Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Asam folat tidak hanya penting untuk mencegah cacat janin, tetapi juga penting untuk kesehatan kulit mama. Beberapa penelitian mengaitkan defisiensi atau kekurangan asam folat dengan peningkatan risiko hiperpigmentasi pada kulit mama yang sedang hamil.
Kekurangan vitamin B9 ini dapat membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan dan perubahan warna. Oleh karena itu, pastikan rutin mengonsumsi suplemen kehamilan dan makanan kaya folat seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan alpukat.
Itulah beberapa penyebab leher hitam saat hamil yang perlu diketahui.
Kabar baiknya, warna kulit ini biasanya akan memudar dengan sendirinya beberapa bulan setelah melahirkan. Jadi, tetaplah percaya diri dan fokus pada kesehatan si Kecil.
Apakah leher hitam saat hamil bisa hilang? | Bisa, pada sebagian besar kasus, warna kulit akan kembali normal secara bertahap dalam waktu 3 hingga 12 bulan setelah melahirkan seiring dengan menstabilnya hormon tubuh. |
Bolehkah memakai krim pemutih leher saat hamil? | Boleh, tetapi harus sangat berhati-hati. Hindari krim pemutih yang mengandung hidrokuinon, merkuri, atau retinoid karena berbahaya bagi janin. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter kandungan sebelum memakai produk pencerah apa pun. |
Bagaimana cara menyamarkan leher hitam secara alami? | Bisa menggunakan bahan alami yang aman seperti mengoleskan gel lidah buaya, masker oatmeal dan madu, atau perasan air lemon (jika kulit tidak sensitif) untuk membantu mencerahkan dan melembapkan area leher. |