Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Alasan Skrining Kesuburan Penting Dilakukan Sebelum Menikah

7 Alasan Skrining Kesuburan Penting Dilakukan Sebelum Menikah
Pexels/Pavel Danilyuk
Intinya Sih
  • Skrining kesuburan sebelum menikah membantu mendeteksi dini gangguan reproduksi pada pria dan wanita, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat untuk meningkatkan peluang kehamilan.
  • Pemeriksaan ini memberi waktu bagi pasangan menjalani terapi atau perubahan gaya hidup sebelum menikah, agar kondisi kesehatan reproduksi lebih optimal saat memulai program hamil.
  • Hasil skrining membantu pasangan menyusun rencana keluarga yang realistis, mengurangi kecemasan saat promil, serta memperkuat dukungan emosional bila ditemukan masalah kesuburan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menjelang pernikahan, banyak calon pengantin fokus mempersiapkan pesta, tempat tinggal, hingga urusan administrasi. Padahal, ada satu hal penting yang tidak kalah perlu dipersiapkan, yakni kesehatan reproduksi.

Salah satu pemeriksaan yang dianjurkan sebelum menikah adalah skrining kesuburan atau tes fertilitas. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksi sejak dini sehingga pasangan dapat merencanakan kehamilan dengan lebih baik.

Meski tidak wajib dilakukan semua pasangan, skrining kesuburan bisa menjadi langkah preventif untuk mendeteksi berbagai gangguan reproduksi yang mungkin tidak menimbulkan gejala. Jika ditemukan masalah, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang kehamilan di masa depan pun meningkat.

Berikut Popmama.com telah merangkum alasan skrining kesuburan penting dilakukan sebelum menikah.

1. Membantu mendeteksi masalah kesuburan sejak dini

Membantu mendeteksi masalah kesuburan sejak dini
Pexels/Pavel Danilyuk

Salah satu manfaat terbesar skrining kesuburan adalah mendeteksi gangguan reproduksi sebelum pasangan mulai menjalani program hamil.

Pada perempuan, pemeriksaan dapat menemukan kondisi seperti PCOS, gangguan ovulasi, kista ovarium, miom, hingga sumbatan saluran tuba. Sementara pada laki-laki, tes dapat mengidentifikasi jumlah, bentuk, maupun pergerakan sperma yang kurang optimal.

Deteksi dini memungkinkan dokter memberikan terapi, pengobatan, atau perubahan gaya hidup lebih awal sehingga peluang kehamilan menjadi lebih baik.

2. Memberikan waktu untuk melakukan pengobatan bila diperlukan

Memberikan waktu untuk melakukan pengobatan bila diperlukan
Pexels/Pavel Danilyuk

Jika pemeriksaan menemukan adanya masalah kesuburan, pasangan tidak perlu menunggu hingga mengalami kesulitan hamil setelah menikah.

Melakukan skrining sekitar 3-6 bulan sebelum pernikahan memberikan waktu yang cukup untuk menjalani terapi hormon, mengonsumsi vitamin, memperbaiki pola hidup, atau tindakan medis lain sesuai penyebab gangguan kesuburan.

Dengan begitu, pasangan dapat memulai program hamil dalam kondisi kesehatan reproduksi yang lebih optimal.

3. Meningkatkan peluang kehamilan setelah menikah

Meningkatkan peluang kehamilan setelah menikah
Pexels/RDNE Stock project

Kesuburan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kualitas sperma, kondisi rahim, ovulasi, hingga keseimbangan hormon.

Melalui pemeriksaan sejak awal, dokter dapat memberikan rekomendasi yang sesuai untuk meningkatkan peluang terjadinya pembuahan secara alami maupun melalui bantuan medis bila diperlukan.

Persiapan ini juga membantu pasangan memahami waktu terbaik untuk mulai merencanakan kehamilan.

4. Membantu menyusun perencanaan keluarga yang lebih matang

Membantu menyusun perencanaan keluarga yang lebih matang
Pexels/cottonbro studio

Hasil skrining kesuburan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun rencana memiliki anak.

Misalnya, jika diketahui terdapat kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan terlebih dahulu, pasangan dapat menyesuaikan waktu promil sehingga lebih realistis dan terencana.

Perencanaan yang matang juga membantu pasangan mempersiapkan kondisi fisik, mental, maupun finansial sebelum menyambut kehadiran buah hati.

5. Ketahui pemeriksaan kesuburan yang penting untuk perempuan dan laki-laki

Ketahui pemeriksaan kesuburan yang penting untuk perempuan dan laki-laki
Pexels/kaboompics

Skrining kesuburan idealnya dilakukan oleh kedua calon pasangan karena masalah infertilitas dapat berasal dari pihak perempuan maupun laki-laki. Pemeriksaan yang dilakukan pun berbeda sesuai organ reproduksi masing-masing.

Pemeriksaan penting untuk perempuan:

  • Tes hormon reproduksi untuk mengevaluasi kadar FSH, LH, progesteron, prolaktin, dan hormon lain yang berperan dalam ovulasi.
  • USG transvaginal untuk melihat kondisi rahim dan ovarium, termasuk mendeteksi PCOS, kista, miom, atau kelainan lainnya.
  • Histerosalpingografi (HSG) untuk memastikan saluran tuba falopi tidak mengalami penyumbatan.
  • Histeroskopi, bila diperlukan, untuk melihat kondisi rongga rahim secara lebih detail.

Pemeriksaan penting untuk laki-laki:

  • Analisis sperma, sebagai pemeriksaan utama untuk menilai jumlah, bentuk (morfologi), dan pergerakan (motilitas) sperma.
  • Pemeriksaan fisik oleh dokter urologi atau andrologi untuk mengevaluasi organ reproduksi.
  • Tes hormon, seperti FSH dan testosteron, jika dicurigai ada gangguan hormonal.
  • USG skrotum atau pemeriksaan lanjutan lain apabila ditemukan indikasi tertentu.

Dengan mengetahui kondisi reproduksi sejak awal, dokter dapat menentukan apakah diperlukan perubahan gaya hidup, terapi, atau penanganan medis lainnya.

6. Mengurangi kecemasan saat mulai merencanakan kehamilan

Mengurangi kecemasan saat mulai merencanakan kehamilan
Pexels/Vitaly Gariev

Tidak sedikit pasangan yang baru mengetahui adanya gangguan kesuburan setelah mencoba hamil selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Melakukan pemeriksaan sebelum menikah dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan reproduksi masing-masing sehingga pasangan lebih siap menghadapi proses promil.

Selain itu, jika ditemukan kendala, pasangan dapat segera berkonsultasi dengan dokter tanpa harus merasa panik atau saling menyalahkan.

7. Saling mendukung jika ditemukan masalah kesuburan

Saling mendukung jika ditemukan masalah kesuburan
Pexels/Ave Calvar Martinez

Jika hasil skrining menunjukkan salah satu pasangan memiliki gangguan kesuburan, hal tersebut bukan berarti kesempatan memiliki anak tertutup. Banyak penyebab infertilitas yang masih dapat ditangani melalui perubahan gaya hidup, pemberian obat, terapi hormon, tindakan medis, hingga teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi atau program bayi tabung.

Yang terpenting, pasangan tidak saling menyalahkan. Kesuburan merupakan tanggung jawab bersama sehingga hasil pemeriksaan sebaiknya menjadi dasar untuk menyusun rencana penanganan bersama dokter.

Dukungan emosional dari pasangan juga berperan besar selama proses promil. Dengan komunikasi yang terbuka, saling menguatkan, dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, peluang untuk memperoleh kehamilan tetap dapat dioptimalkan.

Itulah alasan skrining kesuburan penting dilakukan sebelum menikah. Pemeriksaan ini memang bukan syarat wajib sebelum menikah, tetapi dapat menjadi investasi kesehatan reproduksi yang membantu pasangan mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik di masa depan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More