- Lebih sering lapar.
Si Kecil bisa minta menyusu lebih sering dari biasanya, tampak belum puas walau sudah menghabiskan satu botol penuh, atau menunjukkan tanda lapar seperti mengisap tangan dan mencari-cari puting. - Lebih rewel dari biasanya.
Bayi jadi lebih sulit ditenangkan atau lebih sering menangis. Meski begitu, kerewelan ini umumnya mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. - Pola tidur berubah.
Ada bayi yang jadi tidur lebih lama untuk menghemat energi guna tumbuh, tapi ada juga yang justru lebih sering terbangun karena lapar di tengah malam. - Lebih ingin digendong dan dipeluk.
Si Kecil bisa terlihat lebih manja dan meminta kontak fisik lebih banyak dari biasanya, dan ini termasuk hal yang wajar terjadi.
Apa Itu Growth Spurt pada Bayi? Ini Tanda dan Waktunya!

- Growth spurt adalah fase singkat pertumbuhan bayi yang lebih cepat, mencakup kenaikan berat dan panjang badan, sebagai bagian normal pada tahun pertama kehidupan.
- Fase ini umum muncul sekitar usia 1–3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, hingga 9 bulan; jadwalnya dapat berbeda pada setiap bayi.
- Tandanya meliputi lebih lapar, rewel, perubahan tidur, dan ingin dipeluk; dukung dengan memenuhi kebutuhan susu, tidur nyaman, serta periksa dokter bila gejala menetap atau disertai keluhan lain.
Tiba-tiba si Kecil jadi lebih rewel, minta menyusu lebih sering, dan pola tidurnya berubah drastis dari biasanya? Jangan buru-buru khawatir, Ma. Bisa jadi ini bukan tanda ada yang salah, melainkan pertanda bayi Mama sedang mengalami growth spurt.
Growth spurt adalah bagian normal dari tumbuh kembang bayi pada tahun pertama kehidupannya. Meski fase ini kadang bikin Mama kewalahan, memahami apa yang sebenarnya terjadi bisa membuat Mama lebih tenang menghadapinya.
Untuk menjawab rasa penasaran Mama tentang growth spurt, berikut Popmama.com mengulas apa itu growth spurt pada bayi? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apa Itu Growth Spurt pada Bayi?

Pexels/Tri Warno Growth spurt adalah periode singkat tetapi intens ketika tubuh bayi tumbuh lebih cepat dari biasanya, baik dari sisi berat badan maupun tinggi badan, sebelum kembali ke laju pertumbuhan yang lebih stabil.
Dalam fase ini tubuh si Kecil seolah sedang tancap gas untuk menambah berat dan tinggi badan dalam waktu yang relatif singkat.
Sepanjang tahun pertama, rata-rata bayi bertambah tinggi sekitar 25 sentimeter dan berat badannya bisa menjadi tiga kali lipat dari saat lahir. Jadi, wajar saja kalau Mama merasa lemari baju si Kecil cepat sekali dipenuhi oleh ukuran yang sudah kekecilan.
Kapan Growth Spurt Terjadi pada Bayi?

Pexels/Bill Salazar Nah, kapan sebenarnya growth spurt ini biasanya muncul? Menurut Nara yang merujuk pada panduan USDA WIC Breastfeeding Support, growth spurt paling umum terjadi di sekitar usia 2 sampai 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan.
Melansir Cloudnine Care, growth spurt juga bisa terjadi selama 1 sampai 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, hingga 9 bulan. Growth spurt di usia 3 bulan biasanya paling terasa, sebab bertepatan dengan munculnya kemampuan baru seperti upaya pertama si Kecil untuk berguling.
Growth spurt pada minggu-minggu awal biasanya muncul setelah bayi berhasil kembali ke berat badan lahirnya yang sempat turun di hari-hari pertama.
Meski begitu, tidak semua bayi mengikuti jadwal yang persis sama. Jadi, kalau growth spurt si Kecil datang lebih cepat atau lebih lambat dari patokan di atas, itu bukan berarti ada yang keliru dengan pertumbuhannya.
Apa Saja Tanda-Tanda Growth Spurt pada Bayi?

Pexels/Anna Shvets Supaya Mama tidak salah menebak, berikut beberapa tanda growth spurt yang paling sering muncul:
Apa Saja yang Berubah pada Bayi Saat Growth Spurt?

Pexels/hartono subagio Selain perilaku, ada juga perubahan fisik yang bisa Mama amati selama fase ini. Berikut beberapa perubahan yang biasa terjadi:
- Berat badan bertambah secara signifikan.
Selama growth spurt, berat badan si Kecil bisa naik lebih cepat dari biasanya karena tubuhnya sedang membangun jaringan baru dalam waktu singkat. - Tinggi badan ikut bertambah.
Penelitian yang dirujuk Nara, menemukan bahwa lonjakan tinggi badan bayi bisa terjadi hanya dalam waktu 48 jam setelah periode tidur yang lebih panjang. - Kepala tumbuh lebih cepat.
Terutama pada 4 bulan pertama, pertumbuhan lingkar kepala yang pesat ini mencerminkan perkembangan otak si Kecil yang juga sedang berlangsung dengan cepat. - Baju dan popok jadi lebih cepat kekecilan.
Ini jadi tanda paling gampang dikenali, karena ukuran pakaian yang biasanya masih longgar bisa tiba-tiba terasa pas atau bahkan sempit.
- Berat badan bertambah secara signifikan.
Bagaimana Cara Mendukung Growth Spurt si Kecil?

Pexels/upender photography Kabar baiknya, Mama tidak perlu melakukan sesuatu yang rumit untuk mendukung si Kecil melewati fase ini. Berikut beberapa cara yang dikutip dari Cloudnine Care.
- Ikuti rasa lapar si Kecil.
Kalau bayi Mama terlihat lebih lapar, beri ASI lebih sering atau tambah sedikit porsi susu formula sesuai kebutuhannya, sebab menyusui lebih sering justru membantu merangsang produksi ASI. - Jaga kualitas tidur.
Ciptakan suasana kamar yang nyaman dengan pencahayaan redup dan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan, supaya si Kecil bisa beristirahat cukup untuk mendukung pertumbuhannya. - Beri lebih banyak pelukan.
Saat si Kecil terlihat rewel, coba tenangkan si Kecil dengan menggendong, mengayun perlahan, atau mengajaknya bicara dengan suara lembut. - Pantau perkembangannya secara umum. Perhatikan pola makan, tidur, dan perilaku si Kecil dari hari ke hari, supaya Mama bisa lebih mudah membedakan mana growth spurt dan mana yang butuh perhatian dokter.
Kalau setelah beberapa hari si Kecil tetap terlihat sangat rewel disertai gejala lain seperti muntah terus-menerus, diare, atau susah dibangunkan, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan bukan disebabkan oleh hal lain.
- Ikuti rasa lapar si Kecil.
Berapa Lama Growth Spurt Berlangsung?

Pexels/Roderick Salatan Kabar baiknya lagi, fase ini tidak berlangsung lama. Mengutip Pampers, growth spurt pada bayi umumnya berlangsung singkat, biasanya sekitar 3 hari saja. Ada juga yang berlangsung lebih lama antara 2 hingga 7 hari, tergantung pada masing-masing bayi.
Sementara itu, mengutip Nara, sebagian besar growth spurt selesai dalam beberapa hari, meski terkadang dapat berlangsung hingga 1 minggu.
Kalau rasa lapar berlebihan dan kerewelan berlangsung lebih dari seminggu tanpa membaik, ada baiknya Mama menghubungi dokter anak untuk memastikan tidak ada penyebab lain di baliknya.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu growth spurt pada bayi? Sebuah proses di mana si Kecil sedang mengalami masa pertumbuhannya. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!





















