TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Lebih Mudah Dimengerti, 5 Tips Membacakan Cerita pada Anak 3-5 Tahun

Tips ini sangat bermanfaat bagi orangtua yang ingin mengajarkan anak berbahasa melalui bercerita

Pixabay/FrancineS0321

Bercerita pada anak balita memang lebih bagus jika pakai peraga. Mama bisa menggunakan buku cerita atau boneka tangan. Biasanya ini dapat menarik perhatian anak. 

Dalam sebuah penelitian berjudul Efektifitas Metode Bercerita Dengan Alat Peraga Tiruan untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa dan Minat Belajar Anak yang telah disusun oleh Ni Wayan Nuriani, Wayan Lasmayan, dan Made Sutama juga menjelaskan hal serupa.

"Metode bercerita dengan alat peraga tak langsung atau tiruan, yaitu bercerita dengan buku cerita efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa."

Terjadi peningkatan kemampuan berbahasa dilihat dari perkembangan pada awal penelitian dilakukan yang menunjukkan kemampuan anak dengan kategori kemampuan berbahasa rendah sangat mendominasi, yaitu 55% dan hasil cukup 45%.

Kemudian pada siklus I nampak peningkatan yang positif yaitu anak yang berbahasa sangat rendah yang awalnya 55%, menjadi hanya 15%. 

Kategori cukup kemampuan berbahasa yang semula 45% meningkat jadi 65%, dan mulai ada anak dalam kategori baik sebanyak (20%).

Pada siklus II terjadi perkembangan yang signifikan karena pada siklus I yang didominasi oleh kategori cukup 65% diganti oleh kategori sangat baik 90% dan kategori baik sebanyak 10%. 

Dari persentase di atas sudah terlihat jelas adanya peningkatan kemampuan berbahasa pada anak yang rutin dibacakan buku cerita.

Nah, Mama tentu tertarik kan untuk mengajarkan anak sambil bercerita. Berikut Popmama.com telah merangkum tips membacakan buku cerita pada anak 3-5 tahun agar mudah dimengerti. 

Bagaimana caranya? Yuk, simak sampai akhir!

1. Perkenalkan tokoh dalam cerita

Freepik/gpoInstudio

Seperti hal pada umumnya, saat bertemu orang baru pasti kita berkenalan dulu. Agak aneh jika langsung bercerita bermacam hal ya.

Begitu pun saat membacakan buku cerita pada si Kecil. Pertama-tama, perkenalkan dulu tokoh dalam cerita. Jika tokohnya hewan, Mama bisa sambil main tebak-tebakan dengan ciri hewan tersebut. Lalu menyebutkan namanya. 

Jika anak sudah mengetahui nama-nama hewan, cukup tunjuk gambarnya lalu biar anak yang menyebutkan nama jenis hewan tersebut. Minta anak untuk mendeskripsikan ciri-ciri hewan tersebut.

Misal hewan kuda, "Ini hewan apa ya? Kakinya 4, ada rambut dan poninya, senyumnya lebar, buntutnya panjang, dan memakai sepatu, hewan apa namanya?"

Biarkan anak berimajinasi dengan membayangkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita yang akan dibacakan oleh Mama.

2. Perkaya kosakata baru dan rumit

Freepik/Racool_studio

Gunakan bahasa yang baru dalam setiap cerita. Biarkan anak menambah perbendaharaan kata yang diketahuinya. 

Tidak masalah jika ada beberapa kosakata yang baru dan rumit. Langsung diskusikan. Mulai dari cara menyebutkannya, lalu jelaskan apa artinya kepada anak dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Dengan begitu Mama sudah membantu anak untuk belajar berbahasa.

3. Perlihatkan gambar sambil menjelaskan pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut

Freepik/gpoInstudio

Cerita anak yang bagus adalah cerita yang mengajarkan tentang nilai kebaikan. Sebaiknya Mama memilihkan cerita yang mengandung pesan positif untuk anak. 

Di akhir cerita, Mama bisa menjelaskan apa saja pelajaran moral atau nilai-nilai yang perlu anak pahami.

Agar semakin paham, Mama bisa berikan contoh dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari si Kecil. 

Sambil melihat gambar biarkan imajinasi anak bekerja. Ia akan menyambungkan apa yang ia lihat dan apa contoh dari nilai pada cerita tersebut. Cobalah untuk menciptakan diskusi yang menarik bagi si Kecil.

4. Menanyakan kesan anak atas cerita tersebut

Freepik/gpoInstudio

Setelah membacakan sampai selesai, tanyakan pada anak bagaimana kesannya pada jalan cerita tersebut. Biarkan anak latihan menyusun kata-kata sambil menunjukkan emosinya.

Apakah ia terhibur karena ceritanya lucu, atau anak merasa sedih karena kasihan, mungkin juga marah karena tokoh dalam cerita membuatnya kesal. 

Tanyakan apa yang membuat anak merasa demikian? Ini baik untuk fase belajar mengenali emosi anak.

5. Minta anak untuk cerita ulang

Pexels/Alexander Dummer

Untuk mengetahui seberapa besar si Kecil menyerap cerita yang Mama bacakan, cobalah minta anak untuk bercerita ulang. 

Dari situ bisa diketahui apakah anak menceritakan ulang sesuai versinya, atau ia bisa meniru bercerita persis sang Mama. Tidak ada yang salah, perkembangan anak memang unik dan berbeda-beda.

Menceritakan ulang biasanya dapat melatih kepercaya dirian anak. Jika si Kecil enggan untuk membacakan atau bercerita ulang di saat itu, Mama bisa mengajaknya di hari lain.

Itulah tips membacakan cerita pada anak 3-5 tahun yang efektif. Sehingga anak bisa belajar berbahasa, melatih emosi dan memupuk kepercayadirian anak sedini mungkin. Selamat mencoba ya, Ma.

Baca juga:

The Latest