Bahaya Fragrance dan Phthalates pada Skincare & Sabun

- Banyaknya pilihan skincare dan bodycare menuntut konsumen lebih teliti agar tidak berdampak negatif pada kesehatan reproduksi.
- Infertilitas tidak hanya dipengaruhi organ reproduksi, tapi juga gaya hidup, kebiasaan sehat, serta produk perawatan yang digunakan.
- Kandungan fragrance buatan dan phthalates dalam skincare dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memengaruhi sistem reproduksi.
Semakin banyak pilihan skincare dan bodycare, kita juga harus semakin jeli memilihnya. Karena jika tidak, malah bisa menjadi salah satu masalah infertilitas.
Selama ini, infertilitas selalu menitikberatkan pada organ reproduksi. Padahal, kesuburan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa faktor di antaranya adalah gaya hidup yang seimbang, kebiasaan yang sehat, serta pemilihan skincare dan bodycare.
Faktanya, skincare dan bodycare yang mengandung fragrance atau pewangi buatan dan phthalates bisa memengaruhi keseimbangan hormon, yang berujung pada kesehatan sistem reproduksi.
Seperti apa detailnya, Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama.
1. Mengenal senyawa fragrance

Dalam produk skincare dan bodycare, biasanya ditambahkan fragrance untuk memberikan kesan nyaman pada hidung. Aroma yang lembut mampu memberikan kenyamanan pada para pemakainya.
Fragrance sendiri adalah campuran bahan kimia sintetis atau alami yang ditambahkan ke dalam skincare untuk memberikan aroma tertentu atau menutupi aroma bahan kimia dasar sebuah produk.
Faktanya, satu label fragrance bisa menyembunyikan 50 hingga lebih dari 200 bahan kimia. Sedangkan produsen tidak diwajibkan merincikan bahan-bahan tersebut demi melindungi formula dagang.
2. Apa itu phthalates?

Sedangkan phthalates adalah sekelompok senyawa kimia yang sering digunakan sebagai pelarut dan bahan pengikat agar aroma wangi pada skincare, terutama parfum dan losion, bisa bertahan lebih lama di kulit.
Phthalates sendiri masuk dalam golongan endocrine disruptor atau pengganggu hormon yang memiliki dampak negatif pada sistem reproduksi dan kesehatan secara keseluruhan.
3. Seperti apa endocrine disruptor?

Phthalates dan fragrance termasuk dalam golongan endocrine disruptor. Zat kimia ini bekerja dengan meniru, memblokir dan mengganggu fungsi hormon alami di dalam sistem endokrin tubuh. Paparan, apalagi yang terus-menerus, mampu memicu kekacauan sinyal hormonal yang mengatur metabolisme, tumbuh kembang, reproduksi, dan sistem kekebalan tubuh, demikian dilansir dari Health.ec.europa.eu.
Bagaimana cara bekerjanya? Pertama, mereka menirukan, berperan seperti hormon alami, sehingga memicu respon berlebihan dari sel. Lalu, mereka mengikat reseptor hormon sehingga mencegah hormon alami untuk bekerja sebagaimana mestinya.
Lalu, senyawa ini akan meningkatkan atau menurunkan produksi hormon alami serta merusak proses distribusinya di dalam darah, demikian dilansir dari ScienceDirect.
4. Efeknya pada fertilitas perempuan

Paparan senyawa kimia ini, dalam jangka panjang, memiliki kaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan serius. Pertama, gangguan reproduksi.
Pada perempuan, paparan endocrine disruptor mampu mengacaukan sinyal hormon di otak sehingga proses pematangan dan pelepasan sel telur terganggu. Lalu, senyawa ini bisa memicu stres oksidatif yang menurunkan kualitas sel telur dan cadangan ovarium.
Dalam jangka panjang, senyawa ini mampu memicu siklus menstruasi yang tidak teratur sehingga memicu kondisi seperti PMOS atau endometriosis.
5. Efeknya pada kesuburan laki-laki

Efek endocrine disruptor bisa juga merugikan laki-laki. Pada tubuh laki-laki, senyawa ini bekerja seperti hormon estrogen sintetik yang bisa menekan produksi testosteron. Akibatnya, kuantitas dan motilitas sperma bisa menurun tajam.
Selain itu, paparan zat ini juga bisa menyebabkan abnormalitas pada sperma dan meningkatkan risiko terjadinya kegagalan proses pembuahan.
6. Cara menghindari efekFragrance dan Phthalates pada kesuburan

Jika kamu dalam proses program hamil, maka harus lebih jeli lagi dalam memilih skincare dan bodycare. Pilih produk yang bebas fragrance, phthalates, dan oxybenzone.
Jika tidak terlalu suka dengan produk tanpa pewangi, pilihlah produk dengan label phthalates-free atau yang menggunakan wewangian alami. Pilih produk yang natural dan aman pada tubuh, untuk menurunkan risiko terpapar zat kimia yang mampu mengganggu hormon reproduksi.

















