Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1 dari 3 Ibu Baru Jalani Peran Orangtua tanpa Dukungan Ibu Kandung
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Laporan The Motherless Mothers dan Peanut App terhadap lebih dari 2.300 responden menemukan satu dari tiga ibu baru menjalani awal menjadi orangtua tanpa kehadiran ibunya.

  • Kondisi tersebut dapat memunculkan kembali rasa kehilangan sekaligus membuat masa postpartum terasa lebih berat secara emosional..

  • Dukungan dari pasangan, keluarga, sahabat, komunitas, dan tenaga profesional dapat membantu ibu melewati masa postpartum tanpa harus merasa sendirian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi ibu untuk pertama kalinya bisa menjadi pengalaman yang penuh perubahan. Di tengah proses tersebut, kehadiran sosok ibu sering kali menjadi tempat untuk bertanya, berbagi cerita, sekaligus mendapatkan dukungan emosional maupun bantuan sehari-hari. 

Namun, tidak semua ibu baru dapat merasakan dukungan tersebut. Laporan dari Komunitas The Motherless Mothers (TMM) dan Peanut App menemukan bahwa 1 dari 3 ibu baru menjalani masa awal menjadi orangtua tanpa kehadiran ibunya. Kondisi tersebut dapat membuat masa awal menjadi orangtua terasa lebih berat.

Berikut Popmama.com telah merangkum studi tentang 1 dari 3 ibu jalani peran orangtua tanpa dukungan ibu kandung, seperti dikutip dari laman Parents.

1 dari 3 Ibu Baru Jalani Peran Orangtua tanpa Dukungan Ibu Kandung

Magnific

Laporan Komunitas TMM dan Peanut App yang melibatkan lebih dari 2.300 responden dari berbagai negara menemukan bahwa sekitar 1 dari 3 ibu baru menjalani masa menjadi orangtua tanpa kehadiran ibu mereka.

Bagi sebagian perempuan, kondisi ini dapat membuat masa awal menjadi seorang mama terasa lebih berat. Pasalnya, sosok ibu biasanya menjadi tempat untuk mendapatkan dukungan emosional maupun bantuan praktis saat menghadapi berbagai perubahan setelah melahirkan.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa 85 persen responden merasa pengalaman menjadi orangtua kembali memunculkan rasa duka yang mereka miliki. Momen kelahiran bayi dapat mengingatkan mereka pada sosok ibu yang tidak dapat hadir untuk menyaksikan perjalanan tersebut.

Kehilangan Sosok Ibu Tak Selalu Berarti karena Meninggal Dunia

Magnific

Tidak adanya sosok ibu dalam perjalanan menjadi orangtua tidak selalu disebabkan oleh kematian. Komunitas TMM juga memasukkan penyakit, jarak, serta hubungan yang renggang atau terputus  sebagai bentuk kehilangan dukungan maternal.

Bagi Mama yang hubungannya telah renggang dengan sang ibu, kelahiran bayi dapat memunculkan perasaan yang campur aduk. Ada keinginan untuk berbagi momen tersebut, tetapi hubungan yang tidak baik mungkin membuat hal itu sulit dilakukan.

Sementara itu, Mama yang kehilangan orangtuanya karena meninggal dunia dapat kembali merasakan kesedihan setelah melahirkan. Keinginan untuk memperkenalkan bayi atau berbagi pengalaman dengan sang ibu dapat membuat rasa kehilangan kembali terasa.

Kurangnya Dukungan Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental Ibu Baru

Magnific

Menjalani masa awal menjadi orangtua tanpa dukungan yang cukup dapat membuat Mama merasa lebih kesepian. Catherine M. Cunningham, MD, Kepala Bagian Psikiatri di Hackensack Meridian Ocean University Medical Center, menyebut kurangnya dukungan sosial sebagai salah satu indikator kuat yang berkaitan dengan depresi postpartum.

Menurut Cunningham, dukungan setelah melahirkan tidak hanya berupa bantuan mengurus bayi. Bantuan menyiapkan makanan atau mengerjakan pekerjaan rumah juga dapat mengurangi beban dan membantu Mama mendapatkan waktu untuk beristirahat.

Dukungan emosional juga tidak kalah penting. Memiliki seseorang yang dapat memberikan rasa tenang dan meyakinkan ibu bahwa dirinya tidak sendirian dapat membantu melewati masa penyesuaian setelah melahirkan.

Banyak Ibu Baru Belum Mendapatkan Dukungan yang Dibutuhkan

Magnific

Kebutuhan Mama yang tidak memiliki dukungan dari sosok maternal juga belum selalu menjadi perhatian dalam layanan kesehatan. Dalam laporan TMM dan Peanut, 74 persen responden mengatakan tenaga kesehatan tidak pernah menanyakan apakah mereka memiliki dukungan dari ibu.

Padahal, pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu tenaga kesehatan memahami kondisi emosional mama. Dari sana, Mama yang membutuhkan dukungan tambahan dapat diarahkan untuk mendapatkan bantuan yang sesuai.

Laporan tersebut juga menyoroti pentingnya grief-aware care, yaitu pendekatan yang mengakui bahwa rasa kehilangan dapat menjadi bagian dari pengalaman seorang orangtua. Dengan pendekatan ini, kondisi emosional mama dapat ikut diperhatikan selama masa perawatan.

Ibu Baru Tetap Bisa Mendapatkan Dukungan dari Orang Lain

Magnific

Tidak memiliki ibu di sisi selama masa awal menjadi orangtua bukan berarti Mama harus melewati semuanya sendirian. Dukungan dapat datang dari pasangan, keluarga, sahabat, komunitas sesama ibu baru, maupun tenaga profesional.

Cunningham menyarankan Mama untuk segera berbicara dengan dokter dan ahli apabila rasa sedih, bersalah, atau cemas mulai lebih mendominasi dibandingkan perasaan bahagia. Mendapatkan bantuan sejak awal dapat membantu Mama memperoleh dukungan yang sesuai.

Mama juga tidak perlu merasa bersalah ketika membutuhkan bantuan. Meminta pasangan mengambil alih pekerjaan rumah atau meminta keluarga menemani mengurus bayi merupakan hal yang wajar selama masa postpartum. 

Nah, itu dia informasi selengkapnya mengenai 1 dari 3 ibu jalani peran orangtua tanpa dukungan ibu kandung. Apakah Mama juga sedang mengalami hal serupa?

Curated For You

Editorial Team

Related Article