- Menjadi kerangka utama jaringan ikat yang menyatukan seluruh bagian tubuh.
- Menjaga elastisitas kulit agar tetap kenyal.
- Membantu memperkuat rambut dan kuku.
- Mendukung kesehatan serta kelenturan sendi sehingga tetap mudah bergerak.
Apakah Kolagen Aman untuk Ibu Hamil? Ketahui Aturannya!

- Kolagen adalah protein penting pembentuk jaringan ikat yang menjaga kekuatan kulit, tulang, otot, dan sendi, serta berperan besar dalam menopang struktur tubuh selama kehamilan.
- Selama hamil, kolagen membantu memperkuat serviks, menjaga elastisitas kulit dari peregangan, serta mendukung kesehatan tulang dan sendi agar tubuh tetap kuat menghadapi perubahan fisik.
- Kolagen dinilai aman dikonsumsi ibu hamil dengan dosis 2,5–10 gram per hari, namun disarankan konsultasi dokter sebelum penggunaan dan memilih suplemen bersertifikasi serta minim bahan tambahan.
Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi Mama akan meningkat untuk mendukung tumbuh kembang janin sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Salah satu nutrisi yang belakangan semakin banyak dibicarakan adalah kolagen.
Protein ini dikenal baik untuk kesehatan kulit, tulang, hingga persendian.Namun, tidak sedikit ibu hamil yang masih bertanya-tanya apakah kolagen aman untuk ibu hamil?
Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan, melansir Genesis Obgyn.
Table of Content
1. Apa itu kolagen?

Kolagen merupakan jenis protein yang paling banyak ditemukan di dalam tubuh manusia. Protein ini berfungsi membentuk jaringan ikat yang menyusun kulit, tulang, otot, hingga tendon sehingga berbagai bagian tubuh dapat tetap kuat dan berfungsi dengan baik.
Selain itu, kolagen juga memiliki berbagai peran penting bagi kesehatan tubuh, di antaranya:
Tubuh sebenarnya mampu memproduksi kolagen secara alami. Namun, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen akan semakin menurun. Akibatnya, tanda-tanda penuaan seperti munculnya kerutan pada kulit maupun berkurangnya kelenturan sendi mulai terlihat.
2. Kolagen juga memiliki peran penting selama masa kehamilan

Tak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit maupun persendian, kolagen juga memegang peranan penting selama kehamilan. Saat janin berkembang, ia tumbuh di dalam rahim atau uterus, yaitu organ berbentuk menyerupai buah pir yang berada di rongga panggul.
Rahim terhubung dengan leher rahim atau serviks, yakni saluran sempit yang berfungsi melindungi janin selama kehamilan sekaligus membuka saat proses persalinan agar bayi dapat dilahirkan.
Menariknya, serviks sebagian besar tersusun atas serat-serat kolagen. Serat tersebut membantu memperkuat leher rahim selama masa kehamilan, sehingga mampu menopang kehamilan hingga waktu persalinan tiba.
3. Manfaat kolagen untuk ibu hamil

Selain membantu menjaga kekuatan serviks, kolagen juga memberikan berbagai manfaat lain bagi tubuh selama kehamilan yang terus mengalami perubahan.
Berikut di antaranya:
- Membantu menjaga kesehatan tulang
Kolagen merupakan bagian penting dari jaringan ikat pada tulang. Bersama vitamin D dan kalsium, kolagen bekerja mendukung pembentukan tulang yang kuat dan sehat.
- Mendukung kesehatan sendi
Menjelang persalinan, tubuh akan mengalami banyak perubahan yang dapat memicu tekanan maupun rasa nyeri pada area panggul. Kolagen membantu membentuk sendi yang kuat sekaligus tetap fleksibel agar dapat mendukung pergerakan tubuh.
- Membantu menjaga elastisitas kulit
Kulit akan meregang seiring pertumbuhan janin di dalam kandungan. Kondisi ini sering kali meninggalkan stretch mark setelah melahirkan. Kolagen berperan menjaga elastisitas kulit sehingga membantu kulit beradaptasi terhadap peregangan selama kehamilan.
4. Apakah kolagen aman selama kehamilan?

Kolagen secara umum dinyatakan aman dikonsumsi selama kehamilan. Berbagai manfaat yang dimiliki kolagen membuatnya menjadi salah satu nutrisi pendukung kesehatan ibu hamil apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Adapun jumlah kolagen yang umumnya dianjurkan berkisar antara 2,5 hingga 10 gram per hari. Asupan tersebut dapat membantu mendukung kesehatan sendi, kulit, tulang, hingga saluran pencernaan.
Meski demikian, sebelum mulai mengonsumsi suplemen kolagen, Mama tetap disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar penggunaannya sesuai dengan kondisi masing-masing.
5. Cara memilih suplemen kolagen yang tepat bagi ibu hamil

Bagi Mama yang menjalani pola makan vegetarian, vegan, atau kesulitan memenuhi kebutuhan kolagen dari makanan sehari-hari, suplemen kolagen dapat menjadi salah satu pilihan. Saat memilih produk, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, antara lain:
- Pilih jenis kolagen yang sesuai
Terdapat lebih dari 28 jenis kolagen, tetapi tubuh paling banyak membutuhkan kolagen tipe I dan tipe II. Kedua jenis ini berperan dalam menjaga elastisitas kulit serta kesehatan jaringan ikat yang sangat dibutuhkan selama kehamilan.
- Utamakan hydrolyzed collagen peptides
Kolagen yang telah dihidrolisis lebih mudah diserap tubuh, lebih ramah bagi sistem pencernaan, dan praktis dicampurkan ke dalam makanan maupun minuman.
- Pilih produk dengan komposisi sederhana
Sebaiknya pilih suplemen yang memiliki daftar bahan minimal dan tidak mengandung pewarna, perasa, maupun pemanis buatan agar lebih aman dikonsumsi.
- Pastikan telah teruji dengan baik
Pilih produk yang memiliki sertifikasi seperti NSF Certified atau Non-GMO. Sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa produk telah melalui proses pengujian, sehingga kualitas dan keamanannya lebih terjamin.
Nah, itu dia informasi mengenai kolagen untuk ibu hamil. Apakah Mama termasuk yang mengonsumsi kolagen?





















