Pexels/Luis Becerra Fotógrafo
Terakhir, kapan kedua fase ini biasanya datang? Dilansir dari The Bump, growth spurt umumnya muncul pada usia 2 hingga 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan.
Meski begitu, pola ini hanya perkiraan karena setiap bayi punya ritme tumbuhnya sendiri. Jadi, Mama tidak perlu cemas kalau si Kecil mengalaminya lebih cepat atau lebih lambat dari jadwal tersebut.
Wonder Week punya jadwal yang lebih rinci. Menurut Bub Hub, lompatan terjadi sepuluh kali dalam 20 bulan pertama, yakni pada minggu ke-5, 8, 12, 19, 26, 37, 46, 55, 64, dan 75.
Bagi bayi prematur atau yang lahir melewati hari perkiraan lahir, hitung usianya dari tanggal seharusnya ia lahir, bukan dari hari lahir sebenarnya. Dengan begitu, Mama tidak keliru memperkirakan kapan fase ini datang.
Jadi, perbedaan growth spurt dan Wonder Week terletak pada penyebabnya. Yang satu berkaitan dengan tubuh yang bertambah besar, sedangkan yang lain berkaitan dengan otak yang melompat maju.
Meski gejalanya mirip, memahami keduanya akan membuat Mama lebih tenang saat si Kecil mendadak rewel di tengah malam.
Perlu diingat pula, jadwal Wonder Week hanyalah panduan umum karena penelitian belum membuktikan bahwa semua bayi mengalaminya persis pada usia tersebut.
Jika rewelnya berlebihan atau disertai gejala sakit, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak, ya, Ma. Semoga Mama dan si Kecil melewati fase ini dengan lancar!
Nah, itulah pembahasan mengenai apa perbedaan antara fase growth spurt dan wonder week? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!