bisa menjalani puasa. Akan tetapi, ada catatan penting yang harus dipenuhi, terutama soal kecukupan gizi dan kesiapan tubuhnya. 

Editors' Picks

Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan ibu hamil untuk berpuasa

Kondisi kesehatan tidak memungkinkan ibu hamil berpuasa
freepik.com/freepik

Jika berat badan Mama tidak mengalami kenaikan yang baik, atau cenderung turun, mengalami dehidrasi, sakit kepala, lemas, demam, mual dan muntah, atau pun gerak janin pasif dan Mama mengalami nyeri perut menyerupai kontraksi, sebaiknya Mama segera membatalkan puasa dan memeriksakan diri ke dokter. 

Alangkah baiknya apabila sebelum menjalankan ibadah puasa, Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi kesiapan Mama dan sang janin.

Syarat nutrisi yang harus dipenuhi ibu hamil saat puasa

Syarat nutrisi harus dipenuhi ibu hamil saat puasa
Freepik

Saat puasa, konsumsi makanan dan minuman Mama akan terbatas oleh waktu. Mama hanya bisa makan dan minum saat sahur dan buka puasa. Lalu, bagaimana dengan kecukupan gizi dan nutrisinya?

Ibu hamil yang siap dan mampu berpuasa harus memenuhi kebutuhan nutrisinya sebesar 2.500 kilo kalori per harinya. Jumlah ini dibagi-bagi menjadi tiga bagian penting, yaitu 50 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani dan nabati, dan 20 persen lemak dari kacang-kacangan. 

Selain itu, Mama tak boleh lupa mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat, kalsium, dan zat besi untuk menunjang kebutuhan gizi dan nutrisi Mama serta sang Janin.

Pola makan sehat saat sahur dan berbuka

Pola makan sehat saat sahur berbuka
Freepik/freepik

Mengacu pada kebutuhan nutrisi yang disebut di atas, Mama bisa mengatur menu sahur dan buka puasa agar tetap mendapatkan energi yang cukup selama seharian beraktivitas.

Berikut ini pola makan sehat saat sahur dan buka puasa yang wajib Mama lakukan:

Sahur

Sahur sangat penting sebagai kunci pemasok energi untuk beraktivitas seharian. Jangan sampai melewatkannya ya, Ma. Konsumsi karbohidrat yang terbuat dari beras merah atau gandum utuh. Padukan dengan protein yang bisa didapat dari susu, telur, dan kacang-kacangan. Agar metabolisme tetap lancar, konsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran.

Buka puasa

Saat berbuka puasa, mulailah dengan minum air putih terlebih dahulu. Kemudian konsumsilah makanan yang mengandung gula untuk memulihkan energi. Buah segar, buah kering, dan kurma adalah pilihan yang tepat.

Beranjak ke menu utama, Mama bisa mengonsumsi menu yang bervariasi, mulai dari sayur, buah, daging ayam, daging sapi, kacang-kacangan, dan karbohidrat kompleks. Utamakan mengonsumsi makanan yang berkuah, seperti sup-supan, untuk merehidrasi tubuh. Hindari makan makanan yang digoreng, bersantan, pedas, dan daging-dagingan yang dibakar, serta minuman berkafein.

Itu dia hukum puasa untuk ibu hamil serta beberapa tips agar tetap sehat selama menjalani ibadah puasa. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma. Selamat menjalankan ibadah puasa. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.