Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Penyebab Kulit Kering saat Hamil, Perhatikan Sabun yang Digunakan
Freepik/jcomp
  • Lonjakan hormon dan peningkatan kebutuhan cairan tubuh saat hamil membuat kulit ibu hamil lebih mudah kehilangan kelembapan alaminya.

  • Peregangan kulit akibat pertumbuhan janin, paparan AC, dan kebiasaan mandi air panas memperparah hilangnya minyak pelindung di permukaan kulit.

  • Kurangnya asupan lemak sehat dan penggunaan sabun berbahan kimia keras membuat kulit sensitif mama semakin kering serta mudah teriritasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Masa kehamilan membawa berbagai macam perubahan pada tubuh mama, termasuk pada kondisi kulit. Meski sebagian mama mungkin merasakan kulitnya menjadi lebih bercahaya, tak sedikit pula yang justru mengalami masalah kulit kering, bersisik, hingga terasa gatal.

Perubahan kondisi kulit ini sangat umum terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor dari dalam tubuh selama mengandung. Memahami pemicu utamanya adalah langkah awal yang penting agar mama bisa menemukan cara perawatan yang paling tepat dan aman.

Berikut Popmama.com telah merangkum tujuh penyebab kulit kering saat hamil.

Yuk Ma, simak penjelasan lengkapnya!

Deretan Penyebab Kulit Kering saat Hamil

1. Fluktuasi hormon kehamilan

Freepik/pch.vector

Penyebab paling utama dari berbagai masalah kulit selama kehamilan, yakni lonjakan hormon estrogen dan progesteron yang sangat drastis. Perubahan hormonal ini dapat mengganggu fungsi pelindung alami kulit, sehingga kelembapan alaminya menjadi lebih cepat menguap.

Kondisi kulit yang kehilangan penghalang pelindungnya akan mudah menjadi kering, kasar, bahkan mengelupas di beberapa area tubuh.

Fluktuasi hormon ini umumnya terjadi sejak awal kehamilan dan memengaruhi setiap orang secara berbeda-beda.

2. Kebutuhan cairan tubuh yang meningkat

Freepik/devmaryna

Saat sedang mengandung, volume darah dan cairan di dalam tubuh mama akan meningkat tajam untuk mendukung perkembangan janin serta membentuk air ketuban.

Jika peningkatan ini tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup, maka tubuh akan mengambil cadangan air dari kulit.

Kulit yang kekurangan hidrasi dari dalam secara otomatis akan kehilangan elastisitasnya dan berubah menjadi sangat kering. Oleh karena itu, memastikan asupan cairan harian tercukupi sangat penting agar kelembapan kulit mama tetap terjaga dengan baik.

3. Peregangan kulit di area perut

Freepik

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ukuran perut mama tentu akan semakin membesar untuk mengakomodasi pertumbuhan janin di dalam rahim.

Peregangan kulit yang terjadi secara cepat ini sering kali merusak lapisan pelindung kulit dan memicu hilangnya kelembapan.

Akibatnya, area perut menjadi sangat kering, tipis, dan kerap disertai dengan rasa gatal yang cukup mengganggu kenyamanan. Peregangan ini juga merupakan cikal bakal munculnya stretch mark atau guratan halus pada permukaan kulit mama.

4. Perubahan cuaca dan suhu ruangan

Freepik

Faktor eksternal seperti kondisi cuaca yang terlalu panas atau dingin juga memiliki dampak besar pada tingkat kelembapan kulit mama yang sedang hamil.

Paparan angin kering di luar ruangan bisa dengan cepat menghilangkan lapisan minyak alami yang melindungi permukaan kulit.

Selain itu, terlalu lama berada di dalam ruangan ber-AC juga menyerap kelembapan udara secara signifikan dan membuat kulit terasa lebih kesat. Mama disarankan untuk menggunakan pelembap ruangan atau humidifier agar udara di sekitar tetap bersahabat untuk kulit sensitif.

5. Mandi menggunakan air terlalu panas

Freepik

Mandi air hangat memang memberikan efek relaksasi yang luar biasa untuk meredakan otot-otot tubuh mama yang pegal selama kehamilan. Namun, menggunakan air yang bersuhu terlalu panas atau mandi dalam waktu yang lama justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan kulit.

Air panas akan meluruhkan minyak alami (sebum) yang bertugas mengunci cairan di dalam jaringan kulit mama.

Tanpa lapisan minyak tersebut, kulit akan langsung terasa kering, kaku, dan tertarik sesaat setelah selesai mandi.

6. Penggunaan sabun berbahan kimia keras

Freepik

Kulit mama cenderung berubah menjadi jauh lebih sensitif dan mudah teriritasi dibandingkan sebelum masa kehamilan. Penggunaan sabun mandi biasa yang mengandung banyak pewangi buatan, alkohol, atau detergen keras dapat merusak keseimbangan pH alami kulit.

Bahan-bahan kimia tersebut akan mengangkat lapisan kelembapan alami, sehingga kulit rentan mengalami kekeringan dan kemerahan parah.

Sangat penting bagi ibu hamil untuk beralih menggunakan sabun berformula lembut dan melembapkan yang aman untuk kulit sensitif.

7. Kurangnya asupan lemak sehat

Freepik/azerbaijan_stockers

Apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil setiap harinya sangat memengaruhi kondisi dan tekstur kulit dari dalam ke luar. Pola makan yang kurang mengandung nutrisi esensial, terutama asam lemak omega-3, dapat membuat kulit kehilangan kekenyalan dan kelembapannya.

Lemak sehat sangat dibutuhkan untuk membangun sel-sel kulit yang kuat dan memperbaiki lapisan pelindung yang rusak akibat perubahan hormon. Menambahkan alpukat, kacang-kacangan, atau ikan salmon matang ke dalam menu harian bisa membantu menutrisi kulit mama secara optimal.

Itulah beberapa penyebab kulit kering saat hamil yang penting untuk diketahui agar perawatannya bisa dilakukan secara tepat.

Dengan memahami pemicunya, Mama bisa lebih cermat dalam menjaga asupan cairan dan memilih produk perawatan yang paling aman untuk kulit tubuh maupun janin.

FAQ Kulit Kering saat Hamil

Kapan kulit kering saat hamil akan membaik?

Kondisi kulit kering umumnya akan perlahan membaik dan kembali normal setelah melahirkan. Hal ini sejalan dengan kembalinya keseimbangan hormon dan volume cairan tubuh seperti sebelum masa kehamilan.

Apakah kulit perut yang gatal karena kering boleh digaruk?

Sebaiknya jangan digaruk karena garukan kuat bisa menyebabkan iritasi, luka, dan memperparah munculnya stretch mark. Sebagai solusi, usap lembut area yang gatal menggunakan pelembap, lidah buaya, atau minyak zaitun untuk menenangkan kulit.

Bolehkah memakai lotion pelembap biasa saat hamil?

Ibu hamil boleh menggunakan lotion asalkan memastikan kandungannya bebas dari paraben, retinoid, dan pewangi sintetis yang kuat. Pilihlah pelembap berlabel hipoalergenik atau diformulasikan khusus dengan bahan alami yang aman untuk masa kehamilan.

Editorial Team