Kram Perut Menyerang setelah Melahirkan? Ini 6 Cara Mudah Mengatasinya

Kram perut setelah melahirkan adalah hal yang wajar, Mama bisa mengatasinya dengan cara ini

22 Oktober 2020

Kram Perut Menyerang setelah Melahirkan Ini 6 Cara Mudah Mengatasinya
zliving.com

Pada umumnya, kram perut yang terjadi setelah melahirkan adalah hal yang normal.

Rahim, kulit, otot perut, dan pembuluh darah yang ada di perut akan mengalami peregangan selama sembilan bulan, yaitu semasa Mama sedang hamil.

Setelah proses melahirkan selesai, rahim akan berkontraksi agar bisa mengembalikan bentuk rahim ke ukuran semula.  Kontraksi ini juga yang telah menyebabkan plasenta lepas dari dinding rahim, sehingga pada akhirnya keluar dari tubuh mama.

Setelah itu, rahim akan menutup pembuluh darah tempat di mana plasenta menempel. Kondisi tersebutlah yang mengakibatkan Mama merasakan kram perut setelah melahirkan.

Umumnya, kontraksi yang terjadi pada rahim untuk mengambalikannya ke ukuran semula bisa memakan waktu sekitar 6-8 minggu. 

Namun, dilansir dari laman The Bump, durasi rasa sakit yang dirasakan tiap wanita bisa berbeda. Ini tergantung dari beberapa faktor seperti sudah pernah melahirkan sebelumnya, mengalami persalinan yang panjang, dan memiliki riwayat operasi caesar.

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut Popmama.com memberikan enam cara praktis untuk mengatasi kram perut setelah melahirkan!

1. Kompres perut dengan air hangat

1. Kompres perut air hangat
ourhealthypage.com

Sebelumnya, jangan lupa siapkan handuk bersih dan air hangat dalam baskom.

Celupkan handuk bersih ke dalam baskom berisi air hangat, peras, lalu kompres ke bagian perut. Mama bisa melakukannya sembari berbaring dan meletakkan bantal kompres di bagian bawah perut atau pada bagian perut yang kram.

2. Pijat lembut bagian perut secara perlahan

2. Pijat lembut bagian perut secara perlahan
isuini.com

Selain mengompres perut dengan air hangat, Mama juga bisa mengatasi kram perut pasca melahirkan dengan pijatan lembut secara perlahan pada bagian perut.

Pijat-pijat bagian perut yang kram secara perlahan setiap ingin tidur.

Dengan memijatnya secara lembut, maka lama kelamaan kram perut yang Mama rasakan akan hilang dengan sendirinya.

Editors' Picks

3. Buang air kecil 

3. Buang air kecil 
lifehacker.com.au

Cara alami dan termudah yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi kram perut adalah dengan buang air kecil sesering mungkin dan jangan menahannya. 

Jika ditahan, maka kandung kemih yang penuh akan menghambat kontraksi rahim sehingga membuat kram perut terasa semakin nyeri.

4. Berjalan kaki

4. Berjalan kaki
geico.com

Jangan malas ya Mama, melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki bisa menjadi obat alami untuk mengatasi kram perut pasca melahirkan lho!

Mama bisa melakukannya dengan berjalan kaki di sekitar rumah sambil membawa si kecil agar ia juga bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Ajak Papa juga untuk mengawasi keadaan mama jika kram perut yang dirasakan sedikit mengganggu aktivitas.

5. Relaksasi

5. Relaksasi
foodndtv.com

Jika selama persalinan Mama diajarkan teknik pernapasan dan relaksasi, maka tidak ada salahnya jika Mama mencoba untuk menerapkan hal ini kembali guna mengurangi rasa kram pada perut.

Agar lebih terarah, Mama bisa mengikuti kelas yoga yang dikhususkan untuk Mama yang baru saja melahirkan.

6. Mengonsumsi ibuprofen

6. Mengonsumsi ibuprofen
healthharvard.edu

Jika tidak ada jalan lain, Mama dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Dengan catatan, gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter. 

Karena dokter akan memberikan obat yang aman untuk ibu menyusui pasca melahirkan sesuai dengan kondisi kesehatan mama.

Nah, itulah enam tips mengatasi kram perut pasca melahirkan.

Menjadi seorang mama memang tidak bisa dikatakan mudah, namun sakit yang saat ini Mama rasakan pasti akan terbayar ketika melihat Si Kecil tumbuh menjadi anak yang sehat dan membanggakan.

Semangat ya, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.