TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Cara Memulai Bisnis Makanan Online

Buatlah makanan yang unik dan berbeda dari lainnya untuk menarik minat calon customer

Pexels/Isaac Taylor

Bisnis makanan online saat ini sudah menjamur. Dari mulai camilan hingga makanan berat bisa ditemukan secara online. Bebagai ragam jenis yang ditawarkan tentunya membuat calon pembeli tertarik.

Digital mempermudah para pelaku usaha kuliner untuk memasarkan dagangannya melalui sosial media. Kemudahan transaksi dan pemesan yang bisa dilakukan sambil bersantai menjadi pilihan orang untuk membeli secara online.

Kendati demikian, ternyata membangun bisnis makanan online juga tidak mudah lho, Ma. Setiap memulai bisnis pastinya ada kiat-kiat yang harus dilakukan agar bisnis berjalan dengan lancar.

Nah di bawah ini, Popmama.com akan rangkum 7 cara memulai bisnis makanan online yang bisa dicoba. 

1. Carilah ide jenis makanan yang ingin dijual

Pexels/Andres Ayrton

Cara memulai bisnis makanan online yang pertama ialah menentukan makanan apa yang ingin dijual. Kalau Mama bingung, mama bisa mencari inspirasi dari makanan-makanan yang sudah ada lalu dimodifikasi. 

Berhubung akan dijual online, kalau bisa makanan tersebut memiliki ketahanan yang cukup ketika diterima oleh customer. Ketahanan yang dimaksud dari segi makanannya yang tidak mudah basi, dan kemasannya yang tidak mudah rusak.

Ini hanya saran saja ya, Ma. Untuk berjaga-jaga mendapat customer yang jaraknya jauh sehingga makanan lebih lama berada di perjalanan.

Jika Mama sudah memiliki ide makanan apa yang ingin dijual, selanjutnya tinggal dimodifikasi saja Ma supaya berbeda dengan yang lain. 

2. Tentukan target pasar

Pexels/Cristian Dina

Jenis makanan yang dijual juga bisa mempengaruhi target pasar atau customer, karena setiap usia memiliki selera dan ketertarikan yang berbeda terhadap makanan. 

Jika ingin menggaet pasar anak muda, biasanya mereka suka sekali mencoba makanan yang viral dan kekinian. Nah itu bisa dijadikan ide lho, Ma. Target pasar juga meliputi kalangan tertentu.

Apakah harga yang diberikan sesuai dengan target kalangan menegah ke bawah, atau Mama justru ingin menggaet pasar menengah ke atas. Hal ini perlu dipikirkan matang-matang ya. 

3. Cari pemasok bahan baku

Pexels/Maarten van den Heuvel

Mencari pemasok bahan baku untuk bisnis makanan online juga perlu dilakukan. Carilah pemasok yang lengkap, minimal bahan inti yang kamu perlukan ada di satu tempat.

Disarankan untuk memilih pemasok bahan baku lebih dari satu, hal ini sekadar berjaga-jaga jika barang yang kamu cari tidak ada, maka kamu bisa mencari di pemasok lainnya. 

Pilihlah pemasok yang memiliki harga murah dan kualitas yang baik. Semakin murah bahan yang didapatkan, akan semakin banyak keuntungan dari produk yang nanti terjual.  

4. Branding yang unik

Pexels/Karolina Grabowska

Menjamurnya bisnis makanan online saat ini membuat nama brand juga kian banyak. Terkadang orang merasa tertarik untuk membeli hanya dengan mendengar nama brandnya saja lho. Jadi, tidak ada salahnya untuk membuat nama brand yang unik.

Nama brand yang unik bisa membantu produkmu lebih dikenal banyak orang. Jangan takut untuk untuk memilih nama yang kreatif. Selain nama brand, kamu juga harus mempersiapkan kemasan yang baik untuk produkmu.

Sama halnya dengan nama brand, kemasan juga menjadi faktor pendukung produkmu menjadi lebih besar nantinya. Buatlah seunik supaya bisa menarik pembeli untuk mengenal apa yang kamu jual.

5. Buat toko online

Pexels/Kerde Severin

Berhubung kamu terjun di bisnis makanan online, maka kamu perlu mencari tahu juga di sosial media mana kamu akan memasarkan produkmu. Saat ini sudah banyak sosial media yang bisa dijadikan ladang usaha jika kamu memiliki ide.

Kamu bisa pasarkan dengan unggahan story di Instagram, membuat video di TikTok, atau terjun langsung untuk mereview makanan sebagai food vlogger di Youtube. Kamu bisa pilih sesuai yang kamu mau.

Yang pasti, jika kamu sudah membuka toko online, artinya kamu juga harus rajin untuk update terus mengenai produkmu. 

6. Rajin promosi di sosial media

Pexels/ROMAN ODINTSOV

Sosial media tempat di mana orang banyak berinteraksi secara online, tapi bukan berarti mereka tidak ada ya. Rajin mempromosikan jualanmu melalui sosial media dapat membuat orang penasaran.

Promosi yang dilakukan sekali dua kali tidak akan menghasilkan, jadi kamu memang harus rutin dan rajin membuat konten di sosial media untuk keperluan promosi.

Saran untuk mengupload di sosial media adalah sekitar jam 8-9 pagi, jam 12-13 siang, jam 3 sore, dan juga jam 8 malam. Kebanyakan orang di jam tersebut sedang istirahat dari rutinitasnya. Jadi memungkinkan mereka untuk membuka sosial media. 

7. Buatlah petty cash untuk keuangan bisnismu

Pexels/Karolina Grabowska

Meskipun baru ingin memulai, setidaknya dari awal sudah belajar untuk mengatur keuangan bisnismu agar lebih transparan lagi. Kamu tidak ingin kan mendapatk keuntungan yang tidak terlihat hanya karena perputaran uangnya tidak jelas. 

Jadi, buatlah petty cash untuk keuanganmu. Meskipun ini merupakan bisnis makanan online, namun untuk perputaran pengeluaran dan pemasukan tetap harus diatur ya. 

Itulah 7 cara memulai bisnis makanan online yang bisa Mama coba. Semoga tips yang diberikan bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga:

The Latest