Memasuki usia tertentu, tubuh perempuan memang akan mengalami berbagai perubahan biologis yang cukup signifikan. Salah satu fase yang tidak bisa dihindari adalah perimenopause, yaitu masa transisi menuju menopause yang biasanya terjadi pada rentang usia 40-an. Banyak dari Mama mungkin hanya fokus pada gejala yang umum seperti hot flashes atau perubahan suasana hati, namun ternyata ada satu hal yang jauh lebih krusial untuk diperhatikan, yaitu kesehatan jantung.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association mengungkap fakta yang cukup mengejutkan bagi kesehatan perempuan. Berdasarkan analisis terhadap data lebih dari 9.200 perempuan di Amerika Serikat, periode perimenopause ternyata menjadi fase yang sangat rentan bagi sistem kardiovaskular. Selama fase ini, terjadi peningkatan risiko gangguan metabolik yang sering kali luput dari perhatian Mama di tengah kesibukan mengurus rumah tangga.
Selama ini, hormon estrogen yang Mama miliki berperan layaknya "pelindung" alami bagi pembuluh darah dan jantung. Estrogen membantu menjaga elastisitas pembuluh darah serta mengontrol kadar kolesterol jahat agar tidak menumpuk. Namun, seiring dengan fluktuasi dan penurunan hormon yang terjadi selama perimenopause, perlindungan alami tersebut perlahan mulai berkurang, sehingga risiko gangguan jantung meningkat drastis.
Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan pada masa perimenopause memiliki risiko hampir dua kali lipat mengalami penurunan skor kesehatan jantung jika dibandingkan dengan kelompok pramenopause. Risiko gangguan lemak darah atau kolesterol tercatat meningkat hingga 76 persen, sementara risiko gangguan gula darah bisa naik sebesar 83 persen. Oleh karena itu, kesadaran sejak dini mengenai risiko ini menjadi modal utama agar Mama tetap sehat di masa depan.
Yuk, simak panduan lengkap yang sudah Popmama.com rangkum untuk menjaga kesehatan jantung selama masa transisi ini agar Mama tetap bugar dan dapat mendukung perjalanan Mama dalam menjaga kualitas hidup yang optimal bagi diri sendiri maupun keluarga.
