Pantang Menyerah, Tya Ariestya Jalani Program Bayi Tabung Ketiga

Meski beberapa bulan lalu sempat gagal, ia kini lebih optimis

8 Agustus 2018

Pantang Menyerah, Tya Ariestya Jalani Program Bayi Tabung Ketiga
Instagram.com/tya_ariestya

Beberapa waktu lalu, artis Tya Ariestya diketahui pernah menjalani program bayi tabung untuk anak keduanya. Setelah berjuang melewati berbagai rintangan, ia harus menerima kenyataan bahwa program tersebut gagal.

Hebatnya, Tya tetap bersemangat dan tidak mudah menyerah. Kini ia tengah bersiap-siap untuk kembali menjalani program bayi tabung yang ketiga kalinya. Tya sangat berharap programnya kali ini bisa berhasil.

Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, @tya_ariestya, ia berbagi kisah menginspirasi soal program bayi tabungnya kali ini. Ia ingin para Mama yang juga tengah berjuang menjalani program bayi tabung tetap bersemangat dan tak pantang menyerah. Nah, berikut Popmama.com rangkum kisah Tya:

1. Siap menjalani program ketiga

1. Siap menjalani program ketiga
Instagram.com/tya_ariestya

Sama seperti sebelumnya, Tya mengungkapkan untuk kali ini dirinya kembali menjalani program bayi tabung di Morula IVF, Menteng, Jakarta Pusat. Sejauh ini, Tya bercerita dirinya pernah menjalani dua kali program bayi tabung, yakni IVF (In Vitro Fertilization) dan FET (Frozen Embrio Transfer).

Program FET yang dijalaninya beberapa waktu lalu dinyatakan gagal, sehingga untuk kali ini Tya dan suami mantap memilih jalan kembali menjalani program IVF.

Baca juga: Serba-Serbi Proses IVF yang Harus Diketahui Pasangan Suami-Istri

2. Dosis obat lebih tinggi

2. Dosis obat lebih tinggi
Instagram.com/tya_ariestya

Berbeda dengan program IVF yang pernah dijalaninya dulu, kali ini Tya mengaku akan diberikan obat dengan dosis yang lebih tinggi. Kenapa ya? Secara terbuka, ia menjelaskan bahwa alasannya murni karena kini berat badannya sudah bertambah banyak dibandingkan sebelumnya.

Seperti diketahui, pertama kali Tya menjalani program IVF adalah sekitar tahun 2015. Saat itu, dirinya dinyatakan positif hamil anak pertamanya yang kini sudah berusia 2 tahun, Muhammad Kanaka Ratinggang.

Editors' Picks

3. Bahagia jalani kontrol pertama

3. Bahagia jalani kontrol pertama
Instagram.com/tya_ariestya

Program bayi tabung ketiga Tya akan dimulai pada akhir Agustus 2018, namun ia sudah mulai menjalani berbagai pemeriksaan sejak awal Juli. Bersama dokternya, Tya menceritakan hasil kontrol kali ini sangat baik. Hasil ini pun membuat dirinya menjadi semakin bersemangat menjalani program yang ketiga ini.

Tya menceritakan, sebulan lalu dirinya sempat khawatir mengalami kista hormon. Hal ini karena terdapat sebuah sel telur yang cukup besar meski dirinya sudah melewati masa subur. Dengan penuh syukur, Tya mengungkapkan kelegaannya setelah sang dokter menjelaskan sel telur tersebut sudah mengecil.

Bukan cuma itu saja, kondisi hormon dalam tubuh Tya saat ini juga disebutkan sudah sangat baik. Bisa dibilang, tubuhnya sudah siap untuk menjalani program bayi tabung lagi. Wah, langkah awal yang menyenangkan ya, Ma!

4. Berusaha tetap ceria

4. Berusaha tetap ceria
Instagram.com/tya_ariestya

Meski dalam hatinya sempat khawatir dan takut gagal lagi, Tya tetap bersemangat menjalani program bayi tabung ketiganya. Sambil menunggu siklus haid di bulan Agustus ini, Tya mengaku akan tetap ikhtiar menjalani programnya.

Senyum pun tak pernah lepas dari wajahnya setiap kali kontrol ke dokter. Menurut Tya, ini adalah langkah paling sederhana yang bisa dijalaninya agar tetap optimis. Tak mau lama berdiam diri, semua kekurangan ini justru dijadikan Tya sebagai kelebihan dirinya. Ia sangat berharap program bayi tabungnya kali ini bisa berhasil. Kita doakan bersama yuk, Ma!

5.  Apa itu IVF dan FET?

5.  Apa itu IVF FET
Instagram.com/tya_ariestya

IVF alias In Vitro Fertilization merupakan salah satu metode dalam program bayi tabung yang sangat populer. Menurut American Pregnancy Association, dalam metode IVF dokter akan memberikan Mama obat hormonal untuk merangsang indung telur memproduksi lebih banyak sel telur.

Ini supaya peluang kehamilan Mama lebih besar.

Selama periode minum obat tersebut, dokter akan terus mengawasi kondisi sel telur mama. Nah, saat sel telur sudah matang, dokter akan mengangkatnya untuk kemudian disatukan dengan sperma dari Papa yang sudah diambil sebelumnya.

Setelah disatukan dan menjadi embrio, maka kemudian embrio tersebut diinkubasi dan diawasi. Sampai akhirnya nanti embrio yang paling sehat akan dipilih dan kembali dimasukkan ke dalam rahim mama. Selanjutnya tinggal menunggu apakah embrio tersebut berhasil tumbuh dan berkembang di dalam tubuh mama.

Nah, sisa embrio yang sebelumnya tadi tidak terpakai bisa dibekukan dan disimpan untuk nanti digunakan lagi oleh Papa dan Mama. Metode memasukkan kembali embrio yang sudah beku ini disebut sebagai FET atau Frozen Embryo Transfer.

Proses ini bisa dikatakan lebih cepat dibandingkan program IVF yang menggunakan embrio baru. Untuk mencairkan embrio yang dibekukan, hanya butuh waktu sekitar satu jam dan bisa langsung dilakukan proses transfer ke rahim Mama.