Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Vaginal Toilet dan Manfaatnya untuk Kesehatan Reproduksi

Apa Itu Vaginal Toilet dan Manfaatnya untuk Kesehatan Reproduksi
Freepik.com/freepik
  • Vaginal toilet adalah prosedur pembersihan area luar organ kewanitaan untuk menjaga kebersihan area intim, bukan fasilitas toilet seperti namanya.
  • Area intim perempuan yang lembap dan sensitif lebih rentan menjadi tempat berkembang biak bakteri, sehingga kebersihan vagina penting untuk mencegah infeksi atau jamur.
  • Vaginal toilet menjadi salah satu cara menjaga kesehatan reproduksi, tetapi tidak dilakukan sendiri karena terdapat prosedur yang perlu dijalankan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Vaginal toilet bukan seperti namanya. Bukan toilet, melainkan sebuah prosedur pembersihan area luar organ kewanitaan yang tujuannya untuk menjaga kebersihan area intim. Bagaimana cara melakukannya? 

Organ intim perempuan cukup sensitif karena lembap sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak. Maka dari itu, penting sekali untuk selalu menjaga kebersihan vagina agar tidak mudah terkena infeksi atau jamur. 

Salah satu cara untuk menjaga kesehatannya adalah dengan melakukan vaginal toilet. Eits, cara ini tidak bisa dilakukan sendiri, ya. Ada prosedur yang harus dilakukan. Seperti apa cara vaginal toilet? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu. 

  1. 1. Mengenal vaginal toilet

    Pexels.com/Darya Sannikova
    Pexels.com/Darya Sannikova

    Vaginal toilet adalah prosedur pembersihan area luar organ intim perempuan atau vulva. Tujuannya untuk menjaga kebersihan, mencegah infeksi, dan membantu mempertahankan keseimbangan bakteri baik di area intim. 

    Dalam pelaksanaannya, vaginal toilet biasanya menggunakan air bersih, sabun khusus dengan pH seimbang, atau cairan antiseptik ringan sesuai dengan kebutuhan medis dan anjuran nakes. Vaginal toilet hanya untuk pembersihan area luar karena vagina memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri. 

  2. 2. Manfaat dari vaginal toilet

    Freepik.com/pikisuperstar
    Freepik.com/pikisuperstar

    Vaginal toilet memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan organ intim. Pertama, bisa mencegah infeksi bakteri dan jamur. Lalu,mengurangi bau tidak sedap sehingga bakteri pun tidak banyak berkembang biak di sana. 

    Kemudian, prosedur ini juga bisa menjaga keseimbangan pH vagina yang penting untuk melancarkan program hamil. Vagina dengan pH seimbang bisa menerima sperma lebih baik dibanding yang memiliki pH tidak seimbang. 

    Vagina memang area yang sensitif, sedangkan prosedur ini mampu mencegah terjadinya iritasi terutama pada kulit yang sensitif. 

  3. 3. Kapan boleh melakukannya?

    Freepik.com/freepik
    Freepik.com/freepik

    Prosedur ini bukanlah sesuatu yang wajib rutin dilakukan secara terus-menerus, melainkan jika ada indikasi tertentu saja. Biasanya, dokter atau tenaga kesehatan akan menganjurkan untuk melakukan vaginal toilet jika pasien mengalami beberapa kondisi. 

    Pertama, memiliki keputihan yang tidak normal. Lalu, mengalami infeksi pada area kewanitaan, seperti infeksi jamur atau bakteri yang memerlukan pembersihan tambahan sebagai bagian dari perawatan. 

    Prosedur ini juga bisa dilakukan saat menjelang atau setelah tindakan medis seperti prosedur ginekologi atau sejenisnya.

  4. 4. Siapa yang bisa melakukan prosedur vaginal toilet

    Thirdman/Pexels
    Thirdman/Pexels

    Umumnya, vaginal toilet bisa dilakukan oleh dokter atau bidan. Tidak serta merta datang dan meminta untuk dilakukan vaginal toilet. Dokter atau tenaga medis akan memeriksa terlebih dahulu dan ketika mendapati kondisi yang memerlukan prosedur tersebut, barulah mereka melakukannya. 

  5. 5. Cara menjaga kesehatan organ intim

    Unsplash.com/Wren Meinberg
    Unsplash.com/Wren Meinberg

    Sebelum sampai harus melakukan vaginal toilet, kamu juga bisa menjaga kesehatan organ intim secara mandiri. Berikut adalah caranya: 

    • Bersihkan area intim dengan air bersih dan mengalir, bersihkan dari depan ke belakang dan tidak perlu menggosok terlalu keras agar tidak iritasi. 
    • Jaga area intim tetap kering dengan mengelap menggunakan tisu atau handuk setelah buang air. 
    • Pilih pakaian dalam yang nyaman seperti yang berbahan katun dan tidak terlalu ketat. Ganti rutin terutama setelah berkeringat atau setelah beraktivitas seharian. 
    • Rutin mengganti pembalut saat menstruasi agar tidak terjadi iritasi. 
    • Untuk produk pembersihan, hindari yang menggunakan pewangi dan terlalu banyak kimianya. 
    • Jaga pola hidup sehat seperti konsumsi makanan seimbang, minum air putih cukup, dan menjaga daya tahan tubuh. 

    Terlihat sederhana dan mudah dilakukan, namun nyatanya masih sering terlupa. Yuk, lebih mindful menjaga kesehatan organ intim!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More