TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Masih Sulit Mendapat Keturunan? Waspada Terkena Azoospermia!

Azoospermia perlu diketahui sejak dini untuk meningkatkan peluang kehamilan

Pixabay/sciencefreak

Sperma memang menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan seorang perempuan bisa hamil. Namun, tidak semua laki-laki memiliki kualitas sperma yang baik. 

Apalagi untuk laki-laki yang mengidap azoospermia, mereka akan sulit dalam melancarkan peluang kehamilan karena cairan spermanya kosong alias tidak berisi sel sperma.  

Apa Itu Azoospermia?

Freepik

Azoospermia adalah istilah yang digunakan ketika seorang laki-laki mengalami kelainan sperma. Mereka sama sekali tidak mengeluarkan sperma pada saat terjadi ejakulasi.

Hanya sebuah cairan mani kosong tanpa ada sel sperma di dalamnya sama sekali. Azoospermia terjadi pada 5 persen laki-laki, sehingga menurunkan peluang untuk memiliki keturunan.  

Untuk yang ingin mengetahui faktor penyebab hingga pemeriksaan azoospermia, sehingga dapat kembali meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Kali ini Popmama.com akan memberikan beberapa informasi mengenai azoospermia. 

Semoga informasi baru mengenai azoospermia dapat berguna ya, Ma!

Baca juga: Jangan Salah, Ini Perbedaan Sperma dan Air Mani

1. Faktor pemicu terjadinya azoospermia

Pixabay/TBIT

Jika pasangan belum kunjung hamil, ada kemungkinan menggalami gangguan kesehatan yang terjadi pihak suami atau istri. Azoospermia, salah satu kelainan sperma yang bisa terjadi sehingga dapat menurunkan peluang kehamilan. 

Dilansir dari Male Infertility Specialists, sebenarnya ada tiga penyebab yang dapat mengurangi produksi sperma dan memicu seorang laki-laki mengalami azoospermia seperti: 

  • Gangguan hormon 

Untuk merangsang dalam mengeluarkan sperma, testis memerlukan hormon bernama hipofisis. Jika hormon hipofisis tidak memenuhi kualitas yang normal, maka testis akan kurang memproduksi secara maksimal. 

Gangguan hormon ini bisa dipicu karena terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan tertentu, mengalami kanker, merokok, mengonsumsi alkohol dan narkotika. 

  • Kegagalan testis

Kegagalan yang terjadi pada testis laki-laki dapat mengakibatkan ketidakmampuannya dalam memproduksi sperma dengan kualitas terbaik. 

Penyebab terjadinya kegagalan testis ini dipicu karena testis tidak memiliki sel-sel yang seharusnya ada di dalamnya. Padahal sel yang ada di dalam testis dapat membelah menjadi sperma. Sperma yang tidak mampu menyelesaikan tahap perkembangannya dapat disebabkan oleh adanya kelainan genetik. 

  • Varicocele

Varicocele yang dapat menyebabkan kemandulan dipicu karena produksi sperma menjadi lebih rendah hingga menurunkan kualitas sperma. 

Perlu diketahui kalau varicocele akan mengalami pembengkakan buah zakar mirip seperti varises. Pembuluh darah yang ada di sekitar testis terutama pada bagian kiri karena mengalami kelainan, sehingga menghasilkan panas.

Baca juga: Demi Istri Cepat Hamil, Begini Tips Alami Mengentalkan Sperma

2. Pemeriksaan yang tepat untuk azoospermia

Freepik/ijeab

Pemeriksaan dan perawatan terhadap azoospermia perlu dilakukan untuk mengambil tindakan secara tepat. Hal ini membantu dalam mengetahui kondisi kesehatan sperma secara lebih optimal. Beberapa pemeriksaan yang tepat untuk azoospermia, seperti: 

  • Pemeriksaan hormon

Sebelumnya sudah tahu belum kalau follicle stimulating hormone (FSH) termasuk hormon yang dihasilkan oleh hipofisis? 

Jika kapasitas produksi sperma dan testis berkurang, maka hipofisis dapat semakin memproduksi FSH bertambah banyak. Saat kondisi ini terjadi, tanpa disadari FSH sedang meningkat dan menyebabkan testis tidak memproduksi sperma secara optimal.  

  • Pemeriksaan fisik 

Pemeriksaan fisik menjadi salah satu tes sederhana yang bisa dilakukan. Perlu diketahui kalau testis sebagian besar terdiri dari unsur-unsur produksi sperma seperti epitel seminiferus. Saat dilakukan pemeriksaan fisik dan ternyata ukuran testis berkurang, maka perlu diwaspadai karena memungkinkan epitel seminiferus terpengaruh dan memiliki indikasi terkena azoospermia.

  • USG transrektal 

Seperti yang sudah diketahui kalau USG transrektal dapat mendeteksi suatu penyakit secara lebih awal. Melalui USG transrektal seolah dapat memastikan letak sumbatan yang terjadi pada saluran ejakulasi.  

Dalam pemeriksaan ini, USG akan ditempatkan pada rektum dari saluran yang terletak di dekat dinding rektum. Selain itu, saluran ejakulasi akan melewati prostat sebagai sebuah kelenjar yang dapat dirasakan melalui dinding dubur laki-laki. 

  • Biopsi testis 

Pemeriksaan ini dapat membantu dalam mengetahui penyebab ketidaksuburan pada laki-laki. Tes akan dilakukan dengan pengambilan sampel pada testis menggunakan jarum suntik atau melalui sebuah sayatan kecil.

Biopsi testis juga dapat membantu kemampuan testis dalam memproduksi sperma secara lebih normal. 

  • Analisis sperma

Analisis sperma bisa dilakukan sebagai pemeriksaan dalam mengetahui azoospermia. Hasil analisis sperma ini akan dinilai akurat bila dilakukan paling sedikit 2 kali berturut-turut, setidaknya 2 minggu. 

Namun, sebelum melakukan analisis sperma sebaiknya 3 hari bebas dari berhubungan seksual. Pemeriksaan analisis sperma pun sebaiknya dalam keadaan yang rileks dan nyaman. 

Baca juga: 

3. Mencegah azoospermia dari asupan makanan sehat

Pexels/Pixabay

Setiap pasangan tentu ingin diberikan kesehatan dan segera mendapatkan kabar bahagia mengenai kehamilan. Namun, azoospermia bisa mengintai karena dipicu oleh olahraga yang tidak rutin, pola tidur yang salah dan asupan makanan kurang sehat. 

Demi mempercepat kehamilan, azoospermia dapat dicegah melalui beberapa asupan makanan sehat seperti: 

  • Pisang

Buah pisang yang sering disajikan sebagai pencuci mulut dapat memiliki banyak nutrisi. Enzim bromelin yang terdapat pada buah pisang memiliki senyawa antiradang, sehingga membantu dalam meningkatkan kuantitas dan pergerakan sperma menjadi lebih baik. 

Selain itu, buah pisang memiliki kandungan vitamin A, B1 dan C. Vitamin ini dapat membantu testis memproduksi sperma yang sehat dan berkualitas. 

  • Semangka

Buah semangka dikenal memiliki antioksidan. Zat likopen di dalam buah semangka dapat menangkal radikal yang terdapat pada sperma. Semangka potong yang dikonsumsi rutin setiap hari dapat meningkatkan jumlah produksi sperma yang berkualitas. 

  • Bayam 

Bayam sebagai salah satu sayuran hijau memiliki banyak kandungan asam folat. Kadar asam folat yang cukup dapat membantu kualitas serta produksi sperma menjadi lebih baik. 

  • Telur

Seperti yang sudah diketahui bahwa telur memiliki kandungan vitamin E dan protein di dalamnya. Telur yang dikonsumsi secara rutin dapat melindungi kualitas sperma dari dampak buruk radikal bebas. Selain itu, telur memiliki kandungan zat gizi yang mampu mendukung pergerakan sperma lebih baik.

  • Bawang putih

Bawang putih sebagai bumbu dapur juga dapat berperan terhadap kualitas sperma karena mengandung vitamin B dan selenium. Keduanya dapat membantu untuk memperlancar aliran darah ke seluruh bagian tubuh, sehingga testi menjadi lebih sehat dan sperma yang dihasilkan lebih berkualitas. 

Beberapa asupan makanan ini dapat mencegah azoospermia dan memperbaiki kualitas sperma menjadi lebih baik. 

Itulah informasi mengenai azoospermia, semoga pengetahuan kali ini dapat bermanfaat demi meningkatkan peluang kehamilan. Tetap semangat!

Baca juga: 

The Latest