Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Perlu Dihindari saat Hamil untuk Cegah Kelainan Bawaan

5 Hal yang Perlu Dihindari saat Hamil untuk Cegah Kelainan Bawaan
Magnific/lookstudio
  • Ibu hamil disarankan menghindari alkohol, rokok, vape, dan narkoba karena dapat memengaruhi perkembangan janin serta memicu sindrom alkohol janin, gangguan tumbuh kembang, dan gejala putus obat pada bayi.
  • Obat, jamu, atau suplemen tidak boleh dikonsumsi sembarangan; konsultasi dokter diperlukan. Makanan mentah serta susu tak dipasteurisasi juga perlu dihindari karena berisiko membawa bakteri, virus, atau parasit.
  • Penyakit ibu seperti diabetes, demam tinggi, dan infeksi perlu dikontrol. Hindari pestisida, logam berat, pelarut kimia, serta radiasi tidak perlu; penuhi asam folat sesuai anjuran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama menjalani kehamilan, ibu hamil diwajibkan untuk selalu menjaga kandungannya dengan menghindari beberapa hal. Mulai dari aktivitas sehari-hari hingga makanan, semua memiliki batasan dan harus diperhatikan dengan saksama.

Hal tersebut dilakukan demi kesehatan ibu dan bayi yang sedang berkembang. dr. Budi Darmawan, Sp.OG. melalui akun Instagram pribadinya @budidarmawanspog memberikan informasi mengenai beberapa hal perlu dihindari saat hamil untuk cegah kelainan bawaan.

Lalu, apa saja hal-hal tersebut? Simak dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.


  1. 1. Menghindari alkohol, rokok, vape, dan narkoba

    Alkohol, rokok, vape, dan narkoba
    Magnific/drobotdean

    Mengonsumsi alkohol, rokok, vape, dan narkoba saat sedang hamil bisa sangat berbahaya. Pasalnya, keempat hal tersebut bisa ikut masuk ke dalam plasenta dan memengaruhi perkembangan janin.

    Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat menyebabkan janin terkena sindrom alkohol (Fetal Alcohol Syndrome/FAS), sementara rokok dan vape dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin, dan narkoba dapat menyebabkan Neonatal Abstinence Syndrome (NAS), yakni bayi mengalami gejala putus obat (sakau) setelah dilahirkan.

    Keempatnya sama-sama memiliki risiko gangguan kesehatan dan dampak buruk bagi janin yang sedang berkembang. Oleh karena itu, Mama harus menghindari konsumsi keempat hal tersebut demi kesehatan diri dan juga si Kecil.

    “Tidak ada jumlah alkohol yang terbukti aman selama kehamilan. Sebaiknya hindari sepenuhnya,” tulis dr. Budi dalam unggahannya.


  2. 2. Minum obat, jamu, atau suplemen sembarangan

    Minum obat, jamu, atau suplemen sembarangan
    Magnific

    Mama, tidak semua obat, jamu, dan suplemen aman dikonsumsi selama kehamilan. Beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan dan memengaruhi pertumbuhan janin, misalnya seperti isotretinoin.

    Sementara itu, kandungan tertentu dalam produk herbal atau suplemen juga dapat merangsang kontraksi yang berisiko menyebabkan perdarahan atau ancaman keguguran. Karena itu, kenali kandungannya dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsinya. 

    “Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Jangan menghentikan obat rutin tanpa arahan medis, ” jelas dr. Budi.


  3. 3. Mengonsumsi makanan mentah atau tidak matang

    Mengonsumsi makanan mentah atau tidak matang
    Magnific

    Mengonsumsi makanan yang tidak matang atau menta juga memiliki risiko bagi bayi. Pasalnya, makanan mentah memiliki kandungan bakteri dan virus yang tinggi dan dapat membahayakan bayi sekaligus ibu hamil yang mengonsumsinya.

    Tak hanya itu, bayi juga berisiko terinfeksi parasit toksoplasma yang dapat menyebabkan bayi lahir dengan ukuran kepala tidak normal. Kondisi ini diakibatkan oleh volume cairan yang berlebih dalam kepalanya. 

    Selain makanan, minuman seperti susu yang tidak dipasteurisasi juga dapat mengandung bakteri listeria yang dapat meningkatkan risiko infeksi selama kehamilan, seperti janin lahir prematur, keguguran, keracunan, dan stillbirth (meninggal saat lahir).


  4. 4. Membiarkan penyakit ibu tidak terkontrol

    Membiarkan penyakit ibu tidak terkontrol
    Pexels/Kaboompics

    Tahukah Mama, beberapa kondisi kesehatan atau penyakit yang dialami ibu dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan pada bayi jika tidak ditangani dengan tepat. Misalnya, diabetes yang tidak terkontrol, demam tinggi, dan infeksi tertentu selama kehamilan. 

    Oleh karena itu, Mama perlu memeriksakan kondisi tersebut dan mengikuti seluruh penanganan dan perawatan yang dianjurkan oleh dokter, ya.


  5. 5. Terpapar bahan berbahaya

    Terpapar bahan berbahaya
    Magnific/vecstock

    Ibu hamil juga harus menghindari paparan dari bahan-bahan berbahaya, misalnya seperti pestisida, logam berat, pelarut kimia, hingga paparan radiasi yang tidak diperlukan. Pasalnya, paparan bahan berbahaya yang dapat berisiko bagi kehamilan dan perkembangan janin.

    Mama harus sebisa menghindari bahan-bahan tersebut demi kesehatan diri dan si Kecil. Jangan lupa menggunakan perlindungan yang sesuai jika harus beraktivitas di lingkungan yang berisiko. 

    Selain menghindari paparan bahan-bahan berbahaya, penting juga untuk memenuhi kebutuhan asam folat. Konsumsi setidaknya 400 mcg/hari, idealnya dimulai sejak sebelum hamil hingga trimester pertama, ya.

    Tak hanya itu, Mama juga perlu ingat jika tidak semua kelainan yang terjadi pada si Kecil disebabkan oleh kesalahan mama, ya. Sesungguhnya, langkah-langkah tersebut bertujuan membantu menurunkan risiko, bukan menjamin kehamilan bebas dari kelainan. 

    “Perlu diingat, tidak semua kelainan bawaan dapat dicegah, dan terjadinya kelainan bawaan bukan berarti ibu melakukan kesalahan. Langkah-langkah ini bertujuan membantu menurunkan risiko, bukan menjamin kehamilan bebas kelainan. Karena kehamilan sehat bukan dimulai saat test pack menunjukkan dua garis. Perlindungan terbaik untuk bayi justru dimulai sebelum itu,” kata dr. Budi.

    Nah, itu tadi beberapa hal perlu dihindari saat hamil untuk cegah kelainan bawaan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More