Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Plasenta di Bawah Bisa Naik ke Atas? Ini Penjelasannya
Magnific
  • Letak plasenta yang rendah dapat terlihat menjauh dari leher rahim saat rahim membesar, terutama bila terdeteksi pada awal atau pertengahan kehamilan, umumnya hingga usia 28-32 minggu.

  • Tidak ada posisi tidur, latihan, obat, atau terapi yang terbukti memindahkan plasenta; perubahan terjadi alami dan perlu dipantau melalui USG secara rutin.

  • Jika plasenta tetap dekat atau menutupi jalan lahir, pilihan persalinan bergantung pada kondisinya, misalnya perdarahan, nyeri perut, atau kontraksi tidak biasa perlu segera dikonsultasikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menjalani pemeriksaan USG, ada berbagai hal yang mungkin baru diketahui Mama mengenai kondisi kehamilan. Salah satunya ketika dokter mengatakan bahwa posisi plasenta berada di bagian bawah rahim. Mendengar hal ini, Mama mungkin langsung bertanya-tanya apakah posisi tersebut akan tetap seperti itu sampai persalinan atau masih bisa berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Pertanyaan ini cukup sering muncul karena posisi plasenta memang dapat berkaitan dengan keamanan kehamilan dan proses persalinan nantinya. Terlebih jika usia kehamilan masih berada di trimester kedua, ketika rahim masih terus mengalami pertumbuhan.

Lantas, apakah plasenta di bawah bisa bergeser ke atas? Sebelum Mama mencari cara untuk mengubah posisinya, penting untuk memahami terlebih dahulu bagaimana perubahan posisi plasenta dapat terjadi selama kehamilan.

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya untuk Mama. Yuk, disimak!


Apakah Plasenta di Bawah Bisa Bergeser ke Atas?

Magnific

Plasenta yang berada di bagian bawah rahim bisa terlihat bergeser ke atas seiring bertambahnya usia kehamilan. Kondisi ini terutama dapat terjadi jika plasenta letak rendah ditemukan pada awal atau pertengahan kehamilan.

Saat usia kehamilan bertambah, rahim akan semakin membesar. Bagian atas rahim juga berkembang sehingga plasenta yang sebelumnya berada dekat dengan leher rahim dapat terlihat semakin jauh dari jalan lahir.

Jadi, sebenarnya plasenta tidak benar-benar berpindah atau naik dengan sendirinya, melainkan posisinya terlihat berubah mengikuti pertumbuhan rahim.

Perubahan ini umumnya masih dapat terjadi hingga usia kehamilan sekitar 28-32 minggu. Setelah itu, posisi plasenta biasanya mulai menetap.

Namun, kemungkinan plasenta bergeser ke atas dapat berbeda pada setiap ibu hamil. Jika plasenta hanya menempel atau menutupi sebagian jalan lahir dan ditemukan pada trimester kedua, masih ada kemungkinan posisinya berubah.

Sementara itu, bila plasenta masih menutupi jalan lahir saat kehamilan sudah mendekati persalinan, kemungkinan untuk tidak lagi menutupi jalan lahir menjadi lebih kecil.

Posisi Plasenta Bisa Terlihat Berubah saat Rahim Membesar

Magnific

Pada awal kehamilan, ukuran rahim masih kecil sehingga plasenta yang menempel di bagian bawah rahim lebih sering terlihat saat pemeriksaan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim semakin membesar dan bagian atas rahim berkembang lebih dominan.

Kondisi inilah yang membuat plasenta dapat terlihat semakin jauh dari leher rahim. Proses tersebut umumnya berlangsung hingga usia kehamilan sekitar 28-32 minggu. Setelah periode tersebut, posisi plasenta biasanya mulai menetap.

Selain pertumbuhan rahim, beberapa kondisi juga dapat memengaruhi kemungkinan perubahan posisi plasenta, seperti pola pertumbuhan rahim, kelainan bentuk rahim seperti rahim dengan sekat atau mioma, serta adanya jaringan parut pada dinding rahim akibat operasi sesar atau prosedur sebelumnya.

Tidak Ada Cara Khusus untuk Memindahkan Plasenta ke Atas

Magnific

Secara medis, posisi plasenta tidak dapat dipindahkan ke atas dengan sengaja. Hingga saat ini, tidak ada teknik, posisi tidur, latihan tertentu, obat-obatan, maupun terapi alternatif yang terbukti secara ilmiah mampu memindahkan plasenta dari bagian bawah ke bagian atas rahim.

Artinya, Mama tidak perlu melakukan gerakan atau posisi tertentu dengan tujuan mengubah letak plasenta. Perubahan posisi plasenta bergantung pada proses alami pertumbuhan rahim selama kehamilan.

Untuk mengetahui apakah plasenta sudah bergeser menjauh dari leher rahim, pemeriksaan USG secara rutin diperlukan. Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat memantau posisi plasenta seiring bertambahnya usia kehamilan.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Plasenta Masih Rendah

Magnific

Jika plasenta masih berada di bagian bawah, Mama dapat mengikuti beberapa langkah yang dianjurkan untuk menjaga kondisi kehamilan, seperti:

  1. Menghindari aktivitas fisik berat untuk menurunkan risiko perdarahan.

  2. Mengikuti pembatasan aktivitas tertentu jika disarankan.

  3. Melakukan kontrol kehamilan dan pemeriksaan USG sesuai jadwal.

  4. Menjaga asupan nutrisi dan cairan yang cukup.

  5. Mengelola stres dan mendapatkan dukungan emosional dari keluarga.

  6. Menghindari hubungan seks penetratif.

Pemantauan juga penting karena posisi plasenta dapat berkaitan dengan rencana persalinan, terutama jika plasenta tetap berada di dekat atau menutupi jalan lahir hingga mendekati waktu persalinan.

Posisi Plasenta Menentukan Pilihan Persalinan

Magnific

Jika plasenta hanya menempel di dekat jalan lahir atau disebut plasenta previa marginal, persalinan normal masih dapat dicobakan. Namun, persalinan perlu dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan dokter kandungan yang siap melakukan penanganan darurat, seperti operasi sesar, jika diperlukan.

Sementara itu, jika plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, persalinan normal tidak dapat dilakukan dan operasi sesar perlu dilakukan.

Oleh karena itu, Mama yang mengetahui plasenta berada di bagian bawah sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi plasenta saat ini dan pilihan persalinan yang dapat dilakukan.

Jika muncul perdarahan, nyeri perut, atau kontraksi yang tidak biasa selama kehamilan, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jadi, posisi plasenta di bawah bisa bergeser ke atas atau berubah seiring pertumbuhan rahim, terutama jika ditemukan pada awal kehamilan. Namun, perubahan tersebut terjadi secara alami dan tidak bisa dilakukan dengan cara tertentu.

Oleh karena itu, tetap lakukan pemeriksaan sesuai jadwal agar posisi plasenta dapat dipantau hingga mendekati persalinan, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article