TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penyakit yang Sering Dialami Anak saat Liburan & Cara Menanganinya

Penting sekali untuk menjaga rutinitas tetap sama, ya, Ma

Pixabay/91249144gary

Sekolah sudah libur tengah semester dan kini saatnya menghabiskan waktu bersama si Kecil. Agar tidak panik saat si kecil sakit ketika liburan, ini yang harus diperhatikan. 

Liburan biasanya menjadi waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sambil mengeksplorasi tempat-tempat baru. Namun dengan perubahan keseharian yang berbeda, bisa membuat si Kecil tidak nyaman bahkan sampai berujung sakit. 

Agar tidak terjadi, Popmama.com akan merangkumkan apa saja yang sering jadi penyakit anak-anak beserta cara menanganinya, seperti yang dijabarkan dr Rista Harwita Putri, SpA.

1. Penyakit yang sering diderita anak-anak saat liburan

Freepik/freepik

Seringnya, anak-anak mengalami beberapa penyakit umum saat liburan. Hal itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. 

"Penyakit anak-anak saat liburan biasanya batuk, pilek, diare," tutur dr Rista dalam acara Bamed "Menjaga Tubuh Tetap Sehat pada Masa Libur dan Paska Libur", Kamis (15/12/2022). 

Batuk dan pilek bisa disebabkan oleh istiraharat yang kurang, makanan yang kurang seimbang, dan imunitas tubuh yang turun. Sedangkan demam bisa juga disebab oleh hal yang sama.

Kemudian diare, bisa disebabkan oleh makanan yang kurang baik, kurang seimbang, dan tidak teratur. 

2. Sebaiknya jaga kesehatan dari sebelum waktu liburan

Freepik/pch-vector

Untuk mendapatkan liburan yang bebas sakit, anak-anak perlu dijaga kesehatannya dari sebelum waktu liburan. Hal ini bisa didapatkan dengan menjaga asupan makanan dengan nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup. 

"Dalam setiap kali makan, usahakan ada protein, karbohidrat, lemak, buah dan sayur. Kemudian istirahatnya harus cukup, sesuai dengan umur anak," lanjutnya. 

3. Jaga rutinitas makan selama liburan

Freepik/Freepik

Saat liburan, anak-anak sebaiknya tetap menjalani rutinitas yang sama. Seperti contoh, jika terbiasa makan di pukul 12.00 siang, maka lakukan hal yang sama selama liburan. Ini bisa mengurangi risiko anak sakit.

"Kalau liburan memang sulit konsisten mendapatkan menu yang selalu sehat dan seimbang, apalagi jika ingin mencoba kuliner baru, tapi kalau bisa tetap dijaga nutrisinya," ungkapnya. 

Jika makan besarnya kurang seimbang, bisa disiasati dengan camilan yang sehat. Hindari camilan yang terlalu tinggi gula, tinggi garam, dan berpengawet. 

"Camilan bisa buah potong, jus dari buah asli, dan minuman manis bisa diganti dengan air putih," lanjutnya. 

4. Tidur malam yang sangat penting

Freepik/Valuavitaly

Saat liburan, sudah pasti rutinitas istirahat anak berubah. Dari yang tadinya sering tidur siang, ini bisa beberapa hari melewatkannya. 

Nah, pastikan agar anak mendapat tidur malam yang berkualitas. 

"Hormon pertumbuhan anak terjadi setelah pukul 10 malam, jadi tidur malam yang berkualitas sangat penting. Kalau tidur siang boleh dikurangi, kalau malam tidak boleh," ujarnya. 

Untuk menyiasatinya, Mama perlu mengatur jadwal liburan agar tidak sampai terlalu larut malam. Atur kamar senyaman mungkin agar anak bisa mudah tidur lelap di malam hari.

5. Jangan lupa vaksin

Freepik

Meski sudah dekat dengan waktu liburan, usahakan untuk tidak menunda vaksin buah hati. Karena vaksin sangat penting untuk menyokong kesehatannya. 

"Pastikan vaksinasi anak sesuai dengan jadwal dan anak di atas 6 tahun sudah bisa mendapatkan vaksin Covid," kata dr. Rista. 

6. Perhatikan kemampuan anak

Freepik

Terakhir, perhatikan kemampuan anak. Jangan memaksakan itinerary yang terlalu padat karena bisa membuat anak terlalu lelah. 

"Sebaiknya tidak memaksakan anak untuk tetap berkegiatan bila anak terlihat lelah dan stres," tuturnya.

Daripada anak jadi tantrum dan berujung sakit karena tenaga yang terlalu diforsir, sebaiknya itinerary disesuaikan dengan tenaga buah hati. 

Selamat liburan bersama keluarga!

Baca juga:

The Latest