Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Biduran? Ini Panduan untuk Orangtua
Wikimedia Commons/Enochlau
  • Biduran pada bayi umumnya terkait infeksi virus dan dapat hilang sendiri, tetapi perlu diamati karena bisa menandakan anafilaksis, terutama bila muncul sulit bernapas, mengi, atau bengkak wajah.

  • Orang tua disarankan menghindari pemicu yang dicurigai, mencatat makanan, obat, panas, atau kejadian sebelum bentol muncul, serta berkonsultasi ke dokter sebelum memberi obat.

  • Gatal dapat diredakan dengan kompres dingin, pakaian katun longgar, kuku pendek, dan mandi air hangat memakai pembersih lembut; segera cari bantuan bila bayi lemas, muntah, demam, atau ruam memburuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Biduran pada bayi ditandai bentol merah atau merah muda, kadang berpusat putih, yang dapat gatal, perih, panas, bengkak, dan berpindah lokasi.
  • Who?
    Bayi yang mengalami bentol kulit serta orang tua atau pengasuh yang memantau kondisi dan memberikan perawatan awal.
  • Where?
    Bentol dapat muncul di wajah, tangan, kaki, area kelamin, seluruh tubuh, atau hanya pada satu bagian tubuh.
  • When?
    Biduran dapat muncul setelah infeksi, paparan makanan, obat, suhu panas atau dingin, gigitan serangga, tekanan pada kulit, atau bahan pengiritasi.
  • Why?
    Biduran terjadi ketika tubuh bayi melepaskan histamin sebagai reaksi terhadap pemicu dari luar atau dalam tubuh; per saat ini pemicu tidak selalu dapat diketahui.
  • How?
    Amati napas dan kondisi bayi, hindari pemicu yang dicurigai, kompres dingin, gunakan pakaian katun longgar, dan konsultasikan obat kepada dokter. Segera cari pertolongan bila sulit bernapas, mengi, atau wajah bengkak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa punya bentol merah yang gatal, namanya biduran. Ini sering karena virus, makanan, obat, panas, dingin, atau gigitan serangga. Mama perlu melihat napas bayi. Kalau susah bernapas, wajah bengkak, lemas, atau muntah, harus cepat ke dokter. Untuk gatal, pakai kain dingin dan baju katun longgar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika Mama sedang mengganti popok, tiba-tiba Mama melihat bentol merah di kulit si Kecil. Bentolnya pun tampak gatal dan si Kecil pun mulai rewel. Bisa jadi itu merupakan biduran.

Tenang dulu, Ma. Melansir Healthline, biduran pada bayi sering muncul akibat infeksi virus dan biasanya hilang dengan sendirinya, tetapi tetap ada kondisi yang perlu diwaspadai.

Supaya Mama dapat memberikan penanganan yang tepat saat bayi terkena biduran, berikut Popmama.com mengulas apa yang harus dilakukan jika bayi biduran? Yuk, simak sampai habis!

Apa yang Harus Dilakukan saat Bayi Terkena Biduran?

Wikimedia Commons/Allergyresearch

Langkah pertama yang paling penting adalah tetap tenang dan mengamati kondisi si Kecil dengan teliti. Berikut hal-hal yang bisa Mama lakukan.

  • Amati kondisi si Kecil dengan teliti
    Mengutip Healthline, biduran bisa menjadi salah satu tanda anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang jarang terjadi pada bayi. Karena itu, perhatikan apakah si Kecil tampak sulit bernapas atau mengi.

  • Jauhkan dari pemicu yang dicurigai
    Menurut My Health Alberta, jika Mama menduga makanan atau obat tertentu menjadi pemicunya, sebaiknya hindari dulu. 

  • Catat apa yang terjadi sebelum bentol muncul
    Melansir American Academy of Dermatology, catat apa saja yang terjadi saat bentol muncul, makanan, obat, serta apakah si Kecil kepanasan atau berkeringat banyak.

  • Tanya dokter sebelum memberi obat
    Melansir Healthline, Mama sebaiknya menghubungi dokter sebelum memberi obat apa pun, karena sebagian besar obat tidak memiliki petunjuk dosis untuk bayi.

  • Pastikan ruamnya memang biduran
    Biduran bisa mirip dengan ruam lain, seperti biang keringat atau ruam akibat virus. Jadi, kalau Mama ragu, periksakan ke dokter untuk memastikannya.

Seperti Apa Ciri-ciri Biduran pada Bayi?

Wikimedia Commons/Suntag

Sekilas, biduran memang mirip gigitan nyamuk. Berikut ciri-ciri yang bisa Mama kenali.

  • Bentol merah dengan bagian tengah putih
    Mengutip Healthline, bentol bisa berwarna merah atau merah muda dengan bagian tengah putih. Ada bagian tengahnya yang sering tampak seperti bentol bekas gigitan nyamuk.

  • Ukuran dan bentuknya beragam
    Melansir My Health Alberta, bentol biduran bisa berukuran setengah sentimeter hingga 8 sentimeter atau lebih. Beberapa bentol juga bisa menyatu menjadi area yang lebih besar.

  • Terasa gatal, perih, atau seperti terbakar
    Menurut NHS, ruam ini bisa terasa gatal, menyengat, atau panas. Kulit bisa tampak bengkak juga.

  • Berpindah-pindah tempat
    Mengutip Healthline, biduran bisa hilang di satu bagian lalu muncul di bagian lain dalam waktu singkat. Satu bentol biasanya hilang dalam hitungan menit hingga jam.

  • Bisa muncul di bagian tubuh mana saja
    Wajah, tangan, kaki, dan area kelamin adalah lokasi yang umum. Namun, bentol bisa tersebar di seluruh tubuh atau hanya di satu tempat.

  • Warnanya berbeda pada kulit gelap
    Mengutip Kids Health NZ, pada anak berkulit lebih gelap, bentolnya bisa tampak lebih cokelat atau ungu.

Apa Penyebab Bayi Mengalami Biduran?

Wikimedia Commons/irvin calicut

Menurut Healthline, biduran muncul saat tubuh si Kecil melepaskan histamin sebagai reaksi terhadap sesuatu dari luar maupun dalam tubuh. Sayangnya, Mama tidak selalu bisa menebak pemicunya.

  • Infeksi virus dan bakteri
    Melansir Healthline, pilek, infeksi saluran napas atas, dan virus pencernaan bisa memicu biduran, dan bayi lebih mudah mengalaminya daripada orang dewasa. 

  • Makanan
    Mengutip Healthline,Mama harus mewaspadai reaksi alergi langsung dari makanan seperti kacang dan telur. 

  • Obat-obatan
    Menurut Healthline, antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid termasuk obat yang bisa memicu biduran. 

  • Suhu panas atau dingin
    Dikutip dari NHS, kulit yang panas dan berkeringat serta paparan dingin, seperti air atau angin dingin, merupakan pemicunya. 

  • Gigitan atau sengatan serangga
    Melansir Healthline, gigitan serangga dan sengatan lebah merupakan salah satu penyebab biduran. 

  • Pakaian ketat dan zat pengiritasi
    Dikutip dari NHS, menggaruk, menekan kulit, atau memakai pakaian gatal dan ketat bisa memicu biduran.

Bagaimana Cara Meredakan Gatal akibat Biduran pada Bayi?

Wikimedia Commons/Godart, Thomas

Gatal adalah musuh utama si Kecil saat biduran. Menggaruk dan menggosok justru bisa memicu bentol baru. Berikut cara aman yang bisa Mama coba.

  • Kompres dingin
    Mengutip American Academy of Dermatology, basahi kain bersih dengan air dingin, perasnya hingga tidak menetes, lalu tempelkan di kulit yang gatal selama 10 sampai 20 menit.

  • Pakaian katun yang longgar
    Mengutip American Academy of Dermatology, disarankan untuk memakai pakaian longgar berbahan katun 100 persen untuk mengurangi iritasi pada kulit.

  • Kuku dipotong pendek
    Mengutip American Academy of Dermatology, menggaruk dapat mengiritasi kulit dan memicu bentol baru. 

  • Krim atau losion antigatal
    Mengutip American Academy of Dermatology, krim atau losion antigatal bisa dioleskan sesuai petunjuk. 

  • Antihistamin atas anjuran dokter
    Melansir Healthline, antihistamin membantu menenangkan pelepasan histamin, tetapi obat tertentu belum disetujui untuk anak di bawah dua tahun. 

  • Hindari kepanasan dan bahan keras
    Melansir Royal Children's Hospital Melbourne, disarankan untuk mengurangi paparan terhadap hal yang memperburuk ruam, seperti sinar matahari, panas, dan mandi air panas.

Bolehkah Bayi yang Biduran Dimandikan?

Pexels/ray guesc

Jawabannya boleh, Ma, asalkan caranya tepat. American Academy of Dermatology menyarankan mandi atau berendam dengan air hangat, bukan panas, karena air panas dapat mengiritasi kulit.

Saat memandikan si Kecil, gunakan sabun atau pembersih yang lembut dan bebas pewangi. Produk bebas pewangi berbeda dari produk tanpa aroma, karena produk tanpa aroma masih mengandung pewangi yang disamarkan.

Oleskan sabun dengan tangan, jangan digosok memakai waslap atau spons, ya, Ma. Rendam dengan air hangat dengan oatmeal koloid sesuai petunjuk kemasan bisa membantu meredakan gatal.

Kapan Bayi yang Mengalami Biduran Harus Dibawa ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba

Sebagian besar biduran memang ringan. Namun, ada tanda-tanda yang tidak boleh Mama abaikan.

  • Sulit bernapas, mengi, atau bengkak di wajah
    Menurut Healthline, kesulitan bernapas atau mengi bersama biduran adalah keadaan darurat yang perlu penanganan medis segera. 

  • Si Kecil tampak lemas, pucat, atau lunglai
    Mengutip Kids Health NZ, tubuh pucat dan lunglai, pusing, serta lemas merupakan tanda anafilaksis yang membutuhkan bantuan medis darurat.

  • Disertai demam
    Melansir Healthline, bayi di bawah tiga bulan yang demam harus segera mendapat pertolongan medis. 

  • Disertai muntah atau nyeri perut
    Menurut Healthline, muntah merupakan tanda yang perlu dikonsultasikan ke dokter. Nyeri perut berat, mual, muntah, atau diare merupakan gejala reaksi alergi berat.

  • Muncul setelah makan atau obat baru
    Menurut Healthline, Mama disarankan untuk menghubungi dokter jika biduran muncul setelah si Kecil bersentuhan dengan makanan. 

  • Tidak membaik atau makin menyebar
    Dikutip dari NHS, Mama disarankan untuk meminta bantuan tenaga kesehatan jika biduran tidak membaik dalam dua hari atau ruam makin meluas. 

  • Sering kambuh atau berlangsung lebih dari enam minggu
    Melansir Healthline, biduran yang kambuh berulang atau berlangsung beberapa minggu mungkin perlu pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah. 

Nah, itulah pembahasan mengenai apa yang harus dilakukan jika bayi biduran? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article