Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Epilepsi pada Bayi Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya

5 min read
Apakah Epilepsi pada Bayi Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya
Pexels/Jonathan Borba
  • Epilepsi pada bayi belum dapat disembuhkan total, tetapi obat sering mengendalikan kejang; sekitar dua pertiga anak terkendali dengan obat pertama atau kedua, dan sebagian akhirnya bebas kejang.

  • Penyebabnya mencakup kekurangan oksigen, infeksi, stroke atau perdarahan otak, kelainan struktur otak, gangguan metabolisme, serta faktor genetik. Tanda kejang dapat berupa tatapan kosong, tubuh kaku, sentakan, atau perubahan napas.

  • Penanganan meliputi diagnosis dini, obat antikejang, terapi penyebab dasar, diet ketogenik, hingga pembedahan bila perlu. Kejang pertama atau lebih dari lima menit memerlukan ambulans; kontrol rutin penting.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat si Kecil tiba-tiba kaku, matanya menatap kosong, atau tubuhnya menyentak tanpa sebab, rasanya dunia Mama seperti berhenti sejenak. Tak heran kalau banyak orangtua langsung bertanya-tanya, apakah epilepsi pada bayi bisa sembuh?

Jawabannya tidak sesederhana iya atau tidak, tetapi kabar baiknya cukup menenangkan. Banyak anak dengan epilepsi yang kejangnya bisa terkendali, bahkan sebagian akhirnya bebas kejang.

Supaya Mama punya gambaran yang lebih jelas dan tidak terlalu cemas, berikut Popmama.com mengulas apakah epilepsi pada bayi bisa sembuh? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apakah Epilepsi pada Bayi Bisa Disembuhkan?

    Apakah Epilepsi pada Bayi Bisa Disembuhkan?
    Pexels/Sarah Chai

    Melansir NHS, epilepsi saat ini belum bisa disembuhkan secara total, tetapi pengobatan sering kali membantu mengendalikannya. Pada kebanyakan orang, obat bekerja dengan baik untuk mencegah atau mengurangi kejang.

    Mengutip Allina Health, sekitar dua pertiga anak dengan epilepsi kejangnya terkendali dengan obat pertama atau kedua yang diresepkan. 

    Peluang bebas kejang dalam 2 tahun pun mencapai sekitar 75 persen, dan peluangnya paling besar pada anak yang penyebab epilepsinya tidak diketahui serta perkembangannya normal.

    Sekitar separuh anak akhirnya bisa berhenti minum obat. Meski begitu, kejang kadang kembali muncul beberapa hari, bulan, atau bahkan tahun kemudian.

  2. Apa Penyebab Epilepsi pada Bayi?

    Apa Penyebab Epilepsi pada Bayi?
    Pexels/Santanu Dey

    Menurut Epilepsy Action, risiko kejang pada bayi paling tinggi pada tahun pertama, terutama pada bulan pertama kehidupan. Berikut beberapa hal yang menyebabkan epilepsi pada bayi.

    1. Kekurangan oksigen ke otak
      Epilepsy Action menyebut bayi yang lahir cukup bulan pun bisa mengalami cedera otak bila otaknya kekurangan oksigen. Penyebabnya adalah plasenta terlepas lebih awal, persalinan yang lama, atau tali pusat yang tertekan.
    2. Infeksi
      Epilepsy Action menyebut infeksi seperti meningitis dan ensefalitis sebagai salah satu pemicunya. Infeksi bisa didapat sebelum maupun sesudah bayi lahir.
    3. Stroke atau perdarahan di otak
      Menurut UCSF Benioff Children's Hospitals, stroke, gumpalan darah, dan perdarahan di otak bisa terjadi sebelum atau setelah lahir. Perdarahan di otak merupakan penyebab tersering pada bayi prematur.
    4. Kelainan struktur otak
      Menurut Cleveland Clinic, otak yang terbentuk tidak sempurna sebelum lahir bisa memicu epilepsi. 
    5. Gangguan gula darah, mineral, atau metabolisme
      Epilepsy Action menyebut kadar glukosa, kalsium, atau magnesium yang rendah dalam darah sebagai pemicu.
    6. Faktor genetik
      Menurut Epilepsy Action, bayi bisa mewarisi kondisi tertentu dari orangtua atau mengalami perubahan baru pada gennya. Epilepsi atau kejang demam dalam keluarga merupakan faktor risiko.

  3. Bagaimana Ciri-Ciri Epilepsi pada Bayi?

    Bagaimana Ciri-Ciri Epilepsi pada Bayi?
    Pexels/Дмитрий Зайцев

    Kejang pada bayi tidak selalu tampak seperti kejang yang sering Mama bayangkan. Epilepsy Action menyebut kejang pada bayi bisa sulit dikenali dan tandanya sering mirip gerakan normal bayi.

    Berikut beberapa ciri-ciri epilepsi pada bayi.

    1. Gerakan halus pada mata dan mulut
      UCSF Benioff Children's Hospitals menyebut mata berkedip atau berputar ke atas, mengecap, menghisap, serta mengunyah sebagai tandanya. Gerakan kaki seperti mengayuh sepeda juga termasuk.

    2. Perubahan napas
      Epilepsy Action menyebut pola napas yang berubah sebagai salah satu tanda kejang halus.  Selain itu, ada jeda napas yang panjang.

    3. Tubuh tiba-tiba kaku
      Menurut Epilepsy Action, tubuh bayi bisa menegang untuk beberapa saat dengan mata atau kepala menoleh ke satu sisi.

    4. Sentakan berirama atau mendadak
      Melansir Epilepsy Action, lengan atau kaki bisa menyentak berulang dengan irama tertentu. Ada juga sentakan singkat pada kepala atau anggota tubuh yang membuat bayi tampak seperti terkejut.

    5. Spasme infantil
      Melansir Epilepsy Action, lengan bayi bisa terlempar ke depan dengan lutut tertekuk, berlangsung 1–2 detik, dan bisa berulang dalam rangkaian. 

    6. Tatapan kosong dan tidak responsif
      Mengutip Epilepsy Action, bayi bisa berhenti beraktivitas dan tampak tidak sadar akan sekitarnya. 

    Satu hal yang perlu dibedakan, kejang demam bukan epilepsi karena dipicu oleh suhu tubuh yang tinggi. Bila Mama curiga, rekam perilaku si Kecil dengan ponsel untuk ditunjukkan kepada dokter.

    Disarankan juga segera memanggil ambulans bila itu kejang pertama si Kecil atau kejang berlangsung lebih dari 5 menit.

  4. Apa Saja Pengobatan Epilepsi pada Bayi agar Kejang Terkendali?

    Apa Saja Pengobatan Epilepsi pada Bayi agar Kejang Terkendali?
    Pexels/Evgeniya Davydova

    Menurut UChicago Medicine, tim dokter bersama orangtua akan menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan untuk setiap anak, dengan efek samping seminimal mungkin. Berikut pilihan yang umum.

    1. Diagnosis sejak dini
      Mengutip Epilepsy Action, bayi yang dicurigai epilepsi dirujuk ke dokter yang terlatih menangani usia ini. Diagnosis dini membantu menekan frekuensi kejang dan menunjang perkembangan otak.

    2. Obat antikejang
      Menurut Epilepsy Action, pilihan obat bergantung pada jenis kejang, usia awal kejang, penyebab, dan kondisi lain pada bayi. 

    3. Mengatasi penyebab dasarnya
      UCSF Benioff Children's Hospitals menyebut tim medis juga akan mencari dan menangani penyebab kejang. Pada bayi dengan cedera otak akibat kekurangan oksigen, perawatan khusus bisa diberikan segera setelah lahir.

    4. Diet ketogenik
      Mengutip Cleveland Clinic, diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini bisa membantu sebagian anak dengan epilepsi yang sulit dikendalikan. 

    5. Pembedahan atau alat stimulasi saraf
      Cleveland Clinic menyebut dokter dapat mempertimbangkannya bila obat tidak berhasil. 

    6. Kontrol rutin dan disiplin minum obat
      NHS menyebut pemeriksaan lanjutan minimal setahun sekali dan melarang mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi.

  5. Apakah Bayi dengan Epilepsi Bisa Tumbuh dan Berkembang Normal?

    Apakah Bayi dengan Epilepsi Bisa Tumbuh dan Berkembang Normal?
    Pexels/Sarah Chai

    Kabar baiknya, jawabannya sering kali bisa. Cleveland Clinic menyebut sebagian besar anak dengan epilepsi menjalani hidup yang relatif normal seperti teman sebayanya, dan sekitar 70 persen tidak mengalami perubahan pada perkembangan atau aktivitas sehari-hari.

    Clínica Universidad de Navarra menjelaskan bahwa obat antikejang yang tepat dengan dosis yang sesuai umumnya tidak banyak mengganggu kemampuan belajar.

     Justru, kejang yang tidak terkendali bisa memengaruhi proses belajar sehingga pengobatan yang efektif malah bermanfaat.

    Meski begitu, jenis epilepsi yang berat bisa memengaruhi perkembangan kognitif. Karena itu, bila si Kecil terlambat mencapai tonggak perkembangan sesuai usianya, segera sampaikan kepada dokter.

    Pada jenis epilepsi tertentu, disarankan untuk melakukan penilaian neuropsikologis untuk menyesuaikan pengobatan dan mendukung perkembangan belajar anak.

    Jadi, epilepsi pada bayi memang belum bisa disembuhkan secara pasti, tetapi sering kali bisa dikendalikan dengan baik. 

    Nah, itulah pembahasan mengenai apakah epilepsi pada bayi bisa sembuh? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Related Articles

See More