5 Cara Melakukan Induksi Alami untuk Mempercepat Persalinan

Perlu dicoba nih, Ma!

19 November 2018

5 Cara Melakukan Induksi Alami Mempercepat Persalinan
Freepik/Freepic.diller

Setiap ibu hamil ingin persalinannya selalu lancar tanpa kesulitan apapun yang terjadi. 

Namun, ransangan induksi terkadang perlu dilakukan oleh dokter untuk memperlancar proses persalinan. Umumnya induksi dilakukan bila air ketuban pecah sementara kontraksi belum dirasakan.

Proses persalinan yang melalui induksi biasanya lebih menyakitkan dibandingkan secara alami. Rasa nyeri akan timbul karena terasa begitu sakit. 

Untuk itu, banyak ibu hamil yang berusaha melakukan induksi alami untuk mempercepat waktu persalinan. Berikut beberapa jenis induksi alami yang Popmama.com sarankan untuk Mama. 

1. Melakukan hubungan seks

1. Melakukan hubungan seks
Unsplash/rawpixel

Berhubungan seks dengan pasangan bisa menjadi salah satu cara dalam melakukan induksi secara alami. Sperma yang dikeluarkan oleh pasangan selama berhubungan suami istri mengandung prostaglandin, sehingga dapat membantu menstimulasi kontraksi. 

Hormon prostaglandin biasanya banyak digunakan di dalam induksi medis. Sejauh ini berhubungan seks dinilai berhasil dan cukup membantu bila sudah mengalami tanda-tanda persalinan. 

Mintalah pasangan melakukan endorphin massage dengan memberikan sentuhan ringan. Pasangan bisa menyentuh atau mengusap bagian tertentu dari dari tubuh Mama seperti perut, dada, puting payudara hingga klitoris. 

Klitoris disebut-sebut sebagai titik terpenting dalam sebuah kenikmatan seksual untuk perempuan. Induksi alami ini dapat membantu leher rahim melunak dan mengalami penipisan. 

Endorfin alami saat melakukan hubungan seks bersama pasangan bisa membantu ibu hamil lebih tahan terhadap sakit dan rasa nyeri. 

Walau berhubungan seks dapat membantu induksi secara alami, namun usahakan untuk melakukannya saat ketuban sudah pecah atau mulai dilarang oleh dokter. 

Jika ragu, usahakan jangan segan berkonsultasi pada dokter yang lebih ahli! 

Baca juga: 7 Tips Berhubungan Seks agar Bisa Tahan Lama

2. Menstimulasi puting payudara

2. Menstimulasi puting payudara
anita.com

Stimulasi pada puting payudara dapat memicu keluarnya hormon oksitosin. Mama bisa melakukan stimulasi dengan tangan ataupun pompa ASI, sehingga hormon oktosin dapat merangsang otak sehingga rahim akan terkontraksi. 

Setelah stimulasi puting payudara ini berhasil dan mulai terangsang, diamkan sejenak sekitar 2-4 menit. Lakukan stimulasi ini kembali pada di sisi lainnya dengan cara yang sama. 

Stimulasi ini juga bisa dilakukan dengan sebuah pijatan. Pijatlah pada seluruh bagian gelap di sekeliling puting atau areola. Mama bisa memposisikan telapak tangan di bagian atas areola, kemudian lakukan sebuah gerakan melingkar sekaligus memberikan tekanan yang lembut secara perlahan. 

Stimulasi ini memang dikatakan sebagai induksi alami, namun disarankan untuk tidak menstimulasi puting terlalu terlalu sering. Bila dalam 20 menit tidak terjadi kontraksi, ada baiknya dihentikan dan disarankan untuk melanjutkannya kembali keesokan hari. 

Proses stimulasi puting payudara ini juga diperlukan pengawasan dengan mengajak pasangan. Hal ini berguna untuk menghindari stimulasi secara berlebihan. 

Baca juga: 5 Hal Ajaib yang Terjadi Pada Payudara Saat Kehamilan

Editors' Picks

3. Memakan buah kurma

3. Memakan buah kurma
Freepik

Ma, sudah tahu belum kalau buah kurma menjadi sumber kalium bagi tubuh? 

Buah kurma mengandung nutrisi yang cukup penting untuk melakukan induksi alami karena mengandung magnesium, tembaga, dan mangan. Menurut sebuah penelitian dari Jordan University of Science and Technology terbitan Journal of Obstetrics and Gynaecology, ibu hamil yang rutin memakan kurma saat usia kehamilannya sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) dapat menjalani proses persalinan normal secara lebih lancar. 

Buah kurma juga dapat menghasilkan hormon oksitosin yang dapat merangsang kontraksi rahim dan mempermudah jalannya proses persalinan. Untuk itu, ibu hamil yang rutin mengonsumsi buah kurma di akhir masa kehamilannya membutuhkan penggunaan hormon oksitosin yang lebih rendah dibandingkan yang tidak rutin mengonsumsi kurma. 

Menurut penelitian dilakukan oleh Jordan University, ibu hamil yang makan 6 buah kurma selama 4 minggu sebelum HPL dapat membantu mengalami pembukaan lebih cepat. 

Ibu hamil yang terbiasa dengan kurma pun akan memperoleh pembukaan lebih progresif saat berada di rumah sakit. Pembukaan rahim juga akan terjadi di awal-awal pembukaan hingga pembukaan secara penuh yaitu selebar 10 cm. 

Baca juga: Ketahuilah 5 Manfaat Buah Kurma untuk Program Kehamilan

Baca juga: Selain untuk Takjil, Kurma Bisa Menunjang Kecantikan Selama Puasa

4. Olahraga ringan disarankan

4. Olahraga ringan disarankan
Unsplash/Ev

Tidak ada yang salah untuk melakukan olahraga ringan saat sedang menjalani proses persalinan. Olahraga yang ringan dan sederhana bisa dilakukan seperti berjalan kaki, naik turun tangga, jogging hingga jongkok berdiri yang dilakukan beberapa kali.   

Meskipun sederhana, jalan kaki dapat menaikkan detak jantung. Cara ini dapat bermanfaat untuk membuat tubuh lebih kuat menghadapi persalinan. Selain itu berjaln kaki memberikan sejumlah manfaat lain seperti:

  • Mengurangi stres
  • Mengurangi nyeri punggung dan kaki bengkak
  • Mengurangi risiko terjadinya diabetes saat masa kehamilan
  • Memacu kinerja jantung, sehingga membuat aliran darah ke janin terasa lebih baik

Selain itu, naik turun tangga dapat membantu posisi bayi di dalam kandungan. Ini dapat membantu agar tetap berada pada posisi yang tepat ketika dilahirkan. Naik turun tangga boleh dilakukan, namun usahakan tidak terlalu berlebihan. Saat Mama sudah mulai kelelahan, ada baiknya istirahatlah terlebih dahulu. 

Baca juga: 5 Posisi Meredakan Nyeri dan Sakit Saat Kontraksi Menjelang Persalinan

Baca juga: 7 Camilan Sehat yang Aman Dikonsumsi Jelang Persalinan

5. Melakukan senam hamilĀ 

5. Melakukan senam hamilĀ 
Freepik/Yanalya

Jika sebelumnya Mama disarankan untuk berjalan kaki atau melakukan hal sederhana seperti naik turun tangga. Senam hamil juga dapat membantu proses induksi secara alami. 

Selain dapat membantu ibu hamil dalam memelihara kebugaran tubuhnya, senam hamil juga memudahkan proses persalinan.

Meskipun proses ini belum tentu mutlak terjadi, semua tergantung pada beberapa faktor lain seperti posisi bayi di dalam kandungan, kesediaan jalan lahir yang lancar hingga cepat atau lambatnya kontraksi. 

Itulah pilihan induksi alami yang bisa mempercepat persalinan normal. Apapun pilihan yang akan Mama lakukan untuk menjalankan induksi alami, semoga bisa berhasil ya. 

Baca juga: 7 Cara agar Cepat Pulih Pasca Persalinan Normal

Baca juga: Jangan Mudah Percaya, Mitos Persalinan Normal Ini Tak Sepenuhnya Benar