- Perdarahan dari vagina
- Sesak napas sebelum mulai berolahraga
- Nyeri dada
- Pusing atau ingin pingsan
- Kontraksi yang terasa nyeri
- Cairan ketuban keluar
- Penurunan gerakan janin (pada usia kehamilan ketika gerakan janin sudah dapat dirasakan)
Apakah Ibu Hamil Boleh Ikut HYROX? Ini Hal yang Perlu Diketahui

Menurut ACOG, ibu hamil dengan kehamilan sehat umumnya boleh berolahraga, tetapi perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengikuti aktivitas intensitas tinggi seperti HYROX.
Selama berolahraga, ibu hamil disarankan memantau intensitas latihan, mengenali tanda bahaya, dan segera berhenti jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.
HYROX memperbolehkan ibu hamil mengikuti kompetisi, tetapi keputusan tetap menjadi tanggung jawab peserta dan dapat disertai penyesuaian gerakan jika disetujui penyelenggara.
HYROX menjadi salah satu kompetisi kebugaran yang semakin populer karena menggabungkan lari dengan latihan fungsional, seperti sled push, rowing, hingga burpee. Namun, apakah ibu hamil boleh mengikuti kompetisi ini?
Pada dasarnya, tidak ada panduan medis yang secara khusus membahas HYROX. Meski begitu, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memiliki rekomendasi mengenai aktivitas fisik selama kehamilan yang dapat menjadi acuan.
Berikut Popmama.com rangkum beberapa hal mengenai bolehkah ibu hamil ikut HYROX beserta faktanya.
Table of Content
1. Ibu hamil boleh berolahraga intensitas tinggi, namun harus mendapat persetujuan dokter

Menurut ACOG, perempuan dengan kehamilan yang sehat dan tanpa komplikasi umumnya aman untuk melanjutkan atau mulai berolahraga selama hamil. Aktivitas aerobik dan latihan penguatan otot bahkan dianjurkan karena dapat memberikan manfaat bagi kesehatan ibu dan janin.
Namun, sebelum mengikuti aktivitas dengan intensitas tinggi seperti HYROX, Mama sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Dokter akan menilai apakah kondisi kehamilan memungkinkan untuk mengikuti latihan maupun kompetisi tersebut. ACOG juga menekankan bahwa program olahraga selama hamil perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
2. Aturan resmi HYROX tidak melarang ibu hamil ikut, tapi keputusan ada di tangan peserta

Dikutip dari HYROX Rulebook Season 25/26, penyelenggara menyatakan bahwa perempuan hamil dipersilakan mengikuti kompetisi. Namun, partisipasi selama kehamilan sepenuhnya merupakan keputusan dan tanggung jawab masing-masing peserta.
Pasalnya setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda, HYROX sangat menganjurkan peserta berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mengikuti perlombaan untuk menilai potensi risikonya.
Bahkan, apabila ibu hamil memerlukan modifikasi gerakan, beban, atau jumlah repetisi, HYROX meminta peserta menghubungi tim penyelenggara sebelum hari perlombaan. Penyelenggara menyatakan akan berupaya mengakomodasi kebutuhan tersebut bila memungkinkan. Meski demikian, persetujuan dari penyelenggara tidak menggantikan rekomendasi medis dari dokter kandungan yang memahami kondisi kehamilan peserta.
3. Intensitas olahraga harus dipantau dan tidak boleh berlebihan

ACOG tidak lagi menganjurkan penggunaan batas denyut jantung tertentu sebagai patokan utama. Sebagai gantinya, ibu hamil disarankan menggunakan talk test, yaitu masih mampu berbicara dengan nyaman saat berolahraga. Selain itu, intensitas latihan juga dapat dipantau menggunakan Rate of Perceived Exertion (RPE) atau tingkat persepsi terhadap beratnya latihan.
Apabila mulai merasa sangat kelelahan, sulit bernapas, atau tidak mampu berbicara dengan nyaman, intensitas olahraga sebaiknya segera dikurangi atau dihentikan.
4. Segera hentikan olahraga jika muncul tanda bahaya

Selama berolahraga, ibu hamil perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan evaluasi medis. ACOG menyarankan untuk segera menghentikan aktivitas fisik apabila mengalami:
Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan menghindari olahraga yang berisiko menyebabkan benturan pada perut atau jatuh, menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta menghindari olahraga di lingkungan yang terlalu panas, terutama pada trimester pertama. Setelah trimester pertama, posisi telentang dalam waktu lama saat berolahraga juga sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi aliran darah kembali ke jantung.
Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai ibu hamil ikut HYROX. Sebelum memutuskan untuk mengikuti kompetisi, pastikan kondisi kehamilan telah dievaluasi oleh dokter agar aktivitas fisik yang dilakukan tetap aman bagi Mama dan janin.














-4a6f03cb314d667108ab5167f0ece8a0.png)






