Kulit sensitif saat hamil menjadi sangat reaktif terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari. Berada di bawah terik matahari hanya dalam waktu singkat saja sudah cukup untuk membuat kulit wajah mama memerah hebat atau terbakar.
Suhu panas dari sinar matahari juga akan memperparah pelebaran pembuluh darah, sehingga rona merah di wajah akan bertahan jauh lebih lama. Oleh karena itu, mengaplikasikan tabir surya yang aman setiap hari menjadi rutinitas wajib untuk melindungi kulit wajah mama.
Itulah tujuh penyebab kulit wajah memerah saat hamil yang sangat wajar terjadi.
Jika kemerahan disertai dengan rasa perih, gatal yang tidak tertahankan, atau pembengkakan, Mama disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang paling aman.
Kapan wajah memerah saat hamil akan hilang? | Umumnya, rona kemerahan di wajah akan mereda dan memudar dengan sendirinya setelah masa persalinan selesai. Hal ini terjadi secara perlahan seiring dengan kembalinya volume darah dan kadar hormon ke tingkat normal. |
Apakah kulit memerah saat hamil itu berbahaya bagi janin? | Kulit wajah yang memerah hanyalah respons alami pembuluh darah dan sama sekali tidak membahayakan kesehatan janin di dalam kandungan. Namun, perlu waspada dan memeriksakannya ke dokter jika kemerahan tersebut disertai rasa panas terbakar. |
Bagaimana cara aman mengatasi wajah memerah saat hamil? | Ibu hamil bisa mengompres area wajah menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin atau mengoleskan gel lidah buaya murni untuk efek menenangkan. Pastikan juga untuk selalu menghindari mandi dengan air yang bersuhu terlalu panas. |