6 Bahaya Duduk Terlalu Lama saat Hamil, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan

Awas, efek buruk duduk terlalu lama bisa berpengaruh pada perkembangan janin di dalam kandungan!

6 Oktober 2021

6 Bahaya Duduk Terlalu Lama saat Hamil, Bisa Berbahaya Kesehatan
Unsplash/Aekonpictures

Saat hamil, ada beberapa pantangan yang harus dilakukan oleh ibu hamil, salah satunya ketika duduk terlalu lama di suatu tempat atau posisi tertentu. Mama yang terbiasa duduk terlalu lama saat bekerja atau bersantai di rumah sebaiknya perlu lebih waspada. 

Sebab, duduk terlalu lama berdampak buruk pada kesehatan diri sendiri dan perkembangan janin dalam kandungan. Ingin tahu terkait dampak buruk apa saja yang ditimbulkan dari duduk terlalu lama?

Demi menjaga kesehatan selama masa kehamilan, berikut Popmama.com telah merangkum ulasan terkait bahaya duduk terlalu lama saat hamil,

1. Memicu penggumpalan darah

1. Memicu penggumpalan darah
Unsplash/Anastasiiachepinska

Volume darah Mama akan meningkat hingga 50 persen selama masa kehamilan. Darah tersebut harus dialirkan ke seluruh tubuh, termasuk untuk janin dalam kandungan

Apabila Mama duduk terlalu lama, darah justru akan menggumpal pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti panggul dan kaki. Oleh karena itu, Mama akan mengalami kram kaki setelah duduk terlalu lama. 

Penggumpalan darah juga meningkatkan risiko terserang trombosis vena dalam (DVT) dan emboli paru yang membahayakan bagi kesehatan diri sendiri dan janin.  

2. Berpotensi menyebabkan obesitas

2. Berpotensi menyebabkan obesitas
Unsplash/Taiscaptures

Kebiasaan duduk terlalu lama saat hamil juga berpengaruh pada penambahan berat badan yang berujung obesitas. Pasalnya, saat duduk, tubuh tidak bergerak sehingga aliran darah tidak lancar dan metabolisme terganggu. 

Obesitas atau kelebihan berat badan saat hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, bayi lahir cacat, bayi lahir prematur, bahkan kemungkinan terjadinya keguguran. 

Editors' Picks

3. Meningkatkan risiko diabetes gestasional

3. Meningkatkan risiko diabetes gestasional
Unsplash/Kellysikkema

Duduk terlalu lama juga bisa meningkatkan risiko terserang diabetes gestasional. Sebab, saat duduk, Mama tidak terlalu banyak bergerak dan memicu kenaikan kadar glukosa dalam darah. 

Sama halnya seperti obesitas, diabetes gestasional dapat membahayakan kesehatan diri sendiri dan mengganggu perkembangan janin dalam kandungan.

Mama bisa terserang komplikasi kehamilan lainnya, mulai dari preeklampsia, bayi lahir cacat, bayi lahir prematur, bahkan keguguran. 

4. Menyebabkan nyeri punggung

4. Menyebabkan nyeri punggung
Unsplash/Jonathanborba

Perlu Mama ketahui bahwa duduk terlalu lama saat hamil bisa menyebabkan tekanan pada tulang belakang. Tekanan pada tulang belakang semakin diperparah dengan ukuran perut yang semakin membesar, apalagi jika sudah hamil tua. 

Oleh karena itu, Mama bisa mengalami nyeri punggung setelah duduk terlalu lama. Selain itu, Mama juga berisiko terserang nyeri sendi pinggul atau memiliki masalah pada tulang belakang. 

5. Memicu perut sering sakit

5. Memicu perut sering sakit
Freepik/freepic.diller

Duduk terlalu lama berisiko membuat perut terasa lebih sakit. Seiring bertambahnya usia kehamilan, maka perut akan semakin membesar. 

Kebiasaan duduk terlalu lama membuat rongga perut tidak dapat “bernapas” secara normal. Perut ibu hamil juga akan menekan organ tubuh lainnya dalam waktu lama. Akibatnya, perut akan terasa sakit atau nyeri.  

6. Mengalami perubahan suasana hati dan stres

6. Mengalami perubahan suasana hati stres
Unsplash/Leticiapelissari

Saat hamil, Mama cenderung mengalami perubahan mood secara drastis. Perubahan mood itu bisa disebabkan tekanan pekerjaan atau padatnya kegiatan. Namun, tanpa disadari, perubahan moodjuga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan duduk terlalu lama. 

Pasalnya, saat duduk terlalu lama, metabolisme tubuh terganggu. Akibatnya, tubuh tidak dapat melepaskan hormon endorfin yang mempengaruhi suasana hati. 

Tips Duduk saat Hamil

Tips Duduk saat Hamil
Unsplash/Lordmaui

Ibu hamil dianjurkan duduk maksimal 20 menit. Setelah itu, Mama sebaiknya berdiri dan meregangkan otot selama 8-10 menit. Peregangan perlu dilakukan agar metabolisme tubuh dan aliran darah tetap lancar. 

Selain itu, pilihlah kursi yang memiliki sandaran punggung agar Mama bisa duduk lebih nyaman. Atur ketinggian kursi serta upayakan posisi punggung tegak lurus dan bokong menyentuh bagian belakang kursi. Posisi ini bertujuan untuk menghindari nyeri punggung atau masalah pada tulang belakang. 

Mama perlu memperhatikan posisi dan durasi duduk selama masa kehamilan. Jika merasakan gejala-gejala mencurigakan akibat duduk terlalu lama, lalu pastikan jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter kandungan. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.