Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Amankah Penggunaan Diffuser untuk Bayi? Kenali Risiko dan Tips Amannya
Magnific/pvproductions
  • Diffuser berbahan minyak esensial umumnya tidak disarankan di sekitar bayi; penggunaannya baru dipertimbangkan setelah usia di atas 3 bulan atau sekitar 6 bulan.

  • Saluran napas bayi yang kecil dan sensitif dapat teriritasi uap minyak esensial, memicu batuk, sesak, mengi, serta iritasi kulit dan mata.

  • Jika digunakan, pilih minyak ramah bayi, nyalakan 20–30 menit di ruang berventilasi, jauhkan dari bayi, dan hentikan bila muncul gejala pernapasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diffuser kini cukup populer digunakan di rumah untuk memberikan aroma yang menenangkan, meningkatkan mood sekaligus membuat ruangan terasa lebih nyaman.

Meski diffuser terlihat aman, untuk rumah yang memiliki bayi, kerap ada pertanyaan muncul dari Mama dan Papa tentang amankah penggunaan diffuser untuk bayi?

Sebelum memutuskan untuk menggunakan diffuser di kamar si Kecil, yuk, simak artikel Popmama.com tentang amankah penggunaan diffuser untuk bayi berikut ini.

Amankah Penggunaan Diffuser untuk Bayi?

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Dilansir dari WebMD, diffuser yang umumnya menggunakan minyak essential tidak disarankan penggunaannya di sekitar bayi.

Selain itu, disebutkan bahwa penggunaan diffuser pada bayi baru boleh digunakan setidaknya saat bayi berusia di atas 3 bulan atau berusia sekitar 6 bulan.

Risiko Menggunakan Diffuser di Kamar Bayi

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penggunaan diffuser setidaknya boleh dilakukan setelah bayi berusia di atas 3 bulan atau sekitar 6 bulan.

Hal ini dikarenakan saluran pernapasan bayi masih kecil dan sensitif. Uap dari essential oil yang terhirup dapat memicu iritasi, batuk, hingga sesak napas.

Beberapa jenis essential oil, seperti eucalyptus dan peppermint, juga mengandung senyawa kuat yang berpotensi menyebabkan penyempitan saluran napas.

Dilansir dari Medical News Today, diffuser juga sebaiknya tidak digunakan jika bayi memiliki asma atau berisiko mengalami asma karena adanya riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Paparan aroma essential oil tertentu dapat mengganggu saluran pernapasan si Kecil.

Selain itu, tubuh bayi masih berkembang sehingga hati dan ginjalnya belum bekerja seoptimal orang dewasa dalam memproses zat tertentu.

Tak hanya berisiko terhadap pernapasan bayi, paparan aroma yang terlalu lama juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata bayi.

Tips Aman Menggunakan Diffuser untuk Bayi

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Jika Mama ingin menggunakan diffuser ketika si Kecil sudah berusia lebih dari 3 bulan atau setidaknya berusia 6 bulan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan bayi.

Berikut beberapa tips aman yang bisa Mama terapkan:

  • Perhatikan usia dan kondisi bayi. Hindari penggunaan diffuser pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan. Hindari penggunaan diffuser untuk bayi yang memiliki asma atau dengan riwayat keluarga penderita asma.

  • Pilih essential oil dengan tepat. Gunakan minyak esensial yang berkualitas dan memang direkomendasikan untuk anak. Hindari aroma yang terlalu kuat, seperti eucalyptus dan peppermint, karena dapat mengiritasi saluran pernapasan bayi.

  • Batasi durasi penggunaan. Nyalakan diffuser dalam waktu singkat, sekitar 20–30 menit dalam satu sesi, dan jangan dibiarkan menyala semalaman.

  • Letakkan diffuser di tempat yang aman. Posisikan alat jauh dari tempat tidur dan jangkauan bayi agar tidak mudah tersenggol atau terkena cairan essential oil.

  • Pastikan sirkulasi udara baik. Gunakan diffuser di ruangan dengan ventilasi yang cukup agar aroma tidak terkonsentrasi terlalu kuat.

  • Pantau reaksi bayi. Segera hentikan penggunaan diffuser jika bayi mulai sering bersin, batuk, hidung kembang-kempis, atau terlihat sesak napas.

Itulah mengenai amankah penggunaan diffuser untuk bayi. Sebelum Mama menggunakan diffuser, perhatikan usia dan kondisi si Kecil, dan bila perlu Mama bisa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu tentang penggunaan diffuser untuk bayi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article