Sangat jarang terjadi kekurangan biotin, terutama jika Mama sehat dan mengonsumsi makanan yang seimbang. Tetapi ada gejala jika Mama kekurangan biotin, dan biasanya muncul secara perlahan.
Gejala kekurangan biotin dapat meliputi:
Rambut rontok (alopecia)
Ruam merah di sekitar mata, hidung, mulut, dan area genital
Kuku rapuh
Depresi
Lesu (kurang energi)
Halusinasi
Mati rasa pada anggota tubuh (tangan atau kaki)
Kejang
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen biotin, bahkan dalam dosis tinggi, memiliki risiko yang sangat kecil.
Karena biotin larut dalam air, tubuh akan membuang jumlah yang tidak dibutuhkan melalui urin. Tetapi jika Mama mengonsumsi terlalu banyak, hal itu dapat berinteraksi dengan obat lain yang Mama konsumsi atau menghasilkan hasil yang tidak akurat pada tes laboratorium. Selalu beri tahu dokter tentang suplemen makanan apa pun yang Mama konsumsi.
Biotin, vitamin B kompleks yang ditemukan dalam makanan seperti daging, telur, ikan, kacang-kacangan, dan beberapa sayuran atau dalam bentuk suplemen, membantu mengubah makanan menjadi energi.
Biotin juga mendukung berbagai bagian tubuh, seperti sistem saraf, hati, mata, rambut, dan kulit. Meskipun dapat membantu mengelola gejala diabetes dan membantu perawatan prenatal serta kesehatan saraf, bukti bahwa biotin dapat memperbaiki rambut, kulit, atau kuku pada mereka yang tidak mengalami kekurangan biotin masih terbatas.
Makanan yang kaya biotin meliputi hati sapi, telur, susu, pisang, kacang-kacangan, biji-bijian, daging babi, salmon, ubi jalar, dan jamur.
Sekarang Mama sudah mengetahui tentang apakah biotin boleh dikonsumsi selama kehamilan. Jawabannya boleh, ya! Namun ada baiknya Mama berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai kebutuhan nutrisi Mama saat hamil, termasuk biotin.
Semoga informasi di atas bisa membantu Mama dalam menjaga kesehatan selama kehamilan, ya!