Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Cara Mencegah Defisiensi Vitamin saat Hamil, Janin Tumbuh Optimal
Pexels/Karina Benfica
  • Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral seperti asam folat, vitamin D, zat besi, dan B12 untuk mencegah komplikasi serta mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
  • Asupan seimbang dari makanan bergizi, paparan sinar matahari, serta suplemen sesuai anjuran dokter membantu menjaga kadar nutrisi penting selama kehamilan.
  • Pemeriksaan nutrisi rutin diperlukan agar dokter dapat menyesuaikan dosis suplemen dan mencegah kekurangan atau kelebihan mikronutrien pada ibu hamil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama kehamilan, kebutuhan vitamin dan mineral ibu hamil meningkat. Hal ini karena tubuh tidak hanya memenuhi kebutuhan ibu hamil, tetapi juga mendukung tumbuh kembang janin. Jika asupan mikronutrien tidak tercukupi, maka risiko komplikasi kehamilan hingga gangguan perkembangan janin bisa meningkat.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami cara mencegah defisiensi vitamin sejak awal kehamilan. 

Berikut Popmama.com rangkum cara mencegah defisiensi vitamin saat hamil secara lebih detail.

Deretan Cara Mencegah Defisiensi Vitamin saat Hamil, Janin Tumbuh Optimal

1. Konsumsi asam folat sejak merencanakan kehamilan

Freepik/jcomp

Asam folat merupakan salah satu nutrisi terpenting pada awal kehamilan karena berperan dalam pembentukan tabung saraf yang nantinya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang janin. Kekurangan asam folat diketahui dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf (neural tube defects) seperti spina bifida.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan hingga usia kehamilan 12 minggu untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari.

Suplementasi ini terbukti membantu menurunkan risiko kelainan bawaan pada sistem saraf janin.

2. Penuhi kebutuhan vitamin D selama kehamilan

Vecteezy/Bigc Studio

Vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium, pembentukan tulang janin, serta mendukung fungsi sistem imun. Sayangnya, defisiensi vitamin D masih cukup sering ditemukan pada ibu hamil di berbagai negara.

Temuan yang diterbitkan di Nutrition Reviews menyebutkan bahwa kadar vitamin D yang memadai selama kehamilan berkaitan dengan penurunan risiko preeklamsia, diabetes gestasional, hingga kelahiran prematur.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu mendapatkan asupan vitamin D dari makanan, paparan sinar matahari yang cukup, maupun suplemen sesuai anjuran dokter.

3. Optimalkan asupan zat besi dan vitamin C

Pexels/Waskyria Miranda

Kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan karena tubuh harus memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan janin. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang berisiko memicu kelelahan, pusing, hingga komplikasi kehamilan.

Menurut American College of Obstetrics and Gynecologist (ACOG), ibu hamil membutuhkan sekitar 27 mg zat besi per hari. Untuk membantu penyerapannya, konsumsi zat besi dapat dipadukan dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, paprika, atau brokoli.

Kombinasi ini membantu tubuh menyerap zat besi non-heme dari makanan dengan lebih efektif.

4. Pastikan kebutuhan vitamin B12 tercukupi, terutama bagi vegetarian

Pexels/Supplements On Demand

Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah, fungsi saraf, serta perkembangan sistem saraf janin. Nutrisi ini sebagian besar ditemukan pada produk hewani seperti daging, telur, susu, dan ikan.

Oleh karena itu, ibu hamil yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin B12. Berbagai publikasi nutrisi klinis menyarankan kelompok ini untuk mengonsumsi makanan yang difortifikasi atau suplemen vitamin B12 guna mencegah anemia dan gangguan perkembangan neurologis pada janin.

5. Hindari konsumsi vitamin A berlebihan

Pexels/Polina Tankilevitch

Vitamin A memang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan mata, kulit, dan sistem imun janin. Namun, konsumsi vitamin A dalam bentuk retinol dosis tinggi justru dapat membahayakan kehamilan.

Sejumlah tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa asupan retinol berlebihan selama kehamilan berkaitan dengan peningkatan risiko cacat lahir. Karena itu, ibu hamil dianjurkan memperoleh vitamin A dari sumber beta-karoten yang lebih aman, seperti wortel, ubi, labu, dan sayuran berwarna oranye maupun hijau tua.

6. Lakukan pemeriksaan nutrisi secara berkala

Pexels/MART PRODUCTION

Setiap ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi kemungkinan kekurangan vitamin atau mineral sejak dini.

Menurut ACOG, melalui pemeriksaan darah ini dokter dapat mengevaluasi kadar hemoglobin, ferritin (cadangan zat besi), vitamin D, maupun indikator nutrisi lainnya. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan jenis dan dosis suplemen yang sesuai, sehingga ibu hamil terhindar dari kekurangan maupun kelebihan asupan mikronutrien selama kehamilan. 

Itulah tadi cara mencegah defisiensi vitamin saat hamil agar tumbuh kembang janin optimal. Ingat, perkembangan janin yang sehat tidak tercipta dalam semalam. Persiapannya harus cukup sejak awal kehamilan.

Editorial Team

Related Article