TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Kebiasaan Baik di Awal Kehamilan untuk Mencegah Keguguran

Tips menjaga kebersihan dan kesehatan diri untuk kehamilan yang lebih sehat

freepik.com/subinpumsom

Tahukah Mama, 15-20% kehamilan di Indonesia mengalami keguguran setiap tahunnya? Itu berarti dalam 100 kelahiran, ada 43 kasus keguguran di antaranya. Penyebabnya beragam, mulai dari kelainan kromosom hingga komplikasi kehamilan.

Jangan khawatir, ada beberapa kebiasaan baik saat hamil yang dapat mengurangi risiko keguguran, lho. Simak pemaparan Popmama.com berikut ini ya!

1. Makan sehat dan bergizi

Freepik

Tidak hanya baik bagi kesehatan tubuh, pemenuhan nutrisi seimbang dari bahan makanan dan minuman sehat seperti buah, sayur, dan gandum utuh juga direkomendasikan oleh para ahli kesehatan untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan.

2. Berhenti merokok

Freepik/nensuria

Mama tentu sudah familiar dengan bahaya rokok bagi kesehatan. Selain meningkatkan risiko kanker, penyakit paru-paru, darah tinggi, dan stroke, perempuan dengan kebiasaan merokok juga terpapar risiko lebih tinggi untuk mengalami kemandulan, keguguran, stillbirth, kelahiran prematur, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah.

Mulai berhenti merokok setidaknya satu tahun sebelum program kehamilan akan sangat mengurangi risiko keguguran.

3. Mencuci tangan

Freepik

Bahkan sebelum pandemi datang, mencuci tangan sudah menjadi kebiasaan yang sangat baik untuk mencegah berbagai infeksi bakteri. Dengan rutin melakukan kebiasaan cuci tangan, Mama akan lebih aman dari risiko terkena bakteri berbahaya yang dapat memengaruhi kehamilan.

Biasakan untuk mencuci tangan selama minimal 20 detik dengan sabun sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan kamar mandi, ketika Mama berada cukup lama di sekitar orang yang sedang sakit, dan setelah menyentuh barang-barang yang sebelumnya sudah tersentuh orang lain.

4. Mengelola makanan dengan baik

Freepik/bearfotos

Ibu hamil dianjurkan untuk menghindari makanan yang berisiko menjadi sumber bakteri berbahaya seperti daging mentah serta keju dan susu yang belum dipasteurisasi. Namun, kebersihan dalam pengelolaan makanan juga tidak kalah penting.

Biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengelola makanan mentah, simpan sisa makanan dalam lemari pendingin dan konsumsi daging atau ikan yang dibekukan paling lambat dua hari setelah pertama membeli, mencuci bahan makanan segar sampai bersih sebelum konsumsi, dan olah seluruh bahan makanan hingga matang.

5. Menurunkan berat badan sebelum kehamilan

Freepik

Jarang menjadi topik perbincangan, obesitas adalah salah satu penyebab banyak komplikasi kesehatan dan kehamilan. Berbagai penelitian di seluruh dunia menunjukkan bahwa perempuan dengan kondisi obesitas memiliki risiko keguguran yang tinggi.

Perlu diperhatikan bahwa program penurunan berat badan mama sebaiknya didiskusikan dengan dokter kepercayaan terlebih dahulu agar sesuai dengan kondisi tubuh dan mendukung kehamilan sehat.

6. Perhatikan sanitasi dalam berhubungan seks

Pexels/Amina Filkins

Penyakit menular seksual seperti klamidia dan sifilis sangat berbahaya karena berisiko menyebabkan keguguran, stillbirth, kemandulan, kehamilan ektopik, dan kematian neonatal pada janin. Dalam keadaan aktif melakukan kegiatan seksual, siapa saja bisa memiliki penyakit menular seksual.

Untuk itu, selalu perhatikan sanitasi sebelum, selama, dan sesudah melakukan hubungan seks bahkan dalam keadaan hamil sekalipun.

7. Lakukan pemeriksaan dan perawatan prenatal

Freepik/nensuria

Pemeriksaan fisik dari dokter ahli dapat mengungkap berbagai kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kelainan rahim, infeksi menular seksual, hingga komplikasi kehamilan yang tanpa sadar dapat menyebabkan keguguran jika tidak segera ditangani sejak dini.

Jangan takut untuk memeriksakan kondisi diri dan pasangan sedini mungkin. Semakin cepat kondisi membahayakan diketahui, maka semakin cepat pula penanganannya.

Itu dia tujuh kebiasaan baik saat hamil untuk mencegah risiko keguguran. Yuk, mulai dari sekarang, Ma!

Baca juga:

The Latest