TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Anak 5 Tahun Tewas Tenggelam di Makasar saat Dititipkan

Kronologi anak 5 tahun di Makassar yang tewas tenggelam di tempat penitipan anak

Pexels/Matteo Badini

Seorang anak laki-laki berusia lima tahun dikabarkan tewas tenggelam di drainase Jalan Daeng Tata, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tewasnya balita tersebut diketahui setelah orangtuanya menitipkan sang anak di sebuah jasa penitipan anak.

Mengetahui kabar tersebut, pihak kepolisian pun segera menanganinya dan menduga ada kelalaian dari pengurus jasa tempat sang anak dititipkan.

Berdasarkan informasi yang beredar, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando KS menyebutkan bahwa korban lepas dari pantauan pengurus yang mengakibatkannya tewas tenggelam.

Lantas, seperti apa kronologi kejadiannya? Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya terkait anak berusia 5 tahun yang tewas tenggelam di jasa penitipan anak.

1. Dugaan korban sebelum hanyut di saluran air

Pexels/ Caroline Martins

Di tengah keperluan yang harus dilakukan kedua orangtua korban, mereka pun menitipkan putranya di salah satu penitipan anak yang ada di Makassar. Namun naas, penitipan putranya justru berujung maut yang merebut nyawanya.

Dijelaskan oleh Lando pada Kamis (14/7/22), sang anak diketahui lepas dari pengawasan pengurus. Anak tersebut kemudian diduga memanjat pintu gerbang dan terjatuh ke drainase atau saluran air.

Tubuh korban kemudian sempat terbawa arus dan sudah ditemukan warga sekitar dalam keadaan meninggal dunia di saluran air tersebut. Hal ini dipastikan langsung oleh Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS pada hari ini, Jumat (15/7/22).

2. Ditinggal untuk ibadah salat

Freepik/rawpixel.com

Lebih lanjut, Lando menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang didapat dari para pengajar atau pengurus, anak berusia 5 tahun itu sebelumnya masih terlihat baik-baik saja di halaman kantor. Kemudian, pengurus tersebut meninggalkan sebentar untuk melaksanakan salat Ashar.

Namun, setelah ia kembali dari salatnya, korban yang tadi masih bermain di halaman kantor justru sudah hilang entah ke mana. Pihak pengurus jasa penitipan anak tersebut pun langsung mencari keberadaan sang anak.

Di tengah-tengah pencarian, orangtua korban kemudian datang untuk menjemput putranya. Namun, mereka dikejutkan bahwa putranya justru telah hilang dan tidak ada di tempat penitipan.

3. Korban suka bermain air

Patrika.com Ilustrasi

Dari kesaksian orangtua korban, mereka menyebutkan bahwa putranya itu memang menyukai kegiatan bermain di air. Hal ini yang semakin menguatkan dugaan korban untuk bermain di saluran air tersebut.

Lebih lanjut, Lando juga membeberkan bahwa terdapat saksi yang sempat mendengar teriakan seorang anak. Saksi tersebut diketahui seorang pengendara yang kemudian menepi untuk mencari sumber suara.

Saksi yang melihat korban kala itu menyebutkan bahwa anak laki-laki tersebut terbawa arus drainase dalam posisi tengkurap. Setelah berhasil menolong korban, pihak keluarga dan penitipan anak tersebut pun langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Namun sayangnya, nyawa korban tak berhasil tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dibawa ke rumah duka.

Dari kejadian di atas, diharapkan kepada seluruh pihak agar tetap waspada dan tidak lengah saat sedang mengawasi anak-anak mereka. Semoga kejadian serupa tak kembali terulang pada siapa pun ya, Ma.

Baca juga:

The Latest