Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Hidden Sugar: Kaitan Konsumsi Gula Berlebih dengan Kista Ovarium

Hidden Sugar: Kaitan Konsumsi Gula Berlebih dengan Kista Ovarium
Pexels.com/D MO
Intinya Sih
  • Banyak makanan dan minuman sehari-hari ternyata mengandung gula tersembunyi yang tinggi tanpa disadari oleh konsumen.
  • Kista ovarium disebut sebagai salah satu penyakit berbahaya pada perempuan yang sering tidak menunjukkan gejala jelas.
  • Konsumsi gula berlebih, termasuk dari hidden sugar, diidentifikasi sebagai pemicu utama meningkatnya risiko kista ovarium.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menganggap makanan dan minuman yang dikonsumsi sudah aman dari gula yang berlebih, ternyata semua itu mengandung gula yang tinggi. Yuk, kenali makanan dan minuman hidden sugar agar bisa menghindarinya. 

Kista ovarium adalah salah satu silent killer pada perempuan yang jarang disadari karena memang biasanya tidak memiliki gejala yang jelas. Ternyata, pemicu terbesarnya adalah gula.

Jika bicara tentang gula, maka yang terbayang adalah makanan manis. Padahal, ada banyak menu makanan yang ternyata mengandung gula yang cukup tinggi dan bisa meningkatkan risiko terkena kista ovarium. 

Popmama.com akan menjelaskan mengenai hidden sugar pada makanan dan apa hubungannya dengan kista ovarium. 

Table of Content

1. Hubungan gula dan kista ovarium

1. Hubungan gula dan kista ovarium

Es krim lembut vanila
Pexels.com/Anthony Rahayel

Menurut penelitian, mengonsumsi gula berlebih, terutama hidden sugar pada makanan dan minuman kemasan memiliki kaitan yang erat dengan risiko terkena kista ovarium. Asupan gula yang tinggi mampu memicu produksi insulin berlebih. Hormon ini bisa merangsang ovarium untuk memproduksi lebih banyak hormon androgen. 

Pada akhirnya, asupan gula tinggi memicu lonjakan insulin yang menyebabkan keseimbangan hormon dan merangsang pertumbuhan kista, termasuk kista ovarium. 

2. Kista dan ketidakseimbangan hormon

Kista dan ketidakseimbangan hormon
Youtube.com/Mbeetreats

Karena lonjakan insulin, kista ovarium juga disebabkan karena gangguan keseimbangan hormon dan terjadinya peradangan. Tingginya kadar insulin dan androgen mengganggu proses ovulasi alami, yang kelamaan bisa memicu pembentukan kista. 

Lalu, gula juga memicu inflamasi kronis di tubuh yang berujung mempercepat pembentukan atau memperparah kondisi kista. 

3. Hidden sugar yang berbahaya

Hidden sugar yang berbahaya
Pexels.com/RDNE Stock project

Kalau kamu merasa sudah menghindari gula semaksimal mungkin, maka bisa cek jenis makanan favorit kamu. Karena bisa saja, buah yang dianggap sehat ternyata mengandung hidden sugar. 

Minuman ringan seperti kopi kekinian, boba, milk tea, dan lainnya bisa menjadi sumber hidden sugar yang harus diperhatikan lebih lanjut. 

Dari makanan, ada beberapa jenis makanan yang ternyata mengandung gula yang tinggi antara lain, kue, cookies, roti, dan manisan.

4. Tidak semua buah-buahan aman

Tidak semua buah-buahan aman
Freepik.com/4045

Merasa sudah cukup sehat karena sering makan buah? Waspadai hidden sugar pada buah-buahan itu. Beberapa buah-buahan mengandung gula yang cukup tinggi sehingga mampu meningkatkan risiko peradangan kista ovarium. 

Seperti contoh, 1 buah mangga mengandung sekitar 14 sampai 15 gram gula, dalam 100 gram anggur, terkandung sekitar 12-23 gram gula. Sedangkan pisang mengandung 12 gram gula, yang bisa lebih tinggi sesuai dengan tingkat kematangannya. 

5. Makanan yang dianjurkan

Makanan yang dianjurkan
Magnific.com/freepik

Kamu yang ingin hidup lebih sehat, bisa memerhatikan asupan makanan yang dipilih. Beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk menekan kista ovarium antara lain makanan yang tinggi serat, makanan dengan protein yang rendah lemak, serta rempah yang mengandung anti-inflamasi. 

Agar kondisi terkendali, hindari mengonsumsi gula dan karbohidrat secara berlebihan, mengonsumsi makanan dengan lemak trans dan lemak jenuh, hindari mengonsumsi makanan dari daging olahan dan produk susu tinggi lemak. 

Dengan mengatur pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat, kamu bisa menjaga kesehatan dengan jangka waktu yang lebih panjang. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More