Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Perbedaan Nyeri Haid Biasa dan Tanda Endometriosis, Kenali Gejalanya!
Vecteezy/nuttawan jayawan
  • Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, menyebabkan nyeri haid hebat yang bisa mengganggu aktivitas dan sering disalahartikan sebagai nyeri haid biasa.
  • Gejala lain meliputi nyeri saat berhubungan intim serta rasa sakit ketika buang air kecil atau besar selama menstruasi akibat jaringan tumbuh di sekitar organ panggul.
  • Kondisi ini dapat menimbulkan kista di indung telur dan memengaruhi kesuburan karena mengganggu pergerakan sel telur, sperma, serta proses implantasi embrio.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemaparan mengenai perbedaan nyeri haid biasa dengan gejala endometriosis serta penjelasan medis tentang penyebab, dampak, dan tanda-tanda kondisi tersebut pada perempuan.
  • Who?
    dr. Elisia Atnil, Sp.OG., FICS, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Pondok Indah – Puri Indah, memberikan penjelasan terkait gejala dan dampak endometriosis terhadap kesehatan reproduksi perempuan.
  • Where?
    Keterangan disampaikan di RS Pondok Indah – Puri Indah dalam kegiatan POPMAMA TALK yang membahas kesehatan reproduksi perempuan.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Maret 2026 sesuai jadwal POPMAMA TALK yang menghadirkan dr. Elisia sebagai narasumber utama.
  • Why?
    Pembahasan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala endometriosis agar dapat segera ditangani secara medis dan tidak disalahartikan sebagai nyeri haid biasa.
  • How?
    Penjelasan diberikan melalui sesi edukasi interaktif yang memaparkan mekanisme pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim serta dampaknya terhadap nyeri menstruasi dan kesuburan perempuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada perempuan yang kalau haid sakitnya sekali sampai susah jalan atau kerja. Dokter Elisia bilang bisa jadi itu endometriosis, yaitu jaringan di rahim tumbuh di tempat salah. Ini bisa bikin sakit waktu haid, buang air, atau saat bersama suami. Kalau parah, perempuan bisa susah punya bayi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nyeri haid sering kali dianggap sebagai hal yang normal dialami perempuan setiap bulan. Namun, jika rasa nyerinya terasa sangat hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Salah satu penyebab nyeri haid berlebihan bisa jadi adalah endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang seharusnya berada di dalam rahim justru tumbuh di luar rahim. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga dapat memengaruhi kesuburan perempuan.

Menurut dr. Elisia Atnil, Sp.OG., FICS, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Pondok Indah – Puri Indah, endometriosis bisa menimbulkan berbagai gejala yang sering tidak disadari sejak awal.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Nyeri haid yang sangat hebat

Pexels/Sora Shimazaki

Nyeri haid merupakan salah satu gejala paling umum dari endometriosis. Rasa nyeri biasanya terasa lebih intens dibandingkan nyeri haid biasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut dr. Elisia Atnil, endometriosis terjadi ketika jaringan yang seharusnya berada di dalam rahim tumbuh di luar rahim.

“Endometriosis ini sendiri berasal dari endometrium, yaitu jaringan normal yang ada di dalam rahim. Saat menstruasi jaringan ini akan luruh setiap bulan sehingga menimbulkan perdarahan. Pada kondisi endometriosis, jaringan tersebut justru tumbuh di luar rahim,” jelas dr. Elisia.

Menurut penelitian dalam jurnal Human Reproduction Update, sekitar 60–70% perempuan dengan nyeri panggul kronis saat menstruasi ternyata mengalami endometriosis. Kondisi ini membuat proses peradangan terjadi setiap siklus haid sehingga rasa nyeri menjadi lebih intens.

2. Nyeri saat berhubungan intim

Unsplash/Sasun Bughdaryan

Selain nyeri haid, endometriosis juga dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Menurut dr. Elisia, kondisi ini bisa terjadi karena jaringan endometrium tumbuh di area sekitar organ reproduksi.

“Gejalanya bisa berupa nyeri haid, nyeri saat berhubungan, atau bahkan rasa sakit ketika buang air kecil maupun buang air besar saat menstruasi. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda awal endometriosis,” jelasnya.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal The Lancet menyebutkan bahwa nyeri saat berhubungan intim merupakan salah satu gejala yang cukup sering dialami oleh perempuan dengan endometriosis, terutama jika jaringan tersebut tumbuh di area panggul.

3. Nyeri saat buang air kecil atau buang air besar saat menstruasi

Unsplash/Curated Lifestyle

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya rasa nyeri saat buang air kecil atau buang air besar ketika sedang menstruasi. Hal ini dapat terjadi karena jaringan endometriosis juga dapat tumbuh di sekitar organ lain di rongga panggul.

“Kalau lagi menstruasi saat buang air besar atau buang air kecil terasa nyeri, itu juga bisa menjadi salah satu tanda awal dari endometriosis,” kata dr. Elisia.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), jaringan endometriosis dapat menempel pada organ di sekitar panggul seperti usus atau kandung kemih, sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika organ tersebut berfungsi.

4. Bisa menyebabkan kista di indung telur

Freepik/diana.grytsku

Endometriosis juga dapat berkembang menjadi kista pada indung telur yang dikenal sebagai kista endometriosis atau endometrioma. Menurut dr. Elisia, kondisi ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di ovarium.

“Endometriosis juga bisa mengenai indung telur dan membentuk kista yang disebut kista endometriosis. Padahal indung telur adalah tempat di mana sel telur berkembang,” jelas dr. Elisia.

Menurut jurnal Fertility and Sterility, kista endometriosis dapat memengaruhi kualitas sel telur serta mengganggu proses ovulasi pada sebagian perempuan.

“Endometriosis itu memengaruhi kalau kena di indung telur, jadi kista, itu posisi di mana telur kita berkembang. Kalau misalnya kena di sana, ada telur yang kena ada gangguan pastinya,” tutur dr. Elisia.

5. Dapat memengaruhi kesuburan

Pexels/Leeloo The First

Selain menimbulkan rasa nyeri, endometriosis juga dapat berdampak pada kesuburan. Menurut dr. Elisia, kondisi ini dapat mengganggu proses pertemuan sel telur dan sperma hingga proses menempelnya embrio di rahim.

“Endometriosis bisa menyebabkan perlengketan pada organ reproduksi. Padahal secara normal rahim dan indung telur tidak saling menempel. Jika terjadi perlengketan, pergerakan sel telur dan sperma bisa terganggu sehingga lebih sulit bertemu,” jelasnya.

Penelitian menunjukkan sekitar 30–50% perempuan dengan endometriosis mengalami kesulitan untuk hamil, karena kondisi ini dapat mengganggu fungsi ovarium, saluran tuba, maupun proses implantasi embrio.

POPMAMA TALK Maret 2026 - dr. Elisia Atnil, Sp. O.G, FICS

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Pondok Indah - Puri Indah

   

Senior Editor - Novy Agrina    

Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias   

Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana    

Script - Sania Chandra Nurfitriana    

Social Media - Irma Erdiyanti  

Photographer - Hari Firmanto  

Videographer - Hari Firmanto  

Video Editor - Hari Firmanto

Design - Aristika Medinasar

Editorial Team