7 Rekomendasi Buku Cerita Anak yang Mengajarkan Toleransi

Ajak anak baca 7 buku cerita ini untuk belajar toleransi

21 April 2019

7 Rekomendasi Buku Cerita Anak Mengajarkan Toleransi
Freepik/ Prostooleh

Apa yang terlintas dalam benak Mama saat mendengar kata “toleransi”?

Toleransi bukan sekadar menghargai agama lain, tetapi juga berbagai perbedaan yang sering kita temui sehari-hari. Mulai dari keinginan, pendapat, kesukaan, kondisi fisik tubuh, warna rambut dan kulit, hingga selera berpakaian.

Lebih penting lagi, mengajarkan anak toleransi juga membantunya memahami keberagaman, membangun sikap berprasangka baik, dan menumbuhkan sikap empati kepada orang lain.

Tentu sikap tersebut perlu diajari sejak dini, Ma, tidak bisa terbangun begitu saja. Sedini mungkin anak harus menyadari bahwa ia hidup di lingkungan majemuk, banyak orang yang ia temui berasal dari berbagai latar belakang, agama, suku, dan ras.

Cara terbaik memupuk sikap toleransi pada anak adalah dengan membacakan sebuah cerita. Sebagai permulaan, Popmama.com akan memberi 7 rekomendasi buku cerita anak yang mengajarkan toleransi khusus untuk Mama.

1. Kitu, Kucing Kecil Bersuara Ganjil

Kitu, si Kucing kecil, baru saja pindah ke rumah Cita dan berpisah dengan keluarganya. Setiba di rumah baru, ia punya satu keinginan: bermain bersama kucing-kucing lain yang tinggal di sekitar rumah Cita.

Namun, ia ragu karena dirinya tampak begitu berbeda dari kucing-kucing tetangga. Malah, suara Kitu terdengar ganjil, tidak seperti kucing lain. Kira-kira, Kitu bisa nggak ya berteman dengan kucing-kucing tersebut?

Lewat kisah Kitu, anak mama akan belajar menerima dan menghargai perbedaan orang lain. Perbedaan itu hal biasa dan lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Penerbit/Tahun Terbit    : Buah Hati/2017

Penulis        : Sekar Sosronegoro

2. Prasangka Moka

Moka sedang bingung. Seharusnya perjalanan ke rumah nenek berlangsung menyenangkan. Namun, Moka lupa arah jalan menuju rumah nenek. Ia berusaha tetap berjalan, tetapi tidak tahu pasti tujuannya.

Lalu, matahari terbenam dan hari mulai gelap. Moka khawatir, apakah ia harus menerima bantuan dari hewan lain yang ia temui di hutan? Benarkah sifat mereka seperti yang sering ia dengar selama ini?

Lewat Prasangka Moka, Mama bisa mengajarkan anak membangun prasangka baik pada orang lain. Tidak sembarang menilai teman hanya karena stereotipe suku, jenis kelamin, atau agama, agar anak bisa tumbuh menghargai perbedaan.

Penerbit/Tahun Terbit    : Buah Hati/2018

Penulis        : Sekar Sosronegoro

Editors' Picks

3. Jenggo, Ayam Jago yang Sombong

Jenggo belum pernah sekesal dan secemas ini. Si ayam jago ini khawatir Pak Sukarasa terbagi perhatiannya sejak ada kambing tinggal di peternakan. Jangan-jangan, peternakan yang tadinya untuk para ayam akan berubah jadi peternakan kambing juga?

Jenggo nggak bisa tinggal diam, ia harus segera bertindak. Namun, kecurigaan Jenggo apakah sungguh beralasan? Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Keluarga Kambing menghadapi situasi ini?

Cerita Jenggo mengingatkan Mama pada isu bullying dan diskriminasi,yang tengah ramai diperbincangkan dan kerap viral di media sosial belakangan ini. Lewat cerita sederhana dan ilustrasi menarik, anak bisa belajar berempati, sambil berprasangka baik dan tidak terburu-buru menilai orang lain yang berbeda dengannya.

Penerbit/Tahun Terbit    : Buah Hati/2018

Penulis        : Sekar Sosronegoro

4. Aku Suka Caramu

Rano adalah seorang anak tunanetra, ia memerlukan tongkat untuk membantunya berjalan. Ia berteman dengan Wuri, seorang anak perempuan yang ceria.

Suatu hari mereka pergi bersama ke acara ulang tahun Ali. Berkali-kali Wuri menawarkan diri untuk membantu Rano berjalan, tetapi Rano menolaknya. Wuri khawatir, tapi Rano tetap merasa yakin bisa tiba di rumah Ali dengan selamat. Bagaimana cara Rano melakukannya ya?

Cerita Rano dan Wuri membantu anak memahami bahwa ada sebagian temannya yang berbeda secara fisik. Meski demikian, mereka juga punya cara untuk melakukan rutinitas harian dengan mengandalkan dirinya sendiri, sama seperti anak.

Penerbit/Tahun Terbit    : Litara/2015

Penulis        : Audelia Agustine

5. Cap Go Meh

Nisa yang beragama Islam, berteman dengan Lili, seorang anak Tionghoa. Saat Idul Fitri tiba, Nisa mengundang Lili datang ke rumah dan mencicipi lontong cap go meh buatan ayahnya.

Namun, melihat hidangan itu, Lili berujar bahwa lontong cap go meh itu hidangan khas saat Imlek. Keduanya saling beradu pendapat soal lontong cap go meh tersebut. Apakah Nisa dan Lili akan bertengkar karena beda pendapat soal ini?

Kisah Nisa dan Lili mengajak anak-anak mengenali berbagai kebudayaan. Di Indonesia pun percampuran antara dua budaya mudah dijumpai, seperti halnya kehadiran hidangan lontong cap go meh pada perayaan Idul Fitri atau Imlek.

Penerbit/Tahun Terbit    : Litara/2014

Penulis        : Sofie Dewayani

6. Cerita Eyang

Cerita Eyang berkisah tentang seorang gadis kecil dan adiknya yang tinggal bersama eyang putrinya. Eyang tampak berbeda dari nenek lainnya karena Eyang punya kebutuhan istimewa.

Eyang suka menghitung sendok, suka mendengarkan radio, dan sayang sekali dengan daster-daster bermotif bunga miliknya. Lalu, bagaimana kedua gadis kecil itu menyikapi perbedaan sifat Eyang kesayangan mereka?

Buku ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis yang terinspirasi oleh kehadiran anggota keluarga berkebutuhan khusus. Lewat Cerita Eyang, anak akan belajar bahwa perbedaan itu ada bukan untuk dijauhi atau ditakuti. Perbedaan justru harus dirangkul bersama dengan tetap saling menghargai.

Penerbit/Tahun Terbit    : Seumpama Books/2019

Penulis        : Referika Rahmi

7. Aku Anak yang Berani 3, Bisa Melindung Diri Sendiri

Ada 10 cerita dalam buku ini yang mengangkat perbedaan dan mencegah prasangka. Mulai dari cerita anak mengikuti audisi tari yang dihadiri peserta dengan kondisi fisik beragam, kurus, gendut, tinggi, berkulit hitam, tetapi semuanya jago menari.

Ada juga cerita persahabatan antara anak-anak yang berbeda keyakinan, cerita anak yang lahir dari keluarga dengan latar ekonomi berbeda, hingga anak yang mempunyai perbedaan bahasa dan budaya. Terselip juga kisah anak yang punya banyak papa dan mama serta anak yang mempunyai kebutuhan khusus.

Semua kisah tersebut sebetulnya sering kita temui sehari-hari ya, Ma? Namun, seberapa jauh Mama dan Papa telah memperkenalkannya pada anak dengan menganggap perbedaan itu sebagai sesuatu yang wajar? Tips dalam buku ini bisa jadi panduan untuk Mama saat mengajarkan si Anak tentang toleransi dan menghargai perbedaan.

Itulah 7 rekomendasi buku cerita anak yang mengajarkan toleransi. Mama bisa membelinya lewat toko buku online atau toko buku terdekat di kota tempat Mama tinggal. Selamat membaca!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.