Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Hal-Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Alergi Bayi pada di Tahun Pertama

4 min read
Hal-Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Alergi Bayi pada di Tahun Pertama
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Risiko alergi bayi dapat meningkat bila pengenalan makanan pemicu alergi, seperti telur dan kacang, ditunda; pengenalan sesuai tahapan usia dinilai membantu membangun toleransi imun.

  • Tidak mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama berkaitan dengan dukungan imun yang kurang optimal, yang penting dalam pengaturan respons alergi.

  • Eksim dan penggunaan antibiotik pada bulan pertama dapat meningkatkan kerentanan alergi melalui kerusakan pelindung kulit serta gangguan keseimbangan mikrobiota usus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Alergi pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian orangtua. dr. Edy Novery, SpA (K), M.Kes, spesialis anak konsultan alergi dan imunologi, menyebutkan bahwa prevalensi alergi pada anak semakin meningkat. 

Kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhi perkembangan sistem kekebalan tubuh sejak awal kehidupan. Karena itu, memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu Mama mengambil langkah pencegahan sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik untuk bayi.

Berikut Popmama.com sajikan informasi selengkapnya tentang hal-hal yang bisa meningkatkan risiko alergi pada bayi di tahun pertama.

  1. 1. Terlambat mengenalkan makanan pemicu alergi

    Terlambat mengenalkan makanan pemicu alergi
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Sebelumnya, orangtua dianjurkan untuk menunda pemberian makanan yang berisiko tinggi memicu alergi hingga anak mencapai usia 1 tahun atau lebih. Namun, sejumlah penelitian terkini justru menunjukkan bahwa pendekatan early introduction atau pengenalan alergen sejak dini bisa meningkatkan toleransi sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu.

    Sejalan dengan hal tersebut, dr. Edy menganjurkan agar orangtua tidak takut mengenalkan berbagai variasi makanan kepada anak sesuai dengan tahapan usianya, termasuk makanan yang berpotensi memicu alergi seperti kacang dan telur.

    “Jangan menunda makanan bergizi sesuai dengan jadwal makan bayi. Justru dengan memperkenalkan sesuai dengan waktunya, akan membangun induksi toleransi bayi pada makanan yang memicu alergi. Itu yang harus kita gaungkan baik untuk orang tua maupun dokter anak sekarang-sekarang ini,” jelas dr. Edy.

  2. 2. Kurangnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama

    Kurangnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Pemberian nutrisi yang tidak optimal selama masa awal kehidupan juga dapat berkaitan dengan perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi. Salah satunya adalah ketika si Kecil tidak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya.

    ASI mengandung berbagai nutrisi, antibodi, serta komponen bioaktif yang berperan dalam mendukung perkembangan sistem imun dan kesehatan saluran pencernaan bayi. Kandungan tersebut membantu melindungi tubuh si Kecil dari berbagai infeksi sekaligus mendukung perkembangan mikrobiota usus yang berkaitan dengan regulasi sistem kekebalan tubuh.

  3. 3. Bayi mengalami eksim

    Bayi mengalami eksim
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Eksim atau dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat menyebabkan kulit si Kecil menjadi kering, kemerahan, gatal, hingga pecah-pecah. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko alergi pada bayi.

    Hal ini terjadi karena eksim merusak skin barrier yang seharusnya menjaga kulit dari paparan zat asing di lingkungan. Ketika lapisan pelindung kulit mengalami kerusakan, alergen seperti debu, tungau, maupun partikel makanan yang menempel pada kulit dapat lebih mudah berinteraksi dengan sistem imun.

    Paparan alergen melalui kulit yang mengalami peradangan berpotensi memicu proses sensitisasi, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh mulai mengenali zat tertentu sebagai ancaman dan membentuk respons imun. Proses tersebut bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit alergi, termasuk alergi makanan.

  4. 4. Mengonsumsi antibiotik pada bulan pertama kehidupan

    Mengonsumsi antibiotik pada bulan pertama kehidupan
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Penggunaan antibiotik pada bulan pertama kehidupan juga menjadi salah satu faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko alergi pada anak. Hubungan tersebut berkaitan dengan kemampuan antibiotik dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. 

    Namun, antibiotik juga dapat mengubah keseimbangan mikrobiota atau kumpulan bakteri baik di dalam saluran pencernaan bayi. Padahal, mikrobiota usus membantu melatih sistem imun untuk membedakan zat yang berbahaya dan tidak berbahaya. Proses ini juga berperan dalam membentuk toleransi imun terhadap berbagai zat, termasuk makanan.

    Ketika keseimbangan mikrobiota usus terganggu akibat penggunaan antibiotik, proses perkembangan dan pengaturan respons sistem kekebalan tubuh berpotensi ikut terpengaruh. Kondisi tersebut diduga dapat meningkatkan kerentanan terhadap gangguan alergi pada sebagian anak.

  5. Cara Mengurangi Risiko Alergi pada Anak

    Cara mengurangi risiko alergi pada anak
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu mengurangi risiko alergi pada anak, di antaranya:

    1. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. ASI mengandung nutrisi dan komponen imunologis yang membantu mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh serta kesehatan saluran pencernaan bayi.
    2. Mengenalkan makanan pada waktu yang tepat. Mulai berikan MPASI ketika bayi berusia sekitar 6 bulan dan sudah menunjukkan kesiapan makan. Kenalkan berbagai jenis makanan, termasuk alergen umum, dengan cara penyajian yang aman.
    3. Memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang. Pastikan menu harian si Kecil mengandung berbagai sumber protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral untuk mendukung tumbuh kembangnya.
    4. Menjaga kebersihan lingkungan. Bersihkan rumah secara rutin, terutama area tidur dan tempat bermain, untuk membantu mengurangi paparan debu, tungau, serta kotoran yang dapat memicu gejala alergi.
    5. Menghindari paparan asap rokok. Asap rokok mengandung berbagai zat iritan yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan dan berpotensi memperburuk gejala alergi pada anak. 

    Itulah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko alergi pada bayi di tahun pertama kehidupannya. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.

Related Articles

See More