Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App

Age Verification

This content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Testosteron Turun Setelah Berhubungan Intim? Cek Faktanya!
Magnific/rawpixel.com
  • Berhubungan intim sebelum tes hormon dapat menurunkan akurasi hasil karena peningkatan prolaktin membuat kadar testosteron tampak lebih rendah dari sebenarnya.
  • dr. Melka menyarankan puasa ejakulasi 24–48 jam sebelum pengambilan darah agar kadar hormon kembali stabil dan hasil pemeriksaan lebih valid.
  • Tidur cukup, datang ke lab sebelum pukul 10 pagi, serta menjaga kondisi fisik tetap bugar penting untuk memastikan hasil tes hormon yang akurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama dan Papa berencana cek hormon testosteron dalam waktu dekat? Penting untuk diketahui bahwa aktivitas seksual di malam sebelum pemeriksaan bisa memengaruhi hasil laboratorium secara signifikan dan membuat hasilnya tidak akurat.

Melansir melalui Instagram pribadi @dr.melka_andrologi, dr. Melka menjelaskan bahwa berhubungan intim tepat sebelum jadwal tes tidak disarankan karena hasilnya berisiko "palsu" akibat respons alami tubuh yang memicu kenaikan hormon prolaktin.

Agar hasil pemeriksaan akurat dan Mama tidak perlu membayar biaya lab dua kali, berikut Popmama.com bagikan fakta penting untuk persiapan tes hormon.

1. Dampak ejakulasi pada hormon

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Setelah ejakulasi, tubuh melepaskan hormon prolaktin yang memberikan sinyal ke otak untuk mengganggu kestabilan angka testosteron. Hal ini mengakibatkan hasil tes cenderung terlihat lebih rendah dari kadar aslinya.

Kondisi ini membuat hasil lab menjadi fluktuatif sehingga sulit diinterpretasikan dengan tepat oleh dokter. Akibatnya, pemeriksaan mungkin tidak memberikan gambaran kondisi kesehatan yang sebenarnya.

Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh tetap stabil sangatlah penting sebelum pengambilan darah. Langkah ini memastikan hasil tes mencerminkan kadar hormon Mama dan Papa yang sebenarnya.

2. Aturan puasa ejakulasi

Popmama.com/Erica Santoso/AI

dr. Melka menyarankan "puasa ejakulasi" minimal 24-48 jam sebelum jadwal pengambilan darah. Durasi ini memberikan waktu bagi kadar hormon untuk kembali ke titik stabilnya.

Mematuhi aturan puasa ini sangat membantu dokter mendapatkan data yang akurat. Selain itu, Mama bisa mencegah risiko hasil pemeriksaan yang tidak valid.

Persiapan yang matang ini adalah kunci utama agar diagnosis kesehatan hormon dapat dilakukan dengan tepat. Jangan ragu mendiskusikan jadwal ini dengan pasangan agar proses berjalan lancar.

3. Waktu dan kualitas tidur

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Selain puasa ejakulasi, pastikan Mama dan Papa mendapatkan tidur yang cukup sebelum hari pemeriksaan. Sangat disarankan untuk datang ke laboratorium sebelum jam 10 pagi.

Hal ini penting karena kadar hormon testosteron biasanya berada pada level puncaknya di pagi hari setelah beristirahat. Tidur yang berkualitas akan membantu Mama mendapatkan hasil yang optimal.

Memerhatikan waktu dan kualitas tidur adalah langkah terbaik untuk memastikan data kesehatan hormonal terbaca dengan akurat. Hasil lab yang baik akan memudahkan dokter menentukan langkah kesehatan selanjutnya.

4. Pentingnya kondisi fisik saat tes

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mama dan Papa perlu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan istirahat total atau baseline sebelum melakukan pengambilan darah. Aktivitas fisik yang terlalu berat sebelum tes juga sebaiknya dihindari.

Kondisi fisik yang lelah atau tidak stabil dapat memengaruhi fluktuasi hormon di dalam darah. Dokter membutuhkan data yang bersih dari gangguan aktivitas eksternal agar interpretasi hasilnya tepat.

Dengan datang dalam kondisi tubuh yang bugar dan segar, hasil pemeriksaan akan lebih mencerminkan kondisi kesehatan yang sesungguhnya. Hal ini sangat krusial bagi diagnosis medis yang akurat.

5. Komunikasi dengan pasangan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Persiapan medis ini sebaiknya didiskusikan bersama pasangan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Komunikasi yang baik akan membantu Mama dan Papa menjalankan prosedur puasa ejakulasi dengan nyaman.

Menghindari hubungan intim sementara waktu bukanlah hambatan jika dilakukan demi tujuan kesehatan yang lebih besar. Fokus pada tujuan akhir, yaitu mendapatkan hasil lab yang valid untuk kesehatan jangka panjang.

Hubungan yang sehat melibatkan dukungan satu sama lain dalam menjaga kesehatan, termasuk mengikuti prosedur pemeriksaan medis. Dengan persiapan bersama, proses pemeriksaan akan terasa jauh lebih ringan.

Menjaga kesehatan hormonal memang membutuhkan kedisiplinan dalam mengikuti prosedur medis. Jangan sampai persiapan yang kurang matang membuat Mama dan Papa harus mengeluarkan biaya lebih untuk tes ulang, ya! Yuk, persiapkan jadwal pemeriksaan dengan matang agar hasilnya akurat. Selamat menjaga kesehatan, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article