Kapan Waktu Bayar Fidyah untuk Ibu Hamil?

- Ibu hamil dapat membayar fidyah untuk mengganti puasa.
- Pembayaran fidyah bisa dilakukan selama bulan Ramadan atau setelahnya, baik dalam satu waktu maupun dicicil.
- Jika terlambat membayar fidyah tanpa alasan yang sah, maka dapat dikatakan lalai dan berdosa.
Ibu hamil dapat mengganti puasa dengan membayar fidyah. Mengutip dari website Badan Amil Zakat Nasional, fidyah diambil dari kata "fadaa" yang artinya mengganti atau menebus. Fidyah merupakan salah satu cara mengganti puasa dengan memberikan makanan atau uang pada fakir miskin.
Pembayaran fidyah tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, ada aturan mengenai cara pembayarannya mulai dari jumlah atau takarannya hingga waktu pemberiannya, Ma.
Kali ini Popmama.com telah merangkum informasi mengenai cara dan kapan waktu bayar fidyah untuk ibu hamil. Yuk, disimak, Ma!
Table of Content
Waktu Bayar Fidyah untuk Ibu Hamil

Mengutip dari website Badan Amil Zakat Nasional, pembayaran fidyah bisa dilakukan selama bulan Ramadan. Jika tidak keberatan, Mama bisa membayarkan fidyah dalam satu waktu sekaligus di akhir bulan Ramadan.
Misalnya, Mama tidak puasa selama 20 hari, maka Mama bisa membayar fidyah 20 porsi makan di akhir bulan Ramadan secara bersamaan.
Namun, jika membayar fidyah sekaligus dirasa terlalu berat, Mama bisa membayar fidyah dengan cara dicicil setiap harinya selama bulan Ramadan.
Selain itu, pembayaran fidyah juga bisa dilakukan setelah bulan Ramadan asalkan sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya. Jadi, hindari menunda bayar fidyah, Ma.
Apakah Dosa jika Terlambat Membayar Fidyah?

Pembayaran fidyah dianjurkan dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya, lalu bagaimana hukumnya jika terlambat membayar fidyah?
Jika terlambat membayar fidyahnya tidak disengaja, seperti karena lupa, sakit, atau karena belum mampu maka tidak jadi dosa.
Namun jika terlambat membayar fidyah tanpa alasan yang sah seperti sengaja menunda-nunda atau dalam keadaan mampu membayar tapi tidak membayar, maka dapat dikatakan lalai dan berdosa terutama jika punya niat tidak akan membayar.
Cara Membayar Fidyah

Membayar fidyah bisa dalam tiga bentuk, yaitu berupa makanan yang telah dimasak, makanan pokok atau beras, dan bisa berupa uang dengan jumlah nominal yang setara dengan makanan pokok.
Mama bisa tentukan mana yang lebih mudah yang sesuai dengan kondisi Mama, yang terpenting porsi atau jumlah fidyahnya sesuai dengan yeng telah ditentukan.
Jika Mama membayar fidyah dalam bentuk makanan, bagikan makanan siap santap (nasi serta lauk pauk) sesuai dengan jumlah hari Mama tidak berpuasa. Jika tidak berpuasa 30 hari, Mama perlu memberikan 30 porsi makan pada fakir miskin.
Apabila Mama bayar fidyah dalam bentuk beras, takarannya adalah 1,5 kilogram. Jika Mama tidak puasa 10 hari, maka Mama membagikan beras kepada 10 orang masing-masing 1,5 kilogram.
Lalu jika fidyahnya dalam bentuk uang, jumlahnya harus disesuaikan dengan harga di daerah tempat tinggal Mama. Misalnya, harga 1,5 kilogram beras di daerah Mama yaitu Rp 25.000, maka jumlah fidyah yang harus dibayar Mama dalam sehari adalah Rp 25.000.
Nah, fidyah ini bisa Mama berikan langsung kepada fakir miskin atau bisa melalui lembaga terpercaya yang mengelola fidyah.
Itu tadi soal kapan waktu bayar fidyah untuk ibu hamil. Kesimpulannya pembayaran fidyah itu bisa dilakukan selama bulan Ramadan atau setelah bulan Ramadan, ya, Ma.
FAQ Seputar Kapan Waktu Bayar Fidyah untuk Ibu Hamil?
| Bolehkah ibu hamil membayar fidyah sebelum Ramadan dimulai? | Ya, menurut sebagian ulama (termasuk dalam pendapat fiqh Hanafiyah dan beberapa ulama kontemporer), fidyah boleh dibayar sebelum Ramadan atau di awal bulan jika itu lebih mudah bagi ibu hamil, karena fidyah adalah keringanan yang bertujuan mempermudah pelaksanaannya. |
| Apakah boleh membayar fidyah setiap hari yang ditinggalkan saat itu juga? | Boleh, menurut pendapat mazhab Syafi’i dan sejumlah ulama, fidyah dapat dibayar setiap hari setelah ibu hamil membatalkan puasanya, yakni pada malam atau hari itu juga, bukan hanya di akhir Ramadan. |
| Apakah ada batas waktu terakhir wajibnya membayar fidyah? | Mayoritas ulama menyatakan tidak ada batas waktu wajib yang ketat sebelum akhir Ramadan atau Syawal, fidyah bisa dibayar kapan saja setelah meninggalkan puasa, termasuk setelah Ramadan berakhir, selama sebelum masuk Ramadan berikutnya. |



-RRoyR4DlFaQqtqHvjVDpWu61CURhCJLM.jpg)
-zs2QnFAXO0vhfWURetr1Cqn2QoRrJx6Z.jpg)














