TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Fakta Mengenai Postpartum Gas, Gejalanya Perut Kembung

Sering dialami setelah melahirkan secara normal atau caesar

Freepik/benzoix

Tentunya tubuh Mama terjadi banyak perubahan selama kehamilan dan persalinan. Ini karena sebelumya melakukan tugas yang besar. Jadi nggak heran jika sebagian perempuan memiliki gejala perut kembung selama ritme rutinitas baru. Bahkan saat menyusui, kondisinya mungkin merasa tidak nyaman sepanjang waktu.

Dimana postpartum gas adalah ketika seorang ibu baru mengalami peningkatan perut kembung setelah melahirkan. Namun gas pasca persalinan, umumnya akan hilang dengan sendirinya. Tetapi juga bisa menjadi tanda cedera panggul atau kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Nah, berikut Popmama.com berikan ulasan mengenai fakta postpartum gas yang perlu Mama ketahui. Yuk, simak terus artikelnya!

1. Apakah normal alami postpartum gas?

Freepik/katemangostar

Perut Mama mengalami gejala perut kembung yang tak nyaman?

Bahwa memiliki gas disertai rasa menyakitkan atau tidak terkendali adalah gejala kehamilan dan pasca persalinan yang umum terjadi. Bahkan seorang ibu baru alami perubahan pada gerakan usus mereka. Namun  biasanya gas berlebih bisa membuat Mama merasa tidak nyaman, baik usai melalui proses persalinan secara normal atau caesar.

Dikutip dari Babyyumyum, memiliki gas setelah kehamilan adalah normal dan yakinlah bahwa kamu tidak sendirian dalam hal ini. Banyak ibu telah melaporkan menjadi lebih banyak mengandung gas daripada biasanya pasca melahirkan. Masalah gas ini juga dapat berlangsung dari satu minggu hingga beberapa bulan setelah kehamilan.

2. Apa saja gejala dari pospartum gas?

Freepik/freepic.diller

Setelah Mama melahirkan, tentu ada kegembiraan bertemu sang bayi. Namun perlahan, dalam beberapa waktu Mama mungkin mendapatkan sedikit rasa tidak nyaman karena pospartum gas. Beberapa gejala baru juga mungkin muncul seperti perut kembung.

Bahwa perubahan ini juga meliputi:

  • Sering buang gas
  • Bersendawa
  • Sakit perut yang tajam
  • Kram perut

Dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin disertai rasa sakit akibat infeksi rahim. Dokter pun dapat memeriksa apakah ada cedera dasar panggul yang perlu diperbaiki lebih lanjut atau tidak. Kondisinya bergantung pada penyebabnya.

3. Apa saja penyebab dari pospartum gas?

Freepik/cookie_studio

Postpartum gas setelah kehamilan yang sering terjadi memang benar-benar tidak menyenangkan. Dimana hormon progesteron adalah salah satu penyebab utama kelebihan gas selama kehamilan. Saat tubuh memproduksi lebih banyak progesteron untuk mendukung kehamilan, itu menyebabkan otot-otot di tubuh rileks. Ini termasuk otot-otot usus.

Sementara otot-otot usus yang bergerak lebih lambat menyebabkan pencernaan melambat. Hal tersebut menyebabkan gas menumpuk, yang pada gilirannya menimbulkan sendawa dan perut kembung pasca persalinan. Namun beberapa penyebab pospartum gas bisa berhubungan dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Dilansir dari Verywellfamily, setelah melahirkan tubuh mengalami banyak perubahan. Baik secara hormonal dan fisik. Tingkat aktivitas berubah dan mungkin mengonsumsi obat atau suplemen tertentu yang dapat mengubah cara kerja usus.

Berikut ada kemungkinan penyebab lain dari postpartum gas yang dialami Mama:

  • C-section

Mama mungkin lebih rentan terhadap gas dan kembung jika telah melalui proses operasi caesar. Dengan operasi seperti operasi caesar, usus bisa lambat untuk bergerak setelahnya. Terutama jika operasi caesar dilakukan dengan anestesi umum. Maka perut kembung dan distensi sering terjadi.

  • Obat pereda nyeri

Terkadang obat pereda nyeri yang Mama minum setelah operasi caesar atau untuk mengatasi rasa sakit setelah persalinan pervaginam, ini dapat memperlambat pencernaan. Pada akhirnya menyebabkan gejala seperti gas dan kembung. Bahkan segala jenis anestesi selama persalinan atau obat pereda nyeri yang diberikan setelah lahir dapat menimbulkan gejala gas dan kembung.

  • Episiotomi

Seseorang mungkin perlu menjalani prosedur bedah kecil yang disebut episiotomi saat mereka melahirkan.  Dokter memotong antara lubang vagina dan anus guna mencegah robekan. Terkadang episiotomi membutuhkan waktu untuk sembuh.  Ini juga dapat melemahkan otot-otot dasar panggul dan menyebabkan gejala inkontinensia anal, termasuk gas pasca persalinan.

  • Kerusakan dasar panggul

Kehamilan dan melahirkan dapat meregangkan dan melukai otot dan saraf di dasar panggul. Dasar panggul Anda mengalami banyak tekanan selama kehamilan. Saat melahirkan, kondisinya mungkin merobek otot sfingter anal. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan inkontinensia anal.  Sebagian perempuan yang melukai otot-otot ini selama kelahiran akan mengalami beberapa perubahan dalam kebiasaan buang air besar mereka. Tapi kondisinya bukan hal yang aneh jika otot sfingter anus robek saat lahir.
Cedera dubur dapat membuat berkurangnya kontrol atas gas. 

  • Sembelit

Mungkin penyumbang utama gas dan kembung pasca persalinan adalah sembelit. Terutama paling umum terjadi setelah persalinan pervaginam dan operasi caesar. Dimana sembelit dapat menimbulkan gejala usus tidak bergerak, bakteri menumpuk di saluran pencernaan dan menghasilkan gas  hingga perut kembung. Sangat normal jika buang air besar lambat selama beberapa hari pertama setelah melahirkan.

  • Pola makan dan gaya hidup

Makan makanan yang mengandung fruktosa, laktosa, sorbitol atau serat larut juga dapat meningkatkan gas.
Ketika ibu baru ingin mengurangi kelebihan gas, ada baiknya untuk menghindari makanan olahan. Mama dapat menikmati makanan lain dalam daftar diet seimbang dan sehat.

4. Bagaimana perawatan dan pengobatannya?

Freepik/jcomp

Apabila Mama mengalami kondisi pospartum gas, maka diperlukan waktu mulai dari seminggu hingga sebulan untuk mulai merasa lebih baik. Ya, sebagian besar gas akan hilang dengan sendirinya atau mencoba pengobatan berikut:

  • Menunda konsumsi suplemen zat besi. Sebaiknya Mama menunggu untuk memulai suplemen zat besi sampai mengalami satu atau lebih buang air besar setelah lahir.
  • Berjalan kaki secara perlahan dapat membantu meredakan nyeri gas setelah operasi caesar.  Jika ingin melakukannya, cobalah berpegangan pada sesuatu atau seseorang.
  • Latihan dasar panggul yang disebut latihan kegel juga dapat membantu pemulihan dari inkontinensia anal. Latihan kegel melibatkan berulang kali menegangkan dan mengendurkan otot-otot dasar panggul. Ini adalah otot yang digunakan seseorang untuk berhenti mengeluarkan gas atau urine.
  • Mendapat resep obat pelunak tinja atau pencahar dari dokter. Mama bisa juga mendapatkan obat yang dijual bebas. Fungsinya dapat meredakan sembelit dalam jangka pendek. 
  • Memiliki perubahan pola makan. Cara ini juga dapat membantu mencegah sembelit dan gas muncul kembali. Minum banyak air putih setiap harinya secara rutin.
  • Lakukan pose yoga yang meningkatkan pencernaan. The cat yoga pose akan mengangkat perut dengan cara yang seharusnya tidak mengiritasi luka baru dan membantu meregangkan gelembung gas.

Namun apabila Mama mengalami gas dan kembung berkelanjutan karena kondisi yang mendasarinya, dokter akan merekomendasikan perawatan.

Itulah fakta mengenai pospartum gas. Apakah Mama mengalami tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas?

Baca juga:

The Latest