- peningkatan air liur
- gusi yang sakit, lunak, merah, atau bengkak
- kehilangan nafsu makan
- keinginan untuk mengunyah
5 Penyebab Bayi Mengisap Bibir saat Tidak Lapar

Mengisap bibir pada bayi umumnya wajar dan tidak selalu menandakan lapar; penyebabnya dapat berupa tumbuh gigi, refleks alami, stimulasi sensorik, atau kesenangan mengeksplorasi tubuh.
Kebiasaan ini juga bisa muncul saat bayi siap mencoba makanan padat atau ketika mengantuk dan menenangkan diri sebelum tidur; orangtua perlu mengamati tanda pendukung lainnya.
Konsultasikan ke dokter anak bila perilaku disertai tanda refluks, gejala perkembangan lain, atau tatapan kosong yang mengarah pada kejang; segera cari bantuan medis jika mencurigai kejang.
Mama memperhatikan bayi mengecap atau mengisap bibir. Mengisap bibir merupakan salah satu tanda lapar pada bayi. Namun Mama telah menyusui si Kecil dan ia masih mengisap bibir.
Hal itu tentu membuat Mama bertanya-tanya apakah si Kecil masih lapar? Atau mungkin ada masalah lain yang perlu diwaspadai?
Sebagai orangtua atau pengasuh, Mama mungkin mengharapkan si Kecil untuk memukul meja dengan tangannya atau membanting mainannya. Namun mendengar suara kecapan bibir berulang kali dapat membuat Mama khawatir.
Yakinlah bahwa mengecap atau mengisap bibir adalah hal yang umum dan umumnya bukan penyebab kekhawatiran. Namun, tetap bermanfaat untuk menentukan motivasi di baliknya, sehingga Mama dapat lebih memahami si Kecil dan kebutuhannya.
Popmama.com merangkum beberapa alasan mengapa bayi mengisap bibir saat tidak lapar.
1. Bayi sedang tumbuh gigi

Pexels/Yayuk lestari (Bayi tumbuh gigi) Mengisap bibir mungkin merupakan tanda bahwa gigi akan segera muncul dari gusi si Kecil. Tumbuh gigi bisa terasa tidak nyaman, dan mengisap bibir dapat memberikan sedikit pereda nyeri.
Meskipun tumbuh gigi sering dimulai saat bayi berusia 6 hingga 8 bulan, Mama mungkin melihat tanda-tandanya sejak usia 4 bulan.
Jika si Kecil sedang tumbuh gigi, Mama mungkin juga memperhatikan:
Jika si Kecil mengisap atau mengecap bibir karena tumbuh gigi, Mama dapat menawarkan tindakan kenyamanan seperti cincin gigitan untuk membantu mengatasi ketidaknyamanan. Dalam kasus tumbuh gigi, mengisap bibir kemungkinan akan berkurang setelah gigi (atau gigi-gigi) menembus garis gusi.
2. Bayi siap untuk mengonsumsi makanan padat

Popmama.com/SysiliaTanhati/AI Sekitar usia 4 hingga 6 bulan, jika Mama memperhatikan si Kecil meraih makanan Mama dan mengisap bibir saat mereka melihat Mama makan, itu mungkin pertanda bahwa mereka sedang bersiap untuk makanan padat mereka sendiri.
Tanda-tanda lain bahwa si kecil siap untuk makanan padat meliputi:
- mampu menopang kepala dan tubuhnya dalam posisi duduk
- mengambil makanan ringan dan memasukkannya ke dalam mulut
- mencoba mengunyah
Sebelum memulai makanan padat, Mama disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan dan dukungan lebih lanjut.
3. Bayi mengantuk

Popmama.com/AI/Sysilia Tanhati (Bayi mengantuk) Jika sudah mendekati waktu tidur siang atau malam dan Mama baru saja selesai memberi makan bayi, Mama mungkin memperhatikan bahwa mereka terus mengisap bibir dengan mengantuk. Jangan khawatir — kemungkinan besar, mereka tidak lagi lapar. Sebaliknya, bayi mungkin sedang menenangkan diri untuk tidur nyenyak.
Seiring bertambahnya usia, banyak bayi mengembangkan keterampilan menenangkan diri untuk membantu mereka tertidur dan tetap tidur. Contoh lain dari ini adalah mengisap jempol.
Beberapa tanda bahwa bayi mungkin mengantuk meliputi:
- menggosok mata
- menarik telinga
- menguap
- mengisap kepalan tangan atau jari
Tidak jarang bayi mengecap bibir saat tidur nyenyak juga. Ini bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang menenangkan diri selama siklus tidur, makan dalam mimpi, atau mulai merasa lapar.
Jika Mama khawatir tentang suara yang Mama dengar saat bayi tidur, Mama mungkin ingin berbicara dengan dokter anak mereka.
4. Mengisap bibir itu menyenangkan untuk bayi

Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI Anak-anak kecil suka menjelajah dan bermain menggunakan tubuh mereka. Sebagai orangtua, Mama mungkin telah menyaksikan si kecil menemukan tangan dan kakinya. Tiba-tiba, mereka ingin menghabiskan waktu berjam-jam meraihnya dan memasukkannya ke dalam mulut mereka.
Belajar bahwa mereka dapat mengecap bibir mereka tidak berbeda. Si Kecil memiliki kemampuan baru, dan menyenangkan untuk mengulanginya berulang kali!
Tanda-tanda bahwa bayi hanya menikmati mengecap bibir mereka meliputi:
- memiliki sikap ceria saat melakukannya
- berhenti ketika terganggu
- mencari persetujuan dan dukungan orang dewasa
5. Refleks alami dan stimulasi sensorik

Refleks alami dan stimulasi sensorik bayi (Unsplash/Jinhui Chen) Selain itu, bayi mengisap bibir sebagai refleks alami (rooting reflex). Bayi memang punya refleks mencari puting, jadi sering menggerakkan bibirnya.
Gerakan mengisap juga membantu perkembangan saraf dan koordinasi mulut (stimulasi sensorik) si Kecil, Ma.
Jadi, mengisap bibir pada bayi tidak selalu berarti lapar. Orangtua perlu mengamati tanda-tanda lain selain lapar, ya.
Kapan Mama Perlu Khawatir jika Bayi Mengisap Bibir?

Kapan Mama perlu khawatir jika bayi mengisap bibir? (Unsplash/Ames May) Meskipun kemungkinan besar bayi mengisap bibir mereka karena salah satu alasan di atas, ada kasus langka di mana itu mungkin merupakan tanda sesuatu yang lebih serius.
Penyebab jarang dari kebiasaan mengisap bibir meliputi:
- Penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Jika Mama memperhatikan tanda-tanda refluks asam lainnya seperti ketidaknyamanan setelah menyusui dan tidak dapat menahan makanan, diskusikan dengan dokter anak tentang kemungkinan GERD.
- Gangguan spektrum autisme (ASD). Tanda-tanda awal ASD dapat meliputi hal-hal seperti kontak mata yang buruk, ketidakmampuan untuk terhubung dengan pengasuh, kurangnya ocehan, dan pengulangan perilaku yang terus-menerus. Ketika kebiasaan mengecap bibir berulang kali terlihat bersamaan dengan perilaku lain, ada baiknya untuk berbicara dengan dokter anak.
- Kejang. Kebiasaan mengisap bibir dikaitkan dengan jenis kejang tertentu dan dapat sangat mengkhawatirkan jika disertai dengan tatapan kosong. Jika Mama yakin bayi mengalami kejang, segera cari bantuan medis.
Mama mungkin akan terkejut beberapa kali pertama mendengar suara bayi mengecap bibir, tetapi kemungkinan besar itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Periksa untuk memastikan bayi tidak memberi tahu Mama bahwa ia lapar, sedang tumbuh gigi, atau membutuhkan bantuan Mama.
Itu penjelasan tentang berbagai penyebab bayi mengisap bibir saat tidak lapar. Diskusikan perilaku ini dengan dokter anak jika Mama memiliki kekhawatiran atau tidak dapat mengidentifikasi penyebabnya.




















