6 Emosi yang Sering Muncul saat Hamil dan Cara Menghadapinya

Kehamilan dapat memicu emosi beragam, dari bahagia dan bersemangat hingga sedih, mudah menangis, marah, atau tersinggung, dipengaruhi perubahan hormon serta kondisi fisik.
Pada trimester tertentu, gairah seksual dapat meningkat akibat sensitivitas tubuh dan aliran darah, sementara kelelahan, mual, serta sulit konsentrasi juga sering muncul.
Depresi dan kecemasan selama hamil perlu diperhatikan bila kuat atau mengganggu aktivitas, sekitar 10-20 persen ibu hamil diperkirakan mengalami gejala depresi berat.
Kehamilan tidak selalu diwarnai perasaan bahagia. Perubahan hormon dan berbagai perubahan fisik selama kehamilan dapat membuat suasana hati ikut berubah. Mama mungkin merasa sangat bahagia di satu waktu, tetapi bisa menjadi lebih sensitif, mudah menangis, atau mudah marah di waktu lainnya.
Beragam emosi tersebut bisa muncul selama kehamilan dan memiliki penyebab serta cara menghadapi yang berbeda.
Untuk membantu Mama mengenali perubahan suasana hati selama hamil, Popmama.com sudah merangkum beberapa emosi yang sering muncul selama kehamilan berikut ini. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Merasa bahagia dan bersemangat

Magnific Rasa bahagia dan bersemangat menjadi salah satu emosi yang bisa Mama rasakan selama kehamilan. Perasaan ini dapat berkaitan dengan perubahan hormon, tetapi juga bisa muncul karena Mama memang merasa senang akhirnya bisa menjalani kehamilan.
Lucy Puryear Nutter, MD, Clinical Associate Professor of Psychiatry di Baylor College of Medicine, Houston, sekaligus penulis buku Understanding Your Moods and Emotions When You're Expecting, menjelaskan bahwa estrogen dapat menimbulkan rasa sejahtera.
Kebahagiaan tersebut juga bisa terasa lebih kuat bagi Mama yang sebelumnya sudah lama mencoba untuk hamil. Meski begitu, setiap orang bisa memiliki pengalaman emosional yang berbeda selama kehamilan.
2. Lebih mudah menangis dan merasa sedih

Magnific Di tengah rasa bahagia, Mama juga mungkin mengalami momen ketika hati terasa lebih sensitif. Mama bisa menjadi lebih mudah menangis atau merasa sedih, terutama pada trimester pertama.
Geetha Shivakumar, MD, Assistant Professor di Department of Psychiatry, UT Southwestern Medical Center, Dallas, menjelaskan bahwa perubahan kadar estrogen dan progesteron dalam darah dapat membuat suasana hati lebih mudah berubah.
Ketika perasaan sedang terasa berat, Mama dapat memberi tahu orang-orang terdekat mengenai apa yang sedang dirasakan. Menurut Geetha, olahraga secara rutin dan pola makan bernutrisi dapat membantu mengurangi perasaan negatif dan mendorong suasana hati yang lebih positif.
3. Gairah seksual meningkat

Magnific Memasuki trimester kedua, sebagian Mama mungkin justru merasa lebih bergairah secara seksual. Pada masa ini, ukuran perut masih cukup mudah untuk beraktivitas, sementara perubahan pada tubuh dapat membuat Mama merasa lebih tertarik dengan tubuh sendiri.
Peningkatan volume darah selama kehamilan juga membuat aliran darah ke berbagai bagian tubuh meningkat. Kondisi tersebut dapat membuat sensasi seksual terasa lebih menyenangkan dan intens.
Lucy menjelaskan bahwa puting dan area genital dapat menjadi lebih sensitif sehingga Mama mungkin merasa lebih bergairah. Ia juga menyebutkan bahwa kontraksi rahim ketika orgasme dapat terasa lebih kuat saat hamil.
Jika tenaga kesehatan yang menangani kehamilan sudah menyatakan aktivitas seksual aman, Mama tetap dapat menikmati momen tersebut. Namun, jika gairah seksual justru menurun pada suatu waktu selama kehamilan, kondisi tersebut juga dapat terjadi.
4. Lebih mudah marah dan tersinggung

Magnific Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat membuat Mama lebih mudah merasa kesal atau marah. Ketika tubuh sedang tidak nyaman, Mama mungkin merasa lebih sulit untuk tetap tenang.
Kelelahan dan rasa tidak nyaman selama kehamilan juga dapat ikut membuat emosi lebih mudah terpancing. Oleh karena itu, Mama dapat mencoba memberikan lebih banyak waktu untuk beristirahat dan melakukan relaksasi.
Latihan pernapasan dalam dan aktivitas yang menenangkan dapat dilakukan ketika rasa frustrasi mulai muncul. Namun, jika kemarahan sering terjadi atau mulai mengganggu kemampuan Mama menjalani aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
5. Mudah lelah dan sulit berkonsentrasi

Magnific Rasa lelah yang cukup berat juga dapat memengaruhi keseharian Mama selama hamil. Pada trimester pertama, hormon progesteron dan hCG dapat berperan terhadap rasa lelah serta mual yang banyak dialami ibu hamil.
Kelelahan ini juga dapat membuat Mama merasa lebih sulit berkonsentrasi. Mama mungkin jadi lebih sering lupa atau bahkan salah meletakkan barang yang biasanya mudah ditemukan.
Menuliskan berbagai hal yang perlu dilakukan dapat membantu Mama mengingatnya. John Hobbs, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Northwestern Memorial Hospital, Chicago, juga menyarankan olahraga untuk membantu meningkatkan energi dan suasana hati.
Menurutnya, berenang dapat membuat ibu hamil merasa jauh lebih baik. Namun, Mama juga bisa memilih aktivitas sederhana seperti berjalan kaki di sekitar rumah.
6. Merasa depresi dan cemas

Magnific Selain perubahan suasana hati, Mama juga mungkin mengalami perasaan depresi atau cemas selama kehamilan. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama jika perasaan tersebut terasa kuat dan berlangsung hingga mengganggu keseharian.
Gheetha menjelaskan bahwa selama beberapa dekade kehamilan dianggap sebagai masa dengan kondisi emosional yang baik. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kehamilan dapat menjadi periode munculnya kembali depresi pada orang yang sebelumnya memiliki riwayat depresi berat.
Diperkirakan sekitar 10-20 persen ibu hamil menunjukkan gejala depresi berat selama kehamilan. Sebagian orang mungkin mengira perasaan tersebut hanya disebabkan oleh perubahan hormon sehingga tidak berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Nah, itu dia beragam emosi yang sering muncul saat hamil. Jadi, jangan kaget kalau suasana hati mama berubah-ubah selama kehamilan, ya!






















