Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penggunaan diffuser setidaknya boleh dilakukan setelah bayi berusia di atas 3 bulan atau sekitar 6 bulan.
Hal ini dikarenakan saluran pernapasan bayi masih kecil dan sensitif. Uap dari essential oil yang terhirup dapat memicu iritasi, batuk, hingga sesak napas.
Beberapa jenis essential oil, seperti eucalyptus dan peppermint, juga mengandung senyawa kuat yang berpotensi menyebabkan penyempitan saluran napas.
Dilansir dari Medical News Today, diffuser juga sebaiknya tidak digunakan jika bayi memiliki asma atau berisiko mengalami asma karena adanya riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Paparan aroma essential oil tertentu dapat mengganggu saluran pernapasan si Kecil.
Selain itu, tubuh bayi masih berkembang sehingga hati dan ginjalnya belum bekerja seoptimal orang dewasa dalam memproses zat tertentu.
Tak hanya berisiko terhadap pernapasan bayi, paparan aroma yang terlalu lama juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata bayi.