5 Cara Ampuh agar Bisa Hamil Anak Laki-laki

Saat program hamil, beberapa cara ini bisa dicoba dilakukan lho Ma

15 April 2019

5 Cara Ampuh agar Bisa Hamil Anak Laki-laki
Freepik/NikitaBuida

Seringkali orang tua menginginkan dan berharap untuk bisa hamil dengan jenis kelamin tertentu, salah satunya laki-laki. Nah, apa yang bisa dilakukan agar bisa hamil anak laki-laki, ya?

Ada beberapa cara yang diyakini bisa meningkatkan peluang Mama agar bisa hamil anak-laki-laki. Mulai dari mengubah pola makan, memerhatikan masa subur, serta mencari posisi berhubungan intim yang pas.

Meski kemungkinannya masih sedikit, tapi tak ada salahnya juga Mama dan Papa mencoba cara-cara berikut ini. Yuk simak rangkuman informasi tentang tips ampuh agar punya anak laki-laki dari Popmama.com berikut ini.

1. Perbanyak makan sayur dan buah

1. Perbanyak makan sayur buah
Pexels/Lisa Fotios

Dilansir Web MD, sperma untuk anak laki-laki bisa tumbuh subur di lingkungan yang bersifat basa. Oleh sebab itu, cobalah untuk memperbanyak konsumsi diet yang bersifat basa seperti dari sayuran hijau, buah, dan hindari konsumsi makanan olahan dan bergula.

Untuk menu sarapan, Mama bisa memilih sereal dan menu yang kaya akan kalium. Bisa juga didapat dari buah pisang. Peneliti dari Exeter University, Fiona Mathews, menyebutkan bahwa pisang kaya akan kalium dan natrium, sehingga baik dikonsumsi bagi Mama dan Papa yang sedang program hamil anak laki-laki.

Ya, perbanyak menu harian Mama dengan asupan yang bersifat basa seperti jagung, roti, ikan, brokoli, alpukat, tahu, kacang hijau, bayam dan kale.

2. Upayakan orgasme pada istri

2. Upayakan orgasme istri
Freepik/Jcomp

Orgasme pada dasarnya turut memengaruhi kadar pH di tubuh Mama. Dengan demikian, mengupayakan supaya Mama orgasme terlebih dahulu juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengondisikan pH di tubuh Mama.

Orgasme yang dialami oleh Mama dapat memicu produksi cairan vagina yang bersifat basa. Hal ini kemudian dapat membantu sperma kromosom Y supaya bisa bertahan hidup lebih lama.

Selain itu, orgasme juga membantu mempermudah gerakan sperma menuju sel telur. Jadi, jangan lupa komunikasikan juga dengan Papa agar tidak terjadi kesalahpahaman, ya.

Baca juga: 

Editors' Picks

3. Gunakan posisi bercinta dengan penetrasi dalam

3. Gunakan posisi bercinta penetrasi dalam
Pexels/Pixabay

Perlu diketahui bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom X atau Y yang ada di sperma. Sementara itu, sel telur Mama selalu memiliki kromosom X. Pembuahan kombinasi kromosom XX menghasilkan janin perempuan, sementara itu, kromosom XY menghasilkan janin laki-laki.

Apabila saat ini Mama sedang ingin hamil bayi laki-laki, maka upayakan untuk melakukan penetrasi dalam saat berhubungan intim. Ini karena kondisi ini membantu mengurangi jarak yang harus ditempuh oleh sperma anak laki-laki menuju sel telur.

Pada dasarnya, sperma laki-laki memiliki kecepatan renang yang lebih cepat daripada sperma perempuan. Namun ia memiliki rentang hidup yang lebih pendek. Selain itu, lingkungan vagina luar memiliki tingkat asam yang tinggi, sehingga kemungkinan besar sperma anak laki-laki tidak bisa bertahan hidup.

Posisi bercinta dengan penetrasi yang lebih dalam misalnya seperti doggy style, bercinta sambil duduk atau woman on top. Mama dan Papa juga bisa mencoba bereksperimen dengan bercinta sambil berdiri. Diyakini posisi ini membantu sperma berenang lebih cepat untuk mencapai sel telur.

4. Melakukan hubungan intim tepat di masa subur

4. Melakukan hubungan intim tepat masa subur
Pexels/Moose Photos

Dalam bukunya yang berjudul “How To Choose the Sex of your Baby”, Dr Landrum Shettles, MD, menyebutkan bahwa penting bagi Mama untuk mengetahui kapan masa subur alias hari ovulasi saat ingin punya anak laki-laki.

Dengan begitu, Mama bisa menjadwalkan sesi hubungan intim pada waktu tersebut. Ini juga bisa dikatakan sebagai salah satu cara ampuh meningkatkan peluang hamil anak laki-laki lho, Ma.

Sebab pada waktu ini sel telur sudah muncul sepenuhnya, sehingga apabila dikombinasikan dengan posisi bercinta yang memiliki penetrasi dalam, sperma anak laki-laki akan lebih mudah dan cepat bisa menuju sel telur tanpa perlu bersaing dengan sperma anak perempuan.

Apabila Mama tidak memahami kapan jadwal masa subur alias hari ovulasi, maka berhubungan intim sebelum waktu tersebut justru bisa membuat sperma anak laki-laki mati lebih cepat karena sel telur belum muncul.

Baca juga: Online Hingga Manual, Ini Dia 4 Jenis Kalkulator Masa Subur Perempuan

5. Minta suami gunakan celana dalam jenis boxer

5. Minta suami gunakan celana dalam jenis boxer
Freepik

Pemilihan jenis dan bahan celana dalam bagi Papa juga menjadi salah satu faktor penting saat Mama sedang program hamil anak laki-laki. Untuk memaksimalkan upaya ini, Mama bisa meminta Papa untuk menggunakan celana dalam jenis boxer.

Celana dalam boxer memberikan sirkulasi udara yang lebih baik pada area organ intim pria. Tidak ada tekanan berlebih juga sehingga kondisinya lebih rileks dan nyaman.

Dengan sirkulasi udara yang lancar, bisa dipastikan produksi sperma akan terjaga dengan baik karena suhu udaranya tepat dan tidak panas.

Seperti diketahui, suhu panas tidak dianjurkan bagi area organ intim pria karena bisa mengganggu proses produksi spermanya. Ya, sperma diprediksi akan bergerak lebih lambat dan tidak mampu bertahan hidup lebih lama untuk mencapai sel telur.

Selain menggunakan celana dalam jenis boxer, Papa juga sebaiknya tidak melakukan aktivitas-aktivitas tertentu yang bisa mengganggu suhu dan sirkulasi udara di area organ intim. Misalnya berendam di air hangat terlalu lama atau bekerja lama sambil memangku laptop.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!