Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mencegah Campak pada Ibu Hamil agar Kehamilan Tetap Aman

5 Cara Mencegah Campak pada Ibu Hamil agar Kehamilan Tetap Aman
Freepik
Intinya Sih
  • Campak sangat menular dan berisiko tinggi bagi ibu hamil karena menyebabkan komplikasi serius seperti keguguran, lahir mati, atau kelahiran prematur.

  • Ibu hamil tidak disarankan menerima vaksin campak karena mengandung virus hidup yang bisa memengaruhi janin sehingga pencegahan dilakukan lewat langkah nonvaksinasi.

  • Lima cara pencegahan utama meliputi menghindari kontak dengan orang sakit, memakai masker di tempat umum, menjaga kebersihan tangan, konsumsi makanan bergizi, serta istirahat cukup dan kelola stres.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil yang cenderung lebih rentan terhadap infeksi.

Oleh karena itu, Mama perlu memberikan perhatian khusus terhadap penyakit campak karena dapat memicu komplikasi bagi kondisi ibu dan janin, seperti keguguran, lahir mati, hingga prematur.

Sayangnya, ibu hamil tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin campak. Hal ini karena vaksin campak mengandung virus hidup yang dilemahkan sehingga dikhawatirkan virus tersebut menembus plasenta dan memengaruhi janin. Lalu bagaimana cara mencegah campak pada ibu hamil?

Berikut Popmama.com telah merangkum lima cara mencegah campak pada ibu hamil agar kehamilan terhindari dari segala risiko paparan virus campak. Yuk, simak selengkapnya, Ma.

Table of Content

1. Hindari kontak dengan orang sakit

1. Hindari kontak dengan orang sakit

Freepik
Freepik

Langkah ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi risiko penularan campak yang dapat menyebar secara langsung dari satu orang ke orang lain.

Jika terdapat orang di sekitar Mama yang sedang sakit, terutama disertai dengan gejala lain, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, atau muncul ruam pada kulit, sebaiknya Mama menghindari kontak dekat dengan orang tersebut untuk sementara waktu.

Selain itu, Mama juga dianjurkan untuk tidak berbagi peralatan pribadi dengan orang yang sedang sakit, seperti peralatan makan, gelas, atau handuk.

Langkah-langkah sederhana tersebut membantu meminimalisir kemungkinan terjadinya penularan penyakit campak terhadap ibu hamil.

2. Gunakan masker di tempat umum

Freepik/pvproductions
Freepik/pvproductions

Penularan virus campak terjadi melalui tetesan udara (droplets) yang keluar saat seseorang dengan campak batuk atau bersin sehingga virus dengan cepat menyebar kepada orang di sekitarnya.

Mama dapat menggunakan masker saat berada di luar rumah atau tempat publik untuk mengurangi risiko penularan tersebut.

Gunakan masker medis yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan Mama, salah satunya adalah masker N95.

3. Menjaga kebersihan tangan

Freepik
Freepik

Virus campak dapat menyebar dengan sangat mudah melalui percikan batuk atau bersin dari seseorang yang terinfeksi. Percikan tersebut tidak hanya menyebar di udara, tetapi juga dapat menempel pada berbagai permukaan benda di sekitar.

Jika tangan Mama tanpa sadar menyentuh permukaan yang terkontaminasi tersebut lalu menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, atau mulut, virus dapat masuk ke dalam tubuh dengan mudah.

Mama sebaiknya mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik untuk mengurangi risiko tersebut. Mama juga dapat membawa hand sanitizer sebagai alternatif dalam menjaga kebersihan tangan ketika air mengalir dan sabun sedang tidak tersedia.

Dengan menjaga kebersihan tangan serta menghindari kebiasaan menyentuh area wajah, risiko paparan virus campak dapat diminimalkan sehingga kesehatan Mama dan janin lebih terlindungi.

4. Konsumsi makanan bergizi

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Mengonsumsi makanan bergizi dan bernutrisi sangat penting bagi Mama dalam menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung tumbuh kembang janin.

Asupan gizi yang cukup juga berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh sehingga tubuh Mama mampu melawan berbagai infeksi, termasuk infeksi virus campak.

Mama perlu memerhatikan asupan nutrisi harian, terutama terhadap asupan vitamin A, vitamin C, vitamin D, zat besi, dan protein saat kasus campak sedang meningkat selama kehamilan.

Mama dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi, seperti sayuran hijau, buah-buahan, telur, ikan, hingga daging tanpa lemak.

5. Istirahat cukup dan kelola stres dengan baik

Freepik
Freepik

Stres yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi virus campak.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk tetap menjaga kondisi mental tetap stabil agar daya tahan tubuh bekerja secara optimal dalam melindungi tubuh dari paparan penyakit.

Mama juga perlu beristirahat dengan cukup setiap hari agar tubuh dapat memulihkan energi sekaligus mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Dengan menerapkan kedua hal tersebut dengan baik, Mama dapat menjaga kesehatan tubuh selama kehamilan sehingga risiko komplikasi akibat campak terminimalisir.

Itu tadi cara mencegah campak pada ibu hamil agar kehamilan tetap aman. Semoga artikel ini bermanfaat dalam memberikan langkah pencegahan terhadap penyakit campak selama kehamilan, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More