5 Manfaat Ashwagandha untuk Kesuburan Laki-Laki, Bisa Obati Mandul?

Ashwagandha berpotensi meningkatkan kualitas sperma, termasuk konsentrasi, motilitas, dan volume semen berdasarkan sejumlah penelitian pada laki-laki dengan masalah kesuburan.
Ashwagandha juga berpotensi meningkatkan testosteron serta membantu mengelola stres dan kortisol, yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan fungsi seksual laki-laki.
Bukti manfaatnya masih terbatas, sehingga Ashwagandha belum dapat dianggap sebagai obat infertilitas atau terbukti mampu “menyuburkan sperma”. Pemeriksaan dan penanganan medis tetap diperlukan.
Ashwagandha (Withania somnifera) merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan Indian ginseng dan mengandung senyawa bioaktif, termasuk withanolides, yang diteliti karena memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ashwagandha banyak diteliti untuk kesehatan reproduksi laki-laki. Sejumlah penelitian pada manusia menunjukkan adanya potensi terhadap kualitas sperma, kadar testosteron, stres, hingga fungsi seksual.
Meski begitu, Ashwagandha belum dapat dianggap sebagai terapi yang terbukti untuk mengatasi infertilitas laki-laki, yang dalam masyarakat umum sering disebut “mandul”. Bukti ilmiah mengenai manfaat Ashwagandha untuk kondisi ini masih terbatas, dengan beberapa penelitian melibatkan jumlah peserta yang kecil serta menggunakan jenis dan dosis ekstrak yang berbeda-beda. Secara medis, infertilitas umumnya merujuk pada kondisi ketika pasangan belum berhasil mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama 12 bulan atau lebih.
Lantas, apa saja potensi manfaat Ashwagandha untuk kesuburan laki-laki? Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya
Table of Content
1. Berpotensi meningkatkan kualitas sperma
.jpg)
Freepik Salah satu alasan Ashwagandha banyak mendapat perhatian dalam penelitian infertilitas laki-laki adalah potensinya dalam memperbaiki sejumlah parameter sperma.
Dalam penelitian yang dilakukan Ambiye dan kolega tahun 2013 dari PubMed, 46 laki-laki dengan oligospermia diberikan ekstrak akar Withania somnifera selama 90 hari. Hasilnya menunjukkan peningkatan konsentrasi sperma, motilitas, dan volume semen dibandingkan kondisi awal. Konsentrasi sperma meningkat sekitar 167 persen, sedangkan motilitas meningkat sekitar 57 persen.
Namun, penelitian ini merupakan pilot study dengan jumlah peserta yang relatif kecil sehingga hasilnya belum cukup untuk memastikan efektivitas Ashwagandha pada seluruh laki-laki dengan infertilitas.
Temuan tersebut sejalan dengan systematic review oleh Durg dan kolega tahun 2017 seperti dikutip dari PubMed, meta-analysis yang dilakukan mereka menilai penggunaan Withania somnifera pada laki-laki infertil menemukan adanya perbaikan pada beberapa parameter semen, termasuk volume semen, konsentrasi, dan motilitas sperma. Namun, peneliti menegaskan bahwa jumlah penelitian berkualitas tinggi masih terbatas.
2. Membantu meningkatkan kadar testosteron

Pexels/Bedbible.com Testosteron merupakan hormon penting dalam kesehatan reproduksi laki-laki. Hormon ini berperan dalam libido serta proses yang berkaitan dengan produksi sperma.
Salah satu penelitian Smith dan kolega di PubMed tahun 2021 menunjukkan bahwa Ashwagandha berpotensi meningkatkan kadar testosteron pada laki-laki. Ini adalah systematic review terhadap penelitian mengenai herbal dan kadar testosteron menemukan bahwa ekstrak akar maupun akar-daun Ashwagandha termasuk bahan herbal yang menunjukkan efek positif terhadap kadar testosteron dalam sejumlah uji klinis.
Hal itu sejalan dengan penelitian lain di PubMed juga, ada 50 laki-laki dengan keinginan seksual rendah menggunakan 300 mg ekstrak akar Ashwagandha dua kali sehari selama delapan minggu. Dibandingkan kelompok placebo, kelompok yang mengonsumsi Ashwagandha mengalami peningkatan skor fungsi seksual dan kadar testosteron.
Bahkan, meta-analysis yang diterbitkan pada 2026 dan mencakup 23 uji klinis dengan total 1.706 peserta menemukan bahwa suplementasi Ashwagandha berkaitan dengan penurunan kortisol dan peningkatan testosteron pada laki-laki. Namun, peneliti juga mencatat adanya heterogenitas antar penelitian sehingga penelitian dengan preparasi dan dosis yang lebih terstandar masih diperlukan.
Artinya, Ashwagandha berpotensi membantu meningkatkan testosteron, tetapi tidak tepat jika diklaim pasti dapat meningkatkan testosteron pada setiap laki-laki.
3. Berpotensi mengurangi stres oksidatif pada sperma

wikipedia.org Stres oksidatif juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penelitian mengenai kesuburan laki-laki. Sperma dapat mengalami kerusakan ketika terjadi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan sistem antioksidan tubuh. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas sel sperma.
Ashwagandha mengandung withanolides dan sejumlah senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Karena itu, peneliti mengeksplorasi potensinya dalam membantu mengurangi stres oksidatif yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.
Sebuah systematic review oleh Azgomi dan kolega dalam Effects of Withania somnifera on Reproductive System: A Systematic Review of the Available Evidence di PubMed tahun 2018 meneliti mengenai Withania somnifera pada sistem reproduksi menemukan bahwa beberapa penelitian melaporkan perbaikan parameter sperma yang dikaitkan dengan perubahan pada stres oksidatif dan aktivitas antioksidan dalam plasma semen.
Namun, temuan tersebut sebaiknya dipahami sebagai potensi biologis, bukan bukti bahwa Ashwagandha pasti dapat mencegah kerusakan DNA sperma pada semua laki-laki.
4. Membantu mengelola stres dan kadar kortisol

wikipedia.org Stres juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika membahas kesehatan reproduksi. Ashwagandha telah diteliti sebagai herbal adaptogen, terutama dalam kaitannya dengan stres dan kadar kortisol. Sejumlah uji klinis menunjukkan bahwa ekstrak Ashwagandha dapat membantu menurunkan kadar kortisol pada orang yang mengalami stres.
Fornalik dan kolega (2026) melalui systematic review dan meta-analysis terhadap uji klinis acak menemukan bahwa Ashwagandha berpotensi memengaruhi kadar hormon, termasuk menurunkan kortisol dan meningkatkan testosteron pada laki-laki. Namun, hasil penelitian interstudi cukup beragam sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan dosis dan jenis ekstrak yang lebih terstandar.
Pengelolaan stres penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan dapat mendukung kesehatan seksual serta reproduksi. Namun, belum tepat jika dikatakan bahwa Ashwagandha secara langsung "menyeimbangkan hormon reproduksi" dan kemudian pasti meningkatkan kesuburan.
Dengan kata lain, hubungan antara pengurangan stres, perubahan hormon, dan kesuburan laki-laki masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
5. Berpotensi meningkatkan libido dan fungsi seksual

wikipedia.org Selain parameter sperma dan hormon, penelitian juga melihat pengaruh Ashwagandha terhadap fungsi seksual laki-laki.
Dalam uji klinis selama 8 minggu oleh Chauhan dan kolega tahun 2022, laki-laki yang mengonsumsi 300 mg ekstrak akar Ashwagandha dua kali sehari mengalami peningkatan skor fungsi seksual dibandingkan kelompok placebo. Penelitian tersebut juga menemukan peningkatan kadar testosteron.
Lalu di tahun 2026, Khanna dan kolega juga melakukan penelitian pada 76 laki-laki sehat berusia 30–50 tahun juga menguji 300 mg ekstrak akar Ashwagandha dua kali sehari selama delapan minggu. Studi tersebut dirancang sebagai uji klinis acak, tersamar ganda, dan menggunakan placebo sebagai pembanding untuk mengevaluasi kesehatan seksual.
Temuan seperti ini menunjukkan bahwa Ashwagandha berpotensi mendukung libido dan beberapa aspek fungsi seksual, meskipun hasil penelitian tidak berarti herbal tersebut dapat mengatasi semua penyebab disfungsi seksual atau infertilitas.
Dari penelitian dan fakta di atas, Ashwagandha memang berpotensi membantu memperbaiki beberapa parameter kesuburan laki-laki termasuk kualitas sperma dan kadar testosteron. Namun, bukti ilmiah saat ini masih terbatas sehingga belum dapat disimpulkan bahwa Ashwagandha mampu “menyuburkan sperma” atau mengatasi infertilitas.
Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Amerika Serikat (NCCIH) juga menyebut adanya bukti terbatas bahwa konsumsi Ashwagandha selama 2-4 bulan dapat meningkatkan kadar testosteron dan kualitas sperma, sehingga penggunaannya sebaiknya tidak menggantikan pemeriksaan maupun penanganan medis untuk infertilitas.






















